View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Senin, 02 November 2026

Hadirkan Kepedulian di Wilayah Pesisir, Danlanal Dumai Santuni Anak Yatim Saat Kunjungan Kerja Ke Posal Tanjung Datuk dan Kuala Enok

TNI AL, Dumai- Kepedulian dan perhatian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah. Disela-sela pelaksanaan tugas menjaga keamanan laut Nusantara, TNI Angkatan Laut terus menunjukkan komitmennya untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada di kawasan pesisir.

Hal tersebut diwujudkan oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji, didampingi Ketua Cabang 4 Daerah Kodaeral I Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Genia Yuliani Agung, melalui pemberian santunan kepada anak-anak yatim saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pos TNI AL Tanjung Datuk dan Posal Kuala Enok, Senin (02/11/2026).

Danlanal Dumai bersama Ketua Cabang 4 menyempatkan diri untuk berinteraksi dan memberikan perhatian secara langsung kepada anak-anak yatim. Senyum dan kebahagiaan terpancar ketika bantuan berupa perlengkapan sekolah dan paket sembako diserahkan sebagai bentuk kepedulian serta dukungan terhadap kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari mereka.

Kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan emosional antara TNI AL dengan masyarakat di wilayah kerja Posal. Kehadiran Prajurit TNI AL ditengah masyarakat diharapkan tidak hanya dirasakan melalui pelaksanaan tugas pengamanan dan pertahanan laut, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Danlanal Dumai menyampaikan bahwa pengabdian TNI AL tidak semata-mata diwujudkan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada masyarakat.

Selaras dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bahwa Prajurit TNI AL harus senantiasa hadir untuk rakyat, mengabdi dengan ketulusan, serta memberikan solusi nyata untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat, terutama masyarakat pesisir.


Perkuat Kewaspadaan Menjelang Subuh, Bhabinkamtibmas Gondangdia Sambangi Pos Satkamling

Jakarta Pusat – Polsek Metro Menteng terus mengintensifkan upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui sambang serta dialog langsung dengan warga. Kali ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gondangdia menyambangi Pos Satkamling RT 004/RW 02, Jalan Sawo, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026) malam.

Aiptu Kamidi selaku Bhabinkamtibmas Gondangdia bersama personel piket Binmas. Sambang dilakukan untuk memperkuat komunikasi dengan petugas keamanan lingkungan sekaligus mendeteksi sejak dini potensi gangguan kamtibmas.

Dalam kesempatan tersebut, petugas mengingatkan awak Satkamling agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan jalanan, pencurian, serta berbagai modus penipuan yang memanfaatkan aplikasi dan media sosial.

Perhatian khusus juga diberikan pada waktu rawan menjelang pagi atau sebelum subuh. Petugas mengajak warga untuk tetap melaksanakan pemantauan dan patroli lingkungan secara berkala guna mengantisipasi aktivitas mencurigakan.

Selain itu, warga diimbau mengaktifkan kembali ketentuan wajib lapor 1 x 24 jam bagi tamu yang menginap atau berkunjung sesuai aturan lingkungan setempat. Langkah tersebut diharapkan membantu meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas keluar-masuk kawasan permukiman.

Aiptu Kamidi juga mengingatkan bahwa apabila terjadi gangguan keamanan atau masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian, warga dapat segera menghubungi Bhabinkamtibmas, Polsek Metro Menteng, maupun layanan Call Center Polri 110.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan petugas Satkamling dalam menjaga keamanan lingkungan melalui kewaspadaan serta komunikasi yang baik dengan kepolisian.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung turut mendorong penguatan sinergi antara polisi dan masyarakat agar potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini.

Melalui kegiatan sambang ini, Polsek Metro Menteng berharap keberadaan Satkamling semakin aktif dan mampu menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Antisipasi Tawuran di Perbatasan Tambak–Manggarai, Polsek Metro Menteng Gelar Patroli Cipkon Hingga Dini Hari

Jakarta Pusat – Polsek Metro Menteng menggelar apel kesiapan yang dilanjutkan dengan Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) di wilayah hukum Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk tawuran warga.

Apel yang berlangsung di halaman Polsek Metro Menteng, Jalan Sultan