View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Kamis, 30 April 2026

FORSIMEMA Apresiasi Keterbukaan Mahkamah Agung dalam Dialog Bersama Insan Pers

Jakarta – Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung (FORSIMEMA) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterbukaan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) dalam membangun dialog konstruktif bersama insan pers melalui kegiatan silaturahmi dan diskusi yang berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta. 

Kegiatan yang dikemas dalam suasana halalbihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara MA dan media sekaligus membuka ruang diskusi terhadap berbagai isu strategis di bidang peradilan dan kebebasan pers.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan tinggi MA, yakni Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial, Suharto, S.H., M.Hum., Kepala Badan Urusan Administrasi merangkap Pelaksana Tugas Humas MA, Dr. Soebandi, S.H., M.H. ; serta Hakim Agung sekaligus Juru Bicara Mahkamah Agung RI, Dr. Heru Pramono, S.H., M.Hum. Kehadiran para pejabat tinggi ini mencerminkan komitmen MA dalam memperkuat komunikasi publik yang lebih terbuka dan responsif.

Tak kalah penting, Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Mahkamah Agung RI dan baru saja dilantik sebagai Ketua Kamar Pengawasan (Ketua Muda Pengawasan) MA, turut hadir menyapa dan berdialog sejenak dengan rekan-rekan jurnalis. 

Ditengah kesibukannya Prof. Dr. Yanto tetap menyempatkan diri untuk menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang telah terjalin antara MA dan insan pers. Namun, beliau harus meninggalkan kegiatan karena harus mendampingi Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., pada kegiatan kenegaraan lainnya di lokasi yang berbeda. Meskipun hanya hadir sebentar, kehadiran beliau menegaskan bahwa seluruh jajaran pimpinan MA memiliki perhatian serius terhadap pentingnya komunikasi publik yang transparan.

Dari kalangan media, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi pers, di antaranya Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung (FORSIMEMA) yang dipimpin oleh Ketua Umum Syamsul Bahri, didampingi jajaran pengurus seperti Marlina, Richard Aritonang, Odjon Sayuti serta Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky). Tak ketinggalan, Ikatan Wartawan Hukum (IWAKUM) yang diketuai oleh Irfan Kamil turut hadir bersama para pengurus dan anggotanya. Kehadiran insan pers dari berbagai platform, baik cetak, elektronik, maupun digital, semakin menegaskan bahwa forum ini merupakan wadah komunikasi lintas sektor yang strategis dan inklusif.

Dalam sambutannya, Dr. Soebandi, S.H., M.H., menegaskan bahwa sinergi antara MA dan media merupakan bagian integral dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. “Keterbukaan informasi adalah kunci dalam menciptakan sistem peradilan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua MA Suharto, S.H., M.H. , menyampaikan bahwa hakim di semua tingkat peradilan tidak diperkenankan memberikan komentar pribadi terkait perkara yang sedang maupun telah diperiksa. Prinsip tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari menjaga independensi dan integritas lembaga peradilan. “Hubungan yang baik dengan media adalah bagian penting dalam menjaga transparansi dan kepercayaan publik,” tegas Suharto dalam dialog yang berlangsung hangat dan tanpa sekat formalitas.

Dr. Heru Pramono, S.H., M.Hum., selaku Juru Bicara MA, menyampaikan apresiasi terhadap peran media dalam menyampaikan informasi hukum kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa MA akan terus meningkatkan kualitas komunikasi publik agar lebih mudah diakses, akurat, dan dapat dipahami oleh masyarakat luas.

Dialog yang berlangsung dinamis tersebut membahas sejumlah isu strategis. Para jurnalis menyampaikan pandangan dan masukan kritis, khususnya terkait perlindungan hukum bagi jurnalis saat meliput perkara sensitif. Isu mengenai potensi kekerasan dan kriminalisasi terhadap jurnalis menjadi perhatian penting yang diharapkan mendapat respons serius dari seluruh pemangku kepentingan. 

Menanggapi hal itu, pihak MA menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan kepatuhan terhadap hukum. “Tidak ada kebebasan yang bersifat mutlak. Setiap jurnalis harus sadar bahwa hak bertanya dan memberitakan juga memiliki batasan etika dan hukum,” demikian salah satu poin yang mengemuka.

