View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Senin, 28 September 2026

PEWARNA Indonesia Audiensi dengan Kemenag, Bahas Kerukunan hingga Jelajah Budaya Jawa-Bali


JAKARTA – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., di Gedung Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Audiensi yang berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB tersebut membahas sejumlah program PEWARNA Indonesia, mulai dari kegiatan jurnalistik, keagamaan, sosial dan budaya hingga program yang berkaitan dengan kerukunan dan kehidupan kebangsaan.

Rombongan dipimpin Dr. Antonius Natan selaku Ketua Panitia Pelaksana. Hadir pula Luther Sembiring, S.Sos., M.M.; Y. Suwidodo selaku Sekretaris Daerah PEWARNA Indonesia DKI Jakarta; Pdt. Herru Widjaja selaku Pembina PEWARNA Indonesia DKI Jakarta; serta Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D selaku Ketua PEWARNA Indonesia DKI Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, PEWARNA menyampaikan bahwa audiensi tidak semata-mata dimaksudkan untuk menyampaikan program, tetapi juga membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah.

“Kami datang bukan hanya untuk meminta, tetapi juga menawarkan sinergi dan kontribusi. Apa yang dapat kami lakukan melalui media dan kegiatan PEWARNA akan kami upayakan untuk mendukung kepentingan masyarakat dan kehidupan kebangsaan,” demikian disampaikan dalam audiensi.

Pers dan Ruang Publik

Dalam dialog tersebut, PEWARNA menyampaikan peran media dalam menjaga kualitas ruang publik di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama, budaya dan sosial yang beragam.

Media, menurut organisasi tersebut, dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, tokoh agama dan masyarakat. Untuk itu, pemberitaan perlu tetap mengedepankan prinsip jurnalistik, verifikasi dan keberimbangan.

PEWARNA juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong pemberitaan yang membawa nilai kebenaran, keadilan, kasih, persatuan dan keberagaman.

Apresiasi Tokoh dan Jelajah Budaya

Salah satu program yang dibahas adalah Apresiasi PEWARNA Indonesia (API) serta DOA PEWARNA Jelajah Budaya Jawa-Bali.

API diarahkan untuk memberikan apresiasi kepada tokoh yang memiliki kontribusi bagi masyarakat dan bangsa. PEWARNA menyebut apresiasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada tokoh dari kalangan Kristen dan Katolik, tetapi juga dapat melibatkan tokoh dari agama lain dalam konteks persahabatan dan kebangsaan.

Sementara itu, program Jelajah Budaya Jawa-Bali direncanakan berlangsung secara estafet di tujuh provinsi. Kegiatan tersebut akan memadukan doa lintas agama dengan pagelaran seni dan budaya.

Menurut PEWARNA, pengenalan sejarah dan budaya dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.

Perhatian terhadap Tokoh di Daerah

Dalam audiensi juga dibahas pentingnya memberikan ruang kepada masyarakat yang selama ini berkontribusi tetapi belum banyak dikenal publik.

PEWARNA menyebut guru, petani, pekerja, pelayan masyarakat serta mereka yang bertugas di wilayah terpencil dan perbatasan sebagai bagian dari kelompok yang juga memiliki kontribusi bagi bangsa.

Organisasi tersebut menilai media memiliki kemampuan untuk memperkenalkan kiprah mereka kepada masyarakat melalui pemberitaan.

Sejarah dan Situs Keagamaan

PEWARNA turut menyampaikan kegiatan mereka dalam mendokumentasikan sejarah Kekristenan pribumi di Jawa melalui penulisan dan kegiatan budaya.

Salah satunya adalah kajian mengenai tokoh-tokoh dalam sejarah Kekristenan Jawa yang dikaitkan dengan perjalanan sejarah masyarakat di Jawa pada abad ke-19.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas perhatian terhadap situs-situs sejarah keagamaan, termasuk makam tokoh agama.

PEWARNA menceritakan pengalaman melakukan perawatan dan renovasi makam tokoh sejarah di Jepara yang sebelumnya kurang terawat.

