View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Rabu, 30 September 2026

Dua Polres di Bekasi Raya Terbitkan Edaran Bersama, Libatkan Dunia Usaha Lindungi Pelajar

Kabarindorayanews.com-
Bekasi — Polres Metro Bekasi Kota dan Polres Metro Bekasi menerbitkan surat edaran bersama untuk melindungi siswa SMK yang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) dari kegiatan unjuk rasa yang mengandung unsur bahaya dan kekerasan. Edaran tersebut dibahas bersama Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Kadin, APINDO, dan pelaku usaha di kawasan Grand Wisata, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/9/2026).

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, forum tersebut membantu kepolisian memahami dinamika pendidikan SMK dan kondisi siswa di lingkungan perusahaan. “Kami perlu mendengar langsung persoalan yang dihadapi perusahaan dan unsur pendidikan dalam mendampingi siswa. Masukan itu membantu kepolisian menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi di lapangan, sekaligus memperjelas apa yang dapat kita kerjakan bersama untuk melindungi pelajar,” kata Putu Kholis.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga pelajar sebagai aset bangsa. Perlindungan tersebut juga mendukung upaya pemerintah menyiapkan generasi emas.

“Kita perlu mencari solusi bersama agar anak-anak tidak menjadi korban eksploitasi kelompok yang memanfaatkan mereka untuk kegiatan berbahaya. Pendampingan diperlukan agar mereka mampu mengenali ajakan yang berisiko dan mengambil keputusan yang tepat. Kolaborasi ini penting untuk melindungi pelajar sekaligus mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif,” kata Andi Oddang.

Edaran yang ditandatangani kedua kapolres itu ditujukan kepada pimpinan perusahaan swasta dan instansi pemerintah yang menerima siswa PKL. Isinya meminta penerima siswa mengutamakan keselamatan anak, tidak memberikan izin untuk kegiatan yang tidak jelas di luar lingkungan PKL, serta tidak mengikutsertakan mereka dalam aksi unjuk rasa.

Perusahaan dan instansi juga diminta mewaspadai hasutan, ajakan konvoi, dan provokasi digital, serta memastikan siswa langsung kembali ke rumah dengan aman setelah jam PKL selesai. Pelaksanaannya membutuhkan komunikasi antara pembimbing, sekolah, orang tua, dan kepolisian, sejalan dengan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang digagas Kapolda Metro Jaya.

Nota kesepahaman atau MoU yang akan disusun menjadi landasan pembagian peran dan jalur koordinasi antarpihak. Kerja sama tersebut diharapkan memudahkan tindak lanjut apabila ditemukan risiko terhadap keselamatan siswa, sehingga pengawasan tidak berhenti pada penerbitan edaran.

“Sebagai bangsa yang besar, kita ingin melihat anak-anak kita tumbuh menjadi orang-orang hebat yang membawa Indonesia terus maju. Harapan itu perlu kita dukung dengan tindakan nyata hari ini, agar mereka dapat belajar dengan aman dan memiliki kesempatan untuk berkarya,” ujar Andi Oddang.

Wakapolri Dorong Sepolwan Naik Level: Cara Belajar Berubah, Polwan Disiapkan Hadapi Tantangan Modern

Kabarindorayanews.com-
JAKARTA – Cara belajar calon Polisi Wanita (Polwan) di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri terus berubah. Outcome Based Education (OBE) dan Learning Management System (LMS) kini menjadi bagian dari transformasi pendidikan untuk memastikan siswa tidak hanya memahami materi, tetapi memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan saat bertugas di tengah masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. saat mengunjungi Sepolwan Lemdiklat Polri, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Wakapolri menyapa dan berdialog langsung dengan para siswa, termasuk Polwan yang memiliki prestasi di bidang akademik, bahasa dan olahraga. Ia juga mengunjungi kelas digital, kelas judo, kelas menembak dan dormitory untuk melihat langsung proses pendidikan sekaligus kehidupan siswa.

“Masyarakat berubah, tantangan berubah, maka cara kita belajar juga harus berubah. Polwan ke depan harus mampu menggunakan teknologi, berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik dan memahami kebutuhan masyarakat,” ujar Wakapolri.