Lebih lanjut, MA juga memaparkan berbagai langkah reformasi yang tengah dilakukan, mulai dari modernisasi sistem peradilan, peningkatan kesejahteraan hakim (termasuk kenaikan tunjangan hingga 280 persen pada 2026), hingga penguatan pengawasan internal guna mencegah praktik korupsi. Tantangan seperti krisis jumlah hakim, rasio hakim yang timpang, pengelolaan perkara, serta implementasi KUHP baru dan pembaruan KUHAP turut menjadi bagian dari diskusi. FORSIMEMA menilai bahwa keterbukaan MA dalam membahas isu-isu tersebut termasuk mengakui adanya krisis hakim dan potensi korupsi merupakan langkah berani yang patut diapresiasi.

FORSIMEMA juga menyoroti data positif yang dipaparkan dalam diskusi, yaitu tingkat kepercayaan publik terhadap MA yang mencapai 76,6 persen pada awal 2026, khususnya di kalangan generasi muda. Angka ini disebut sebagai hasil dari reformasi internal dan kebijakan keterbukaan informasi yang konsisten. “Kepercayaan publik adalah aset paling berharga. FORSIMEMA berkomitmen untuk menjaga aset ini dengan menyajikan pemberitaan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berdasarkan fakta dan etika jurnalistik,” tegas Ketua Umum FORSIMEMA, Syamsul Bahri.

Penasihat Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung, Hoky, menilai bahwa forum dialog ini merupakan bukti nyata bahwa hubungan antara lembaga peradilan dan insan pers telah memasuki babak baru yang lebih setara, terbuka, dan konstruktif.

“Dialog antara pimpinan Mahkamah Agung Republik Indonesia dan insan pers lintas organisasi seperti FORSIMEMA dan Ikatan Wartawan Hukum menunjukkan bahwa pola komunikasi satu arah kini telah bertransformasi menjadi dialog yang partisipatif dan saling menghormati. Ini merupakan perkembangan yang sangat positif bagi penguatan demokrasi dan penegakan hukum,” ujar Hoky.

Ia menambahkan bahwa kebebasan pers dan kepatuhan terhadap hukum bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua pilar utama yang harus berjalan beriringan dalam kerangka negara hukum.

“Pers memiliki fungsi kontrol sosial yang sangat penting, sementara lembaga peradilan bertanggung jawab menjaga independensi dan keadilan. Keduanya harus saling menguatkan. FORSIMEMA berkomitmen menjadi jembatan yang objektif menyuarakan fakta sekaligus menjaga marwah institusi peradilan secara konstruktif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hoky juga mengapresiasi rencana penyelenggaraan kegiatan coffee morning secara berkala, yang direncanakan setiap dua bulan sekali antara Mahkamah Agung dan insan pers. Menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam membangun sinergi berkelanjutan serta mendorong langkah-langkah konkret, seperti peningkatan akses informasi, penyusunan pedoman peliputan perkara, dan penguatan forum komunikasi rutin antara Mahkamah Agung dan organisasi pers.

Dengan semakin terbukanya ruang dialog dan komunikasi, FORSIMEMA optimistis bahwa ekosistem informasi hukum di Indonesia akan semakin transparan, berimbang, dan berintegritas, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan keadilan yang kredibel dan dapat dipercaya.

Bareskrim Polri Dalami Dugaan Pemberangkatan Haji Ilegal, 8 Calon Jemaah Digagalkan Berangkat


Jakarta – Satgas Penanganan Haji dan Umrah Illegal terus mendalami dugaan praktik pemberangkatan haji ilegal yang menggunakan modus penyalahgunaan visa tenaga kerja.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni, S.I.K., M.H., M.Han. selaku Kasubsatgas Gakkum Haji, menyampaikan pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.

“Menindaklanjuti tugas sebagai Satgas Haji, kami telah melakukan pemeriksaan pada 18 April bersama rekan-rekan Imigrasi Soekarno-Hatta. Dari hasil tersebut, terdapat 8 orang yang patut diduga melaksanakan kegiatan haji ilegal,” ujar Brigjen Pol. Moh. Irhamni dalam doorstop di Lobby Utama Lantai 1 Bareskrim Polri, Kamis (30/4/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pihak yang diduga terlibat diketahui telah melakukan pemberangkatan kegiatan haji ilegal sebanyak 127 kali sejak 2024.

“Mereka merekrut masyarakat Indonesia untuk diberangkatkan dengan mengatasnamakan visa tenaga kerja. Oleh sebab itu, kami bekerja sama dengan rekan-rekan imigrasi ke depan akan melaksanakan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, serta perusahaan-perusahaan atau PT yang memberangkatkan akan segera kami kejar,” katanya.