Pembahasan tersebut kemudian berkembang pada gagasan bahwa situs keagamaan tidak hanya berupa bangunan ibadah, tetapi juga dapat mencakup lokasi pemakaman tokoh yang memiliki nilai sejarah.

Koordinasi dengan Pembimas

Untuk kegiatan di daerah, PEWARNA menyampaikan kebutuhan koordinasi dengan jajaran Kementerian Agama, khususnya Pembimas Kristen.

Organisasi tersebut mengusulkan adanya rekomendasi untuk penyelenggaraan program DOA PEWARNA dan Jelajah Budaya Jawa-Bali. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat membantu koordinasi dengan Pembimas dan pemerintah daerah di lokasi kegiatan.

Selain itu, pengurus daerah PEWARNA akan melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Dalam dialog tersebut, pihak Kementerian Agama memberikan ruang untuk pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme rekomendasi dan koordinasi sesuai kewenangan.

Pengalaman Edukasi dan Advokasi

Selain program budaya dan keagamaan, PEWARNA menyampaikan pengalaman melakukan edukasi dan advokasi di tengah persoalan sosial di masyarakat.

Menurut organisasi tersebut, penyelesaian persoalan yang menyangkut hubungan antarwarga tidak selalu cukup dilakukan melalui pendekatan hukum. Dialog, komunikasi dan pencarian solusi bersama juga diperlukan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.

PEWARNA mencontohkan pengalaman pendampingan persoalan masyarakat di Rajeg, Banten, yang menurut mereka diselesaikan melalui komunikasi dengan berbagai pihak.

Organisasi tersebut menekankan pentingnya mendinginkan situasi serta mencari jalan keluar yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas dan kehidupan beragama secara tertib.

Memperluas Jejaring

Dalam audiensi, PEWARNA juga menyampaikan pengalaman penyelenggaraan kegiatan di sejumlah daerah, termasuk Bali dan Palangka Raya.

Kegiatan di berbagai daerah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring organisasi sekaligus mengenalkan tokoh dan budaya lokal kepada publik.

Dengan jaringan wartawan yang berasal dari berbagai platform media, PEWARNA melihat terdapat ruang untuk memperkuat penyebaran informasi mengenai kegiatan sosial, keagamaan, budaya dan kebangsaan.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih berkelanjutan antara PEWARNA Indonesia dan Kementerian Agama.

Bagi PEWARNA, kerja sama tersebut bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga membangun komunikasi publik yang sehat serta mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat kerukunan dan kebangsaan.

Ops Antik Krakatau 2026, Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba dan Sita 85,9 Kilogram Sabu

Lampung Selatan – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung bersama jajaran Polres berhasil mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan narkotika dalam pelaksanaan Operasi Antik Krakatau 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 September 2026.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 779 personel dilibatkan, terdiri dari 160 personel Satgas Polda Lampung dan 619 personel Satgas Polres jajaran.

Berdasarkan hasil konferensi pers Polda Lampung, Senin (28/9/2026), tercatat sebanyak 379 kasus narkotika berhasil diungkap dengan jumlah 530 tersangka yang diamankan.

Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengungkap 81 target operasi (TO) orang atau mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan, serta mengungkap 449 orang non-target operasi. Selain itu, polisi juga berhasil mengungkap 81 TO tempat dan 298 tempat non-TO.

Dalam operasi ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti narkotika dan barang terkait lainnya, dengan rincian:

Sabu-sabu: 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram

Ganja: 49,34 gram serta 8 batang pohon ganja

Ekstasi: 274 butir dan 2,37 gram

Obat-obatan: 309 butir

Tembakau sintetis: 463,6 gram

Etomadate: 1.309 pcs

Uang tunai: Rp67.781.000

Kendaraan roda dua: 27 unit

Kendaraan roda empat: 9 unit


Total nilai ekonomis dari seluruh barang bukti yang berhasil disita mencapai Rp158.838.252.000.