OBE mengubah orientasi pendidikan dari sekadar menyampaikan materi menjadi memastikan kompetensi siswa benar-benar terbentuk.

Siswa didorong memahami apa yang harus mereka kuasai, bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dan bagaimana menerapkannya dalam situasi nyata.

Sementara LMS menjadi bagian dari digitalisasi pendidikan yang memperluas ruang belajar. Dengan sistem tersebut, siswa dapat mengakses materi, mengikuti pembelajaran, berdiskusi dan mendapatkan evaluasi secara lebih terintegrasi.

Kasepolwan Lemdiklat Polri Kombes Pol. Dr. Melda Yanny, S.I.K., M.H. mengatakan penggunaan laptop, OBE dan LMS telah diterapkan dalam proses pembelajaran.

“Siswa sekarang merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu proses pembelajaran juga harus melibatkan teknologi. 

Pengajar menjadi fasilitator, sementara siswa didorong untuk aktif berdiskusi dan berpikir kritis,” jelas Melda.

Wakapolri pun mengingatkan siswa agar memanfaatkan teknologi untuk memperluas pengetahuan.

“Jangan hanya menjadi siswa yang menunggu diberi tahu. Jadilah pembelajar yang aktif. Teknologi sudah memberikan begitu banyak sumber pengetahuan. Gunakan itu untuk memperkuat kemampuan kalian,” pesan Wakapolri.

Belajar di Kelas, Menguji di Lapangan

Wakapolri menekankan agar pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan melalui latihan kerja (latja).

Salah satu kemampuan yang harus diperkuat adalah komunikasi. Polwan harus mampu mendengarkan masyarakat, menjelaskan kebijakan dan berkomunikasi secara tepat sesuai kewenangan.

Kemampuan tersebut semakin penting ketika Polri terlibat dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk perlindungan sosial.

“Polisi bekerja dengan masyarakat. Karena itu kemampuan komunikasi menjadi kompetensi utama. Apa yang dipelajari di kelas harus bisa dibawa ke lapangan,” kata Wakapolri.

Dalam kunjungannya, Wakapolri tidak hanya melihat proses pembelajaran, tetapi menyapa dan berdialog langsung dengan siswa.

Wakapolri menggali pengalaman, prestasi dan kemampuan yang mereka miliki, sekaligus memberikan motivasi agar para siswa tidak berhenti mengembangkan diri.

Salah satunya Fransina Putri Iriani Blesya, Nosis 184, kelas 3B, siswa kiriman Polda Papua Barat Daya.

Fransina merupakan lulusan SMA dengan Kurikulum Merdeka dan pernah memperoleh beasiswa penuh Pemerintah New South Wales untuk menempuh Bachelor of Chemical Engineering di Macquarie University, Sydney, Australia.

Ia menguasai Bahasa Inggris aktif dan Bahasa Spanyol pasif serta memiliki prestasi OSN-P Ekonomi, OSN-P Astronomi, Olimpiade Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin, Paskibraka tingkat provinsi dan Exhibition NZ Science.

Ayahnya, Eduard Blesya, bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya, Supriyani, merupakan guru.

9 Siswa Sepolwan Berlaga di Ajang Internasional

Talenta siswa juga terlihat dari 9 siswa yang mengikuti kompetisi olahraga internasional.

Sebanyak 8 siswa mengikuti ASEAN Games di Jepang, sedangkan 1 siswa mengikuti Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China dan Chili.

Tinju – ASEAN Games Jepang

* Nabila – Nosis 648, Kelas 2F.

Hockey – ASEAN Games Jepang

* Fatma Sri Hapsari – Nosis 417, Kelas 2D.
* Dea Destian – Nosis 444, Kelas 3D.
* Natasya Naiborhu – Nosis 400, Kelas 1D.
* Richa Azlia – Nosis 649, Kelas 2F.
* Asri Dewi Prasasti – Nosis 675, Kelas 3F.
* Innes Aditiya – Nosis 324, Kelas 3C.