Menurutnya, modus yang digunakan adalah menawarkan keberangkatan haji tanpa antrean panjang dengan memanfaatkan visa tenaga kerja.

“Biasanya peserta diiming-imingi bisa berangkat pada tahun yang sama saat mendaftar. Padahal secara normal, keberangkatan haji memerlukan waktu antrean beberapa tahun. Dalam temuan kami, secara administrasi mereka menggunakan visa tenaga kerja, namun ditemukan bukti bahwa tujuan sebenarnya adalah untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini,” jelasnya.

Brigjen Pol. Moh. Irhamni menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh pihak yang terlibat, termasuk agen penyedia administrasi dan pihak yang menyiapkan visa.

“Kami sebagai penyelidik dan penyidik akan mengejar pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaan visa maupun manipulasi administrasi keberangkatan tersebut,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keberangkatan haji secara instan.

“Oleh karena itu, kami memohon dukungan kepada masyarakat agar tidak terpancing apabila diajak atau ditawari untuk mendaftar kepada pihak-pihak tersebut,” pungkasnya.

Terkait perkembangan penanganan, Brigjen Pol. Moh. Irhamni menjelaskan bahwa delapan orang yang diamankan tersebut berbeda dengan tiga orang yang sebelumnya dikabarkan diamankan di Arab Saudi.

“Delapan orang tersebut masih berada di Indonesia dan telah digagalkan keberangkatannya oleh pihak imigrasi. Sementara terkait informasi mengenai tiga orang di Arab Saudi, hal tersebut masih dibahas dalam pertemuan dan akan dijelaskan lebih lanjut oleh pihak terkait,” tutupnya.

Eks Napiter di Banten Ikuti Pelatihan Teknisi AC, Dukung Reintegrasi Sosial

PANDEGLANG — Sebanyak 20 mantan narapidana kasus terorisme (napiter) di Banten mulai menata kembali kehidupan mereka dengan mengikuti pelatihan teknisi Air Conditioner (AC) di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.

Program ini merupakan bagian dari upaya reintegrasi sosial setelah para peserta menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mengakui Pancasila sebagai dasar negara.

Para peserta diketahui merupakan eks anggota Jamaah Islamiyah yang kini berkomitmen meninggalkan paham lama dan memulai kehidupan baru. Pelatihan ini diinisiasi oleh Densus 88 Antiteror Polri dan didukung oleh PT Astra International sebagai bagian dari program pencegahan tindak pidana terorisme sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.

Dept Head Strategic Business Intelligent PT Astra International, Jaka Fernando, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kerja sama berkelanjutan antara Astra dan Densus 88. “Ini merupakan kali keenam pelatihan teknisi AC yang kami selenggarakan bersama Densus 88 untuk para eks napiter dan jaringan teror di Indonesia,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan teknisi AC dipilih karena tingginya kebutuhan perawatan dan servis pendingin udara di Indonesia, baik di rumah tangga maupun gedung perkantoran.

Dalam pelatihan kali ini, sebanyak 19 peserta berasal dari kalangan eks napiter, dengan keterlibatan unsur Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di wilayah Banten. Kolaborasi lintas kelompok ini diharapkan dapat memperkuat proses saling mengenal serta mempercepat reintegrasi sosial di masyarakat.

Selain pembekalan keterampilan, peserta juga diberikan perlengkapan servis AC agar dapat langsung bekerja setelah pelatihan selesai. Program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi sehingga para peserta tidak kembali terhubung dengan jaringan lama.

Pelatihan ini juga melibatkan alumni yang telah berhasil, seperti Kusnadi asal Serang dan Kartono dari Bogor, yang kini berperan sebagai asisten pelatih. Secara keseluruhan, program deradikalisasi melalui pelatihan teknisi AC ini telah memasuki angkatan ke-6.

Sementara itu, Densus 88 kini mengedepankan strategi soft approach dalam penanggulangan terorisme melalui pendekatan kemanusiaan, dialog, serta pendampingan berkelanjutan bagi individu yang sebelumnya terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Pendekatan ini dinilai efektif, tercermin dari capaian zero attack dalam tiga tahun terakhir serta menurunnya angka penangkapan kasus terorisme. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, berbagai pihak berharap upaya penanggulangan terorisme di Indonesia dapat semakin optimal, sehingga tercipta kondisi yang aman dan bebas dari ancaman terorisme.

Peringatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana di Markas Kostrad

Jakarta – Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana yang digelar di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).