Polda Lampung memperkirakan hasil pengungkapan tersebut dapat menyelamatkan sekitar 432.356 jiwa dari dampak penyalahgunaan narkotika.

Para tersangka dijerat dengan sejumlah ketentuan hukum sesuai peran dan barang bukti yang ditemukan, di antaranya Pasal 609 ayat (2) huruf A dan huruf B UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 612 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 jo Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Antik Krakatau 2026 atas keberhasilan mengungkap ratusan kasus narkotika di wilayah hukum Polda Lampung.

Menurut Kapolda, pemberantasan peredaran narkotika membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika. Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama," ujar  Helfi.

Kapolda Lampung juga mengimbau masyarakat Lampung untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau penanganan cepat dari petugas.

"Masyarakat Lampung dapat menggunakan layanan Polisi 110 dan Siger Presisi Lampung apabila membutuhkan layanan kepolisian yang cepat. Kami berharap kehadiran layanan ini dapat semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bantuan dan pelayanan kepolisian," ujar Kapolda.

Helfi menambahkan, partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta membantu kepolisian dalam mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas, termasuk peredaran narkotika.

Tim Terjun Payung Polri Bawa Indonesia Raih Tiga Medali di 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026


BOGOR - Tim Terjun Payung Polri yang memperkuat Tim Nasional Indonesia berhasil meraih satu medali emas dan dua medali perak pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026. Capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi Indonesia sekaligus menunjukkan kontribusi Persatuan Terjung Payung (PTP) Polri dalam pembinaan atlet dan membawa nama Merah Putih di tingkat Asia.

2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 berlangsung pada 17 sampai 20 September 2026 di Gedung Soemardhi Simulator Terjun Payung, Wind Tunnel Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kejuaraan ini merupakan FAI Category 1 dan menjadi salah satu ajang tertinggi olahraga dirgantara di dunia.

Ketua Komite Terjun Payung PB FASI Irvan Zuladry dalam keterangannya, 28 September 2026, mengatakan kejuaraan FAI tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia. Dalam konteks nilai prestasi olahraga, Irvan mengibaratkannya dengan cabang olahraga pada Asian Games, meskipun Asian Games merupakan multi-event, sedangkan kejuaraan FAI merupakan single-event.

Indonesia sebelumnya menjadi tuan rumah kejuaraan FAI pada 1991 dan 1996, sebelum kembali dipercaya menyelenggarakan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026. Penyelenggaraan ini didukung Wind Tunnel Korbrimob Polri yang memenuhi persyaratan internasional FAI.

Dalam kejuaraan tersebut, personel Polri yang tergabung dalam Tim Nasional Indonesia turut menorehkan prestasi, dengan raihan:

*1. Juara 1, Medali Emas, 4 Way Formation Skydiving Open*

* Briptu Ichiko Wuryantoro Putro
* Briptu Muhamad Fadhly Nugroho
* Bripda Ridwansyah
* Bharatu Imam Ramdhan
* Bharada Muhammad Apriliansyah

*2. Juara 2, Medali Perak, 4 Way Formation Skydiving Female*

* Brigpol Nur Fauziah Anwari Puteri
* Bripda Regina Valeria Sanam
* Bripda Imelya Cahya Pramdita
* Sertu Tismaenah
* Sertu Ayu Fitria Handriani

*3. Juara 2, Medali Perak, 4 Way Vertical Formation Skydiving*

* Briptu Wildan Aditya Nugraha Mukti
* Bharatu Husain
* Bharatu Kms Aldi
* Bharatu David Redonsen
* Bharada Saidul Mahdi Firja

Capaian tersebut meningkat dibandingkan 1st FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2024 di Makau yang menghasilkan satu medali perak dan satu medali perunggu. Medali emas 2026 juga diraih setelah Tim Indonesia mengungguli Tim China yang menurut Irvan sebelumnya memiliki catatan sebagai juara dunia pada nomor tersebut.