Balap Sepeda – ASEAN Games Jepang

* Ayustina Delia Priatna – Nosis 338, Kelas 4C.

Panjat Tebing – Kejuaraan Dunia

* Kadek Adi Asih – Nosis 066, Kelas 3A.

Keberadaan para siswa tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Polwan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan prestasi di luar kompetensi kepolisian.

Di bidang bahasa asing terdapat siswa yang menguasai Bahasa Inggris, Arab, Turki dan Spanyol. Di bidang olahraga terdapat pengalaman internasional dalam cabang downhill, kabaddi, judo, futsal, dayung, karate, panjat tebing, bulutangkis, hockey, menembak dan kick boxing.

Prestasi nasional juga tercatat dalam Karate, Taekwondo, Pencak Silat, Voli, Kempo, Bulutangkis, Selam dan Hockey Indoor.

Di bidang seni, siswa memiliki kemampuan memainkan gitar, keyboard, biola, flute dan saxophone, serta bernyanyi, menciptakan lagu, paduan suara dan tari tradisional.

Sementara di bidang komunikasi terdapat siswa dengan kemampuan public speaking, MC formal, moderator, talkshow hingga stand-up comedy.

Wakapolri: Prestasi Harus Jadi Modal Berkembang

Wakapolri menegaskan bahwa prestasi siswa tidak boleh berhenti sebagai penghargaan.

Kemampuan yang sudah terlihat sejak pendidikan perlu dipetakan dan dikembangkan sebagai bagian dari manajemen talenta Polri.

“Prestasi jangan berhenti sebagai piala. Jadikan prestasi sebagai modal untuk terus belajar dan berkembang. Kalian harus terus meningkatkan kemampuan karena tantangan Polri ke depan semakin kompleks,” ujar Wakapolri.

Siswa Polwan yang berprestasi juga didorong memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan lanjutan, termasuk S1 STIK dan program pendidikan yang didukung LPDP.

Dalam kunjungannya, Wakapolri melihat langsung sejumlah fasilitas pendidikan.

Di kelas digital, Wakapolri melihat penerapan pembelajaran berbasis teknologi.

Di kelas judo dan kelas menembak, Wakapolri melihat proses pembentukan keterampilan dan kesiapan fisik siswa.

Sementara di dormitory, Wakapolri melihat kehidupan siswa di luar kelas yang menjadi bagian dari pembentukan disiplin, kemandirian dan kebersamaan.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang dialog langsung antara pimpinan Polri dengan generasi Polwan yang sedang dipersiapkan untuk bertugas.

Wakapolri berharap kapasitas Sepolwan dapat dimaksimalkan sehingga pada 2027 mampu mendidik 1.000 Polwan, dengan tetap memperhatikan kesiapan sarana-prasarana dan kualitas pendidikan.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si. menyampaikan bahwa Lemdiklat terus melakukan pembaruan sistem pendidikan, termasuk penguatan LMS dan kerja sama pendidikan internasional.

OBE mengubah orientasi pembelajaran menjadi kompetensi. LMS memperluas ruang belajar. Latja menghubungkan teori dengan praktik. Sementara pemetaan prestasi membuka ruang pengembangan talenta.

Semua diarahkan pada satu kebutuhan: mempersiapkan Polwan yang mampu menghadapi masyarakat yang semakin dinamis, kritis dan dekat dengan teknologi.

Malam di Menteng Dipantau Bersama, Polisi dan Tiga Pilar Bergerak Jaga Jakarta


Jakarta Pusat — Aktivitas malam di sejumlah ruas wilayah Menteng, Jakarta Pusat, mulai dipantau secara bersama oleh kepolisian dan unsur masyarakat. Sebanyak 15 personel gabungan dikerahkan dalam patroli cipta kondisi untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Patroli tersebut diawali apel di halaman Polsek Metro Menteng pada Rabu (30/9/2026) Kegiatan dipimpin AKP Irawan Junaedi. selaku Padal Menteng didampingi Aiptu Joko Hari Purnomo sebagai Wapadal.