Peringatan yang mengusung tema “80 Tahun Persit Kartika Chandra Kirana Berkarya” ini dihadiri oleh Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI Sachono, pejabat utama Kostrad, Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Ibu Ira Fadjar, serta jajaran pengurus dan anggota Persit.

Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, MPICT., selaku Pembina Persit Kartika Chandra Kirana PG Kostrad memberikan sambutan melalui tayangan video. Pada kesempatan tersebut, Pangkostrad menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas dedikasi Persit Kartika Chandra Kirana selama delapan dekade dalam mendukung tugas organisasi dan keluarga besar TNI AD, khususnya Kostrad. Ia menegaskan bahwa Persit memiliki peran penting dalam mendampingi prajurit serta menjaga ketahanan keluarga.

“Pada momentum peringatan delapan dekade dedikasi Persit Kartika Chandra Kirana ini, saya selaku Pembina Persit, mewakili seluruh prajurit Kostrad, baik yang hadir maupun yang sedang bertugas di berbagai wilayah, mengucapkan Dirgahayu ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana,” ujar Pangkostrad.

Pangkostrad juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Persit Kartika Chandra Kirana PG Kostrad atas kontribusinya dalam mendukung organisasi Kostrad sekaligus membina keluarga prajurit agar menjadi keluarga yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Menurutnya, keberhasilan tugas seorang prajurit tidak terlepas dari dukungan, ketenangan, dan doa keluarga di rumah.

Ia berharap anggota Persit terus menjadi pendamping yang setia, teladan dalam keluarga, serta aktif mendukung kemajuan organisasi. “Di balik prajurit yang kuat, terdapat ibu Persit yang hebat. Selamat merayakan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, semoga terus berkarya dan memberikan pengabdian terbaik,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad, Ibu Ira Fadjar, menyampaikan bahwa usia ke-80 menjadi momentum untuk terus memperkuat soliditas, meningkatkan kualitas diri, serta memperluas kepedulian sosial.

Peringatan ini menjadi refleksi perjalanan panjang pengabdian Persit sekaligus penguatan komitmen untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, keluarga prajurit, dan masyarakat luas.

Sebagai wujud rasa syukur, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, Ibu Ira M.Fadjar beserta Wakil Ketua Ibu Lusi Sachono melaksanakan pemotongan tumpeng, yang kemudian diserahkan kepada dua anggota Persit KCK PG Kostrad yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun, yaitu:
1. Ny. Nining Maryani, istri Mayor CZI Parman Priatna, dengan masa bakti 32 tahun.
2. Ny. Karolina, istri Mayor Inf Bahrun Luwitono, dengan masa bakti 36 tahun.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, juga memberikan apresiasi berupa Tabungan Prestasi kepada 6 anak berprestasi di lingkungan PG Kostrad.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 ini, turut dilaksanakan pemberian tali asih kepada 46 orang pengidap sakit berat serta 48 anak berkebutuhan khusus di jajaran PG Kostrad sebagai bentuk kepedulian dan dukungan sosial.

Acara semakin meriah dengan penampilan medley lagu dan tari nusantara yang dibawakan oleh anggota Persit KCK PG Kostrad, dan ditutup dengan pembagian doorprize. (Penkostrad).


Tempa Fisik Prajurit, Lanal Dumai Gelar Samapta Periode I Tahun 2026

TNI AL, Dumai- Dalam rangka menjaga kesiapan fisik serta mengukur kemampuan Jasmani, Prajurit dan PNS Pangkalan TNI Angkatan Laut Dumai melaksanakan Tes Samapta Periode I Tahun 2026 yang dilaksanakan di Mako Lanal Dumai, Jalan Yos Sudarso No. 01, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Kamis (30/04/2026).

Pelaksanaan samapta rutin diawali dengan pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tensi oleh Tim Kesehatan Lanal Dumai dilanjutkan dengan peregangan otot/pemanasan yang dipimpin oleh Tim Binjas Lanal Dumai.
Adapun materi dalam pelaksanaan samapta meliputi Baterai A yaitu Lari 12 menit dan Baterai B yaitu Pull Up, Sit Up, Push Up, dan Shuttle Run yang diikuti Personel Militer dan PNS Lanal Dumai.

Komandan Pangkalan TNI AL Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S., menyampaikan bahwa kegiatan samapta ini rutin dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun yang bersifat wajib bagi seluruh Prajurit dan PNS di lingkungan TNI AL yang bertujuan membina dan menjaga ketahanan fisik prajurit untuk mendukung tugas pokok sebagai Prajurit Jalasena.

