Minggu, 15 Februari 2026

Korowai Memanggil Nurani: Solidaritas Warga Menguat di Tengah Penembakan Pilot, Empat Pelaku Diamankan dan Pengamanan Bandara Diperketat

JAYAPURA – Suasana duka sempat menyelimuti landasan kecil di pedalaman Korowai. Insiden penembakan terhadap dua pilot pesawat perintis mengguncang rasa aman masyarakat yang selama ini sepenuhnya bergantung pada transportasi udara sebagai satu-satunya akses keluar-masuk wilayah tersebut. Namun di tengah rasa takut dan kehilangan, muncul solidaritas yang menguatkan.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., dalam doorstop kepada awak media pada Senin (16/2) siang, menyampaikan bahwa para penumpang yang selamat secara sukarela mengumpulkan dana dan menitipkannya kepada perwakilan pilot maskapai Smart Air sebagai bentuk empati dan belasungkawa.

“Solidaritas para penumpang menunjukkan bahwa masyarakat Korowai sangat bergantung pada pesawat. Itu satu-satunya akses masuk. Jalur darat belum ada, dan wilayahnya sangat terpencil,” ujar Yusuf.

Korowai berada di Kabupaten Boven Digoel dengan luas wilayah yang sangat besar dan kondisi geografis didominasi hutan lebat. Jumlah penduduk di kawasan Korowai sendiri sekitar 100 kepala keluarga. Fasilitas kesehatan terbatas, hanya terdapat satu sekolah dasar swasta, dan permukiman warga terkonsentrasi di sekitar bandara kecil yang menjadi nadi kehidupan masyarakat.

Di tengah keterbatasan tersebut, Polres Boven Digoel dengan sekitar 300 personel harus mengamankan wilayah yang sangat luas. Tantangan medan dan akses menjadi faktor krusial dalam proses pengejaran pelaku.

Menindaklanjuti arahan pimpinan Polri, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan penambahan kekuatan personel yang didukung Sat Brimob Polda Papua, jajaran Reskrim, serta Polres Yahukimo. Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap awak pesawat perintis Smart Air pada 11 Februari, dua orang telah berhasil diidentifikasi dan saat ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi.

Secara umum, kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil. Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan kelompok tersebut, dengan pola aksi yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi.

“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” tegasnya.

Dalam dua hari terakhir, aparat telah mengamankan empat orang. Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa langkah penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.

“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Adarma.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan warga menjadi orientasi utama setiap tindakan di lapangan.

“Operasi ini mengedepankan perlindungan masyarakat. Setiap langkah dilakukan secara terukur dan profesional, sehingga penegakan hukum berjalan, namun kehidupan warga tetap terlindungi,” tambahnya.

Menanggapi narasi yang menyebut para pelaku sebagai warga sipil biasa, Kasatgas Humas menegaskan bahwa setiap penindakan dilakukan berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, serta data yang telah diverifikasi.

“Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti. Klaim bahwa mereka warga sipil biasa adalah narasi yang tidak berdasar. Faktanya, korban dari aksi kekerasan ini justru masyarakat sipil,” jelas Yusuf.

Selain insiden penembakan, aparat juga menemukan indikasi perusakan fasilitas publik, termasuk dugaan pembakaran ruang kelas. Di lokasi ditemukan botol berisi sisa bahan bakar dan potongan kayu terbakar, sementara instalasi listrik dalam kondisi tidak aktif. Upaya pembakaran dua unit ambulans yang merupakan satu-satunya sarana transportasi medis warga juga sempat terjadi, namun berhasil digagalkan setelah warga melakukan negosiasi.

“Kalau sekolah dibakar dan ambulans dirusak, yang terdampak langsung adalah masyarakat. Anak-anak bisa kehilangan hak belajar, pelayanan kesehatan bisa lumpuh. Itu sebabnya pengamanan fasilitas publik menjadi fokus kami,” tambahnya.

Koordinasi dengan unsur TNI di Tanah Merah terus diperkuat, termasuk pengamanan bandara-bandara terpencil yang memiliki fasilitas sangat terbatas dan operasional yang masih bergantung pada genset.

Masalah yang dihadapi nyata: kekerasan bersenjata di wilayah terpencil dengan akses terbatas. Respons aparat juga konkret: penambahan personel, pengejaran berbasis intelijen, penguatan pengamanan objek vital, serta pendekatan persuasif kepada masyarakat. Dampak yang diharapkan adalah keberlangsungan penerbangan, perlindungan fasilitas publik, dan pulihnya rasa aman warga.

Di tengah sunyinya hutan Korowai, pesan itu kembali ditegaskan: negara hadir untuk memastikan setiap warga, di wilayah mana pun, berhak hidup tanpa rasa takut.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.