Kekuatan patroli terdiri dari 11 personel Polsek Metro Menteng, dua personel Satpol PP Kecamatan serta dua anggota Gen Z Menteng. Setelah apel, rombongan mulai bergerak menggunakan dua kendaraan roda empat dan dua kendaraan roda dua dinas.

Patroli tersebut menjadi bagian dari kegiatan Cipkon Tiga Pilar bertajuk “Jaga Jakarta Agar Aman dan Kondusif”. Kehadiran personel gabungan diarahkan untuk memantau situasi wilayah sekaligus melakukan langkah pencegahan apabila ditemukan potensi gangguan kamtibmas.

Dalam arahannya, AKP Irawan Junaedi meminta seluruh personel menjaga keselamatan, kesehatan dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab selama kegiatan berlangsung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan, kegiatan patroli gabungan merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah melalui kehadiran personel di lapangan.

“Patroli dilakukan untuk memantau perkembangan situasi secara langsung dan melakukan pencegahan apabila ditemukan potensi gangguan keamanan. Sinergi antarunsur menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Reynold.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan, patroli akan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan personel dan kewaspadaan selama berada di lapangan.

“Kami mengajak seluruh personel menjalankan patroli dengan penuh tanggung jawab. Kehadiran polisi bersama unsur terkait di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mempercepat respons apabila terdapat gangguan kamtibmas,” katanya.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

KRI Bung Hatta-370 Kerahkan Alutsista Penuh Evakuasi Korban KM. Virgo Transport 8

TNI AL, Banjarmasin- KRI Bung Hatta-370 yang tergabung dalam Satuan Tugas Pencarian dan Penyelamatan (Satgas SAR) Gabungan terus mengerahkan kemampuan terbaiknya demi mengevakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Hingga hari ketiga operasi kemanusiaan ini berjalan, Tim SAR Gabungan tercatat telah berhasil mengevakuasi 46 korban.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Komandan KRI Bung Hatta-370 Letkol Laut (P) Ramli Arif, S.T., M.Sc., M.Tr.Opsla., dalam konferensi pers bersama jajaran Perwira KRI Bung Hatta-370 diatas Geladak Heli yang sedang sandar di Dermaga 100 Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (30/9/2026).

Letkol Ramli Arif menjelaskan bahwa keterlibatan KRI Bung Hatta-370 merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Panglima TNI. Dalam pelaksanaannya, seluruh operasional kegiatan berada dibawah kendali penuh Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada II Laksamana Pertama (Laksma) TNI Edy Setyawan, S.E.

"Seluruh organisasi Satgas berjalan dengan tertib dan terkoordinasi dengan baik. Setiap personel di lapangan mendapatkan informasi secara lengkap dan jelas, sehingga pergerakan tim diarea pencarian dapat berjalan satu tujuan, yaitu menyelesaikan misi penyelamatan ini sebaik-baiknya," ujar Letkol Ramli.

Terkait pola operasi, Letkol Laut (P) Ramli Arif, S.T., M.Sc., memaparkan bahwa kegiatan pencarian dibagi kedalam jadwal yang terstruktur. Pada siang hari, KRI Bung Hatta-370 memberikan dukungan penuh (full support) kepada Tim Penyelam untuk menyisir dan mencari jenazah korban yang diperkirakan masih terjebak didalam bangkai kapal KM. Virgo Transport 8. Sementara pada malam hari, difokuskan untuk recovery baik personel dan material untuk pelaksanaan SAR. 

Mengenai kendala di lapangan, Perwira Menengah TNI AL tersebut mengakui bahwa kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir kurang bersahabat. Kendati demikian, tantangan alam ini tidak menyurutkan moralitas tim di lapangan.

"Kami sangat yakin dengan pengalaman, profesionalisme, dan kemampuan Tim Penyelam yang ada. Proses pencarian sisa korban di dalam KM. Virgo Transport 8 dipastikan tetap berjalan secara aman, terukur, dan optimal," tegasnya.