"Ke depan kita akan terus melakukan continuous improvement, baik dari perolehan medali maupun penyelenggaraan. Untuk dua tahun ke depan, kami akan meningkatkan program latihan secara lebih intensif, termasuk mendatangkan pelatih yang memiliki prestasi di tingkat dunia untuk meningkatkan kemampuan atlet,” ujar Irvan.

Irvan turut mengapresiasi dukungan Polri, khususnya Kapolri, PTP Polri dan Korbrimob Polri dalam penyelenggaraan serta pembinaan atlet.

"Kami memberikan apresiasi kepada pimpinan Polri, khususnya Kapolri serta PTP Polri dan Korbrimob Polri, atas dukungan dalam penyelenggaraan maupun perolehan medali. Timnas Indonesia diwakili oleh atlet-atlet Polri. Kami berkolaborasi untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah olahraga indoor skydiving,” ungkapnya.

Selain kejuaraan FAI, Indonesia juga menyelenggarakan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup II Tahun 2026 yang diikuti *382 peserta dalam 156 tim 

Pada Kelas Nasional, tim-tim Polri mendominasi podium dengan raihan *empat medali emas, lima medali perak dan lima medali perunggu.

Sementara pada Kelas International Open, tim yang secara eksplisit tercatat dari unsur Polri meraih tiga medali emas dan satu medali perak, termasuk melalui Polwan Korbrimob Polri dan tim Korbrimob Polri. 

Capaian tersebut menunjukkan bahwa Kapolri Cup II menjadi wadah pembinaan dan kompetisi, sementara 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 menjadi panggung bagi atlet Indonesia untuk membawa nama bangsa pada kejuaraan FAI tingkat Asia.

Kontingen Terjun Payung Polri yang memperkuat Tim Nasional Indonesia pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 terdiri atas:

*Ketua Umum Persatuan Terjun Payung Polri (PTPPOLRI):*
• Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H.

*Ketua Kontingen:*
• Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, S.E.
• Brigjen Pol. Mulyadi, S.I.K., M.H.
• Irvan Zuladry, S.H., M.M. (FASI)

*Manager Team:*
• Brigjen Pol. Christiyanto Goetomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han.
• Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima, S.I.K., S.H.
• Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto, S.I.K.

*Official:*
• Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora, S.I.K., M.Si.
• Ipda Muhammad Rifky Akmal Ramadhan, B.M.C.
• Ardya Rifiantara (FASI)

*Pelatih:*
• Kompol Anjiel Faozi, S.H.
• Iptu M. Ibrohim, S.H.
• Iptu Alfyan Syahvidi, S.H.

*Katim Atlet:*
• Kompol Sang Ngurah Wiratama, S.H., S.I.K., M.Si., M.Han.
• Kompol Reynando Hutapea, S.I.K., M.M.

Keberhasilan meraih satu medali emas dan dua medali perak pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026, ditambah dominasi tim Polri pada Kapolri Cup II, menjadi bagian dari perkembangan olahraga indoor skydiving Indonesia serta kontribusi PTP Polri dalam membawa nama bangsa di kancah internasional.

Karo Watpres SSDM Polri: SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara Terima Siswa Asing Anak Diplomat

Jakarta-Mabes Polri meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) Tahun Ajaran 2027/2028, Senin (28/9/2026). 

Tahun ini, sekolah tersebut mengincar siswa asing yang merupakan anak diplomat. 

Peluncuran berlangsung di Mabes Polri dan dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo serta dihadiri Sekretaris Eksekutif Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB) Dirgayuza Setiawan. 

Karo Watpres SSDM Polri Irjen Pol Budhi Herdi Susianto., S.H., S.I.K., M.Si mengatakan metode penerimaan murid baru SMA KTB tahun ini seperti pada umumnya, yakni berdasarkan nilai rapor. 

“Kami mempersyaratkan siswa lulusan SMP yang memiliki nilai rapor kelas satu, ulangi, semester 1 sampai dengan semester 4, rata-rata 80 untuk tiga mata pelajaran, yakni Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris” kata Irjen Pol Budhi kepada wartawan di Mabes Polri.