(Pen Lanal Dumai)

PB Muaythai Indonesia Fokus Kejuaraan Dunia di Malaysia, Cetak Rekor Pengiriman Atlet

JAKARTA — Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) terus menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan tim nasional menghadapi ajang bergengsi IFMA Senior World Championship dan IFMA School World Championship 2026 yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada bulan Juni mendatang.

Melalui program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Mandiri, PBMI telah memanggil atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia untuk menjalani persiapan intensif di daerah masing-masing.

Program ini dirancang untuk memastikan kesiapan optimal seluruh atlet, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental, sebelum bertanding di level dunia.

Ketua Umum PBMI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan bahwa fokus utama organisasi saat ini adalah pembinaan atlet secara menyeluruh dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa setelah mendapatkan kepercayaan untuk memimpin kembali sebagai ketua umum, seluruh energi PBMI diarahkan pada peningkatan kualitas atlet dan sistem pembinaan nasional.

“Fokus kami hari ini sangat jelas, yaitu mempersiapkan atlet sebaik mungkin untuk tampil di kejuaraan dunia. Kami ingin memastikan bahwa setiap atlet yang berangkat membawa kesiapan terbaik, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan teknik. Ini adalah tentang membangun standar baru bagi Muaythai Indonesia,” ujar LaNyalla, Kamis (30/4/2026).

Jumlah atlet yang dipersiapkan terus menunjukkan peningkatan signifikan. Selain daftar atlet yang telah dipanggil secara resmi, PBMI juga menerima data tambahan atlet susulan yang kini tengah diproses, sehingga total sementara mencapai sekitar 30 atlet. 

Tidak hanya itu, PBMI juga menyiapkan penguatan dari sisi perangkat pertandingan dengan menambah empat orang untuk pelatihan wasit dan juri, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas ekosistem olahraga Muaythai secara menyeluruh.

Di samping itu, terdapat pula atlet-atlet muda potensial yang diproyeksikan untuk tampil dalam kejuaraan di Malaysia sebagai bagian dari strategi regenerasi nasional. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan berjenjang dan berkelanjutan.

Menurut LaNyalla, keikutsertaan Indonesia dalam ajang tahun ini mencatatkan sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya, Indonesia mengirimkan jumlah atlet yang sangat besar ke kejuaraan dunia Muaythai, sebuah pencapaian yang mencerminkan perkembangan pesat pembinaan di dalam negeri.

“Ini adalah rekor dan sebuah kebanggaan. Untuk pertama kalinya Indonesia hadir dengan jumlah atlet yang besar di kejuaraan dunia Muaythai. Ini bukan sekadar kuantitas, tetapi menunjukkan bahwa sistem pembinaan kita berjalan, bahwa daerah bergerak, dan bahwa atlet-atlet kita siap bersaing di level tertinggi,” tegasnya.

Pria yang juga Senator asal Jawa Timur itu juga menambahkan bahwa PBMI tidak hanya berorientasi pada hasil instan, melainkan membangun fondasi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan baru di kancah Muaythai dunia.

“Kami tidak sedang membangun tim untuk satu kejuaraan saja, tetapi membangun masa depan Muaythai Indonesia. Atlet-atlet muda yang kita siapkan hari ini adalah investasi jangka panjang. Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan semua pihak, saya yakin Indonesia akan semakin diperhitungkan di tingkat internasional,” tutup LaNyalla.

Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, PB Muaythai Indonesia optimistis dapat meraih hasil maksimal sekaligus menorehkan prestasi membanggakan bagi bangsa di ajang dunia yang akan datang.(*)

Sambangi Warga Jakapermai Bhabinkamtibmas Jakasampurna Polsek Bekasi Barat Sampaikan Pesan Kamtibmas

Kota Bekasi - Bhabinkamtibmas Kelurahan Jakasampurna, Aiptu Sulistanto, bersama Panit Binmas Aiptu Ratmoko, melaksanakan kegiatan sambang warga di Jalan Sriwijaya, Jakapermai, RW 06B, pada Kamis (30/4/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya cooling system guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Dalam kunjungannya, petugas menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada warga, khususnya menjelang peringatan Hari Buruh. Warga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama berita hoaks yang beredar di media sosial dan mengajak untuk melakukan aksi unjuk rasa ke Jakarta.

Aiptu Sulistanto menegaskan pentingnya sikap bijak dalam menerima dan menyaring informasi, serta mengedepankan komunikasi yang baik demi menjaga lingkungan tetap aman dan damai. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang harmonis di wilayah Jakasampurna.