Guna mempercepat proses evakuasi, KRI Bung Hatta-370 menyiagakan sejumlah alutsista pendukung yang krusial. Selain memberikan dukungan logistik dan taktis kepada tim penyelam, kapal perang ini bertugas mengamankan wilayah perairan sekitar. Satgas juga menyiagakan helikopter dan perahu karet (rubber boat) yang siap bergerak cepat kapan pun korban ditemukan dan membutuhkan evakuasi medis darurat.

Konferensi pers yang berlangsung singkat ini ditutup dengan penegasan kesiapan operasional satuan. KRI Bung Hatta-370 beserta seluruh personel berkomitmen untuk tetap berada di lokasi pencarian demi keberhasilan penuh misi kemanusiaan ini, hingga adanya instruksi lebih lanjut dari pimpinan.


Dua Polres di Bekasi Raya Perkuat Perlindungan Pelajar dan Kesiapan Kerja

Bekasi — Polres Metro Bekasi Kota dan Polres Metro Bekasi menggelar rapat koordinasi bersama Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Kadin, APINDO, dan pelaku usaha di kawasan Grand Wisata, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/9/2026). 

Pertemuan ini menghubungkan upaya perlindungan pelajar dengan penyiapan generasi penerus untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di Bekasi Raya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo. 

Putu Kholis mengatakan, kebutuhan tenaga kerja tidak boleh dilihat hanya sebagai persoalan saat ini. Siswa SMA dan SMK perlu mendapat perhatian khusus karena merekalah yang kelak memasuki usia produktif dan ikut menggerakkan perekonomian daerah.

“Kita sedang menyiapkan Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang hari ini belajar di SMA dan SMK akan menjadi bagian dari generasi produktif pada masa itu. Kalau ingin mereka siap berkarya dan membawa daerah ini maju, kita harus menjaga serta mempersiapkan mereka mulai sekarang,” kata Putu Kholis.

Putu Kholis juga menyoroti persoalan yang dihadapi pelajar di luar ruang kelas. Sebagian anak rentan dimanfaatkan atau dihasut untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri, seperti tawuran, balap liar, hingga mengikuti mobilisasi menuju aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh. Kondisi tersebut menjadi perhatian Kapolda Metro Jaya dan membutuhkan kepedulian bersama.

Melalui Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang digagas Kapolda Metro Jaya, kepolisian, sekolah, dan orang tua dapat memperkuat komunikasi untuk mengenali persoalan lebih awal. Pendampingan ini diharapkan membantu pelajar tetap aman, melanjutkan pendidikan, dan mengembangkan potensinya.

Di sisi penyiapan keterampilan, Putu Kholis menekankan pentingnya kemitraan yang berkelanjutan antara sekolah dan perusahaan. Kerja sama tersebut perlu disertai pendampingan dan pengawasan selama siswa menjalani pembelajaran di lingkungan industri.

“Sekolah dan dunia usaha perlu berjalan bersama sejak anak-anak masih belajar. Kita ingin mereka mendapat bimbingan yang baik, mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan, dan memiliki arah yang jelas setelah lulus. Dengan begitu, mereka lebih siap bekerja dan punya kesempatan untuk berkarya,” ujar Putu Kholis.

Ketua Kadin Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar melihat kolaborasi tersebut sebagai kesempatan mempertemukan potensi pelajar dengan kebutuhan perusahaan. Komunikasi yang lebih dekat memungkinkan sekolah mengetahui perkembangan kebutuhan tenaga kerja, sementara pelaku usaha dapat ikut memberikan masukan bagi pembekalan siswa.

Dewan Pertimbangan DPK APINDO Kabupaten Bekasi Triantoro M. menekankan nilai pengalaman langsung dalam mengenalkan budaya kerja dan kedisiplinan. Melalui interaksi dengan lingkungan perusahaan, pelajar dapat belajar menerapkan kemampuannya sekaligus memahami tanggung jawab dalam pekerjaan.

Para pihak sepakat membangun kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman atau MoU. Kesepakatan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat pendampingan melalui FKPMS serta menyiapkan pelaksanaan pelatihan, praktik kerja, dan magang secara lebih terarah.