Irjen Pol Budhi Herdi mengatakan, target penerimaan siswa tidak hanya untuk dalam negeri, tetapi juga siswa asing yang merupakan anak atase kepolisian maupun diplomat yang sedang bertugas di Indonesia. 

“Dengan demikian, status World School yang melekat di SMA KTB ini memang benar-benar bisa terbuka untuk umum, jelasnya. 

Kemudian, Irjen Pol Budhi menegaskan bahwa siswa asing yang masuk ke SMA KTB tidak menerima beasiswa. 

Menurut Karo Watpres , beasiswa hanya diberikan kepada siswa warga negara Indonesia (WNI). 

Penerimaan siswa asing tersebut tidak akan mengurangi kuota yang akan diterima.

Irjen Pol Budhi Herdi mengatakan, target penerimaan siswa tidak hanya untuk dalam negeri, tetapi juga siswa asing yang merupakan anak atase kepolisian maupun diplomat yang sedang bertugas di Indonesia. 

“Dengan demikian, status World School yang melekat di SMA KTB ini memang benar-benar bisa terbuka untuk umum, jelasnya. 

Kemudian, Irjen Pol Budhi menegaskan bahwa siswa asing yang masuk ke SMA KTB tidak menerima beasiswa. 

Menurut Karo Watpres , beasiswa hanya diberikan kepada siswa warga negara Indonesia (WNI). 

Penerimaan siswa asing tersebut tidak akan mengurangi kuota yang akan diterima.

Menurut Karo Watpres," beasiswa hanya diberikan kepada siswa warga negara Indonesia (WNI). Penerimaan siswa asing tersebut tidak akan mengurangi kuota yang akan diterima di SMA KTB. 

Lebih Lanjut Irjen Pol Budhi mengatakan, penerimaan tahun ini ditargetkan menyasar siswa asing yang merupakan anak atase kepolisian maupun diplomat yang bertugas di Indonesia. 

“Kami juga akan menjajaki SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) ini untuk bisa bekerja sama dan juga bisa menerima siswa-siswa dari warga negara asing, khususnya dari yang yang menetap di Indonesia.

Kami juga akan menjajaki SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) ini untuk bisa bekerja sama dan juga bisa menerima siswa-siswa dari warga negara asing, khususnya dari yang kami prioritaskan adalah mitra-mitra Polri, yakni atase-atase kepolisian maupun diplomat-diplomat yang ada di Indonesia,” terang Karo Watpres. 

Dengan demikian, kata Irjen Pol Budhi, status World School yang melekat pada SMA KTB dapat benar-benar terbuka bagi masyarakat umum. 

Meski ditargetkan untuk siswa asing, Irjen Pol Budhi mengatakan mereka tidak menerima program beasiswa. Menurut Irjen Pol Budhi, program ini khusus beasiswa.

Meski ditargetkan untuk siswa asing, Irjen Pol Budhi mengatakan mereka tidak menerima program beasiswa. Menurut Irjen Pol Budhi, program beasiswa tersebut diberikan kepada siswa Warga negara Indonesia (WNI). 

“Beasiswa hanya diberikan kepada warga negara Indonesia dan tidak mengurangi kuota dari warga negara Indonesia yang akan kita didik di SMA Kemala Taruna Bhayangkara,” tutup Irjen Pol Budhi Herdi Susianto.

Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Humanis FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK

JAKARTA — Polda Metro Jaya menyiapkan pelayanan dan pengamanan dua pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (28/9/2026). 

Laga Singapura melawan Bangladesh berlangsung pukul 16.00 WIB, dilanjutkan Malaysia menghadapi Indonesia pukul 19.30 WIB.

Sebanyak 2.373 personel dilibatkan dalam Operasi Garuda Bakti 2026. Pengamanan dilakukan mulai dari hotel tim dan ofisial, rute perjalanan, pintu masuk, area stadion, hingga pengaturan lalu lintas di sekitar GBK.

Pelaksanaan pengamanan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, tetap profesional, prosedural, tegas, dan terukur, dengan keselamatan sebagai prioritas utama. Koordinasi juga dilakukan bersama panitia penyelenggara dan unsur terkait agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Penonton diimbau mengikuti pemeriksaan di pintu masuk, tidak membawa barang berbahaya atau terlarang, serta mengikuti arahan petugas. 

Rekayasa lalu lintas di sekitar GBK diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.

Polda Metro Jaya mengajak seluruh suporter menjaga suasana pertandingan tetap aman, tertib, dan sportif. 

Penonton juga diharapkan menggunakan kantong parkir yang tersedia serta bersama-sama memberikan dukungan terbaik kepada Timnas Indonesia.

Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Bekasi Selatan Perkuat Patroli Malam Cegah 3C, Tawuran dan Balap Liar

Bekasi Kota – Jajaran Polsek Bekasi Selatan terus mengoptimalkan Program Jaga Jakarta On The Spot melalui kegiatan patroli Cipta Kondisi sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu malam (27/9/2026) tersebut melibatkan sebanyak 10 personel yang dipimpin oleh IPTU Yulianto, S.H. Personel menyambangi dan melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Patroli difokuskan untuk mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan konvensional, khususnya 3C (curat, curas, dan curanmor), tawuran antar kelompok maupun pelajar, serta aksi balap liar yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Selain patroli mobile, personel juga melaksanakan razia stasioner secara selektif dan humanis dengan sasaran kepemilikan senjata tajam, senjata api ilegal, narkotika, serta barang-barang lain yang berpotensi digunakan untuk melakukan tindak pidana.

IPTU Yulianto, S.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menghadirkan rasa aman melalui kehadiran personel di tengah aktivitas masyarakat.

“Patroli Cipta Kondisi ini kami laksanakan secara konsisten sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ujar IPTU Yulianto.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, sehingga setiap perkembangan situasi dapat segera diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih luas.

“Harapan kami, dengan kehadiran polisi di lapangan, masyarakat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitasnya. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan keamanan,” tambahnya.

Dari hasil pelaksanaan patroli dan razia stasioner, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Bekasi Selatan berjalan aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya pelanggaran pidana maupun barang-barang bahaya yang berpotensi terhadap gangguan keamanan.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Polsek Bekasi Selatan dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui langkah-langkah preventif, terukur, dan berkesinambungan.

Lewat 'Jaga Jakarta On The Spot', Polsek Pondok Gede Bentengi Pelajar dari Bahaya Narkoba dan Tawuran

BEKASI – Jajaran Polsek Pondok Gede menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan dan edukasi bertajuk program "Jaga Pelajar" di SMKS Bhakti Persada, Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Senin (28/9/2026).

Langkah proaktif dalam rangka kegiatan Jaga Jakarta On The Spot ini dipimpin langsung oleh Kanit Lantas Polsek Pondok Gede, AKP Parlan, bersama sejumlah anggotanya untuk mensosialisasikan Maklumat Kapolres Metro Bekasi Kota. Maklumat tersebut berfokus pada perlindungan anak-anak pelajar agar tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa yang mengandung unsur berbahaya dan kekerasan.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Parlan menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keselamatan para generasi muda dari potensi eksploitasi pihak luar.

"Kami ingin memastikan para pelajar terlindungi dan tidak dimanfaatkan dalam aksi unjuk rasa yang menjurus pada tindakan anarkis," ujar AKP Parlan di hadapan para siswa SMKS Bhakti Persada. 

Selain melarang keterlibatan dalam demonstrasi yang berisiko, pihak kepolisian juga memberikan penyuluhan mendalam mengenai bahaya nyata penyalahgunaan narkoba. AKP Parlan mengajak seluruh siswa SMKS Bhakti Persada untuk aktif mencegah aksi tawuran serta menjauhi segala bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan mereka.