Pengendara Motor Gasak iPhone Pejalan Kaki di Cikini, Polisi Turun Tangan

Jakarta Pusat — Seorang pejalan kaki menjadi korban dugaan penjambretan saat melintas di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. Telepon seluler miliknya dirampas secara paksa oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor pada Rabu (30/9/2026).

Korban diketahui bernama Yogi Arianto. Saat kejadian, korban sedang berjalan kaki dari arah Stasiun Gambir menuju kawasan Jalan Cikini Raya sambil menggunakan telepon seluler.

Tiba-tiba, seorang pria yang mengendarai sepeda motor datang dari arah belakang. Pelaku kemudian mengambil paksa telepon seluler milik korban dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Barang yang dibawa kabur berupa satu unit iPhone 16 Pro warna Desert Titanium dengan nilai kerugian sekitar Rp18,5 juta.

Setelah kejadian, korban mendatangi Polsek Metro Menteng untuk membuat laporan. Petugas kemudian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara di Jalan Cikini Raya No.25, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng AKP Valerij Lekahena, mengatakan, penyidik telah melakukan sejumlah langkah awal dalam penanganan laporan tersebut, mulai dari menerima laporan, mengecek TKP hingga mencari saksi-saksi.

“Petugas telah menerima laporan, melakukan pengecekan TKP serta mencari saksi-saksi yang mengetahui atau memiliki informasi berkaitan dengan kejadian. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku,” ujarnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan, setiap laporan masyarakat terkait tindak pidana menjadi bagian dari proses kepolisian untuk ditindaklanjuti melalui langkah penyelidikan.

“Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai prosedur. Petugas di lapangan melakukan pengumpulan informasi dan pemeriksaan awal untuk membantu mengungkap peristiwa serta mengidentifikasi pelakunya,” kata Reynold.

Reynold juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan telepon seluler di ruang publik, khususnya saat berada di pinggir jalan atau berjalan kaki.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengimbau masyarakat tidak lengah ketika menggunakan HP di tempat terbuka.

“Kami mengimbau masyarakat tetap memperhatikan situasi sekitar saat menggunakan HP, terutama ketika berjalan kaki di kawasan jalan. Jika mengalami atau melihat tindak kejahatan, segera mencari tempat yang aman dan melaporkannya kepada kepolisian,” ujar Braiel.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Dari Taman Kodok Bhabinkamtibmas dan Warga Membaca Potensi Gangguan Keamanan Sejak Dini

Jakarta Pusat — Taman Kodok di Jalan Bonang, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi ruang pertemuan antara polisi dan warga untuk membicarakan persoalan keamanan lingkungan. Bukan sekadar menyampaikan imbauan, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bertukar informasi mengenai kondisi wilayah.

Kegiatan bertajuk Jaga Jakarta On The Spot untuk Indonesia itu berlangsung pada Rabu (30/9/2026) pagi. bersama Bhabinkamtibmas Pegangsaan Aiptu H.M. Adhy M.N.

Pertemuan yang berlangsung di lingkungan RW 05 tersebut melibatkan pengurus RW, staf lingkungan, PPSU dan sejumlah warga. Suasana berlangsung dalam komunikasi dua arah, dengan kepolisian menerima informasi mengenai perkembangan wilayah sekaligus menyampaikan langkah pencegahan yang dapat dilakukan bersama.

Sejumlah potensi gangguan menjadi perhatian, mulai dari kebakaran, tawuran, jambret, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan hingga pencurian kendaraan bermotor.

Polisi mengajak warga tidak menunggu sampai persoalan terjadi. Informasi mengenai kondisi yang tidak biasa di lingkungan diharapkan dapat disampaikan lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan, keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab yang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

“Deteksi dini akan lebih efektif apabila kepolisian dan masyarakat saling berbagi informasi. Kepedulian warga terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap aman,” ujar Reynold.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, kegiatan Jaga Jakarta On The Spot menjadi sarana untuk mendengar langsung persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Pertemuan seperti ini penting karena kami bisa mendengar langsung kondisi lingkungan dari warga. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan,” katanya.

Warga juga diingatkan bahwa bantuan kepolisian dapat diakses melalui layanan Polisi 110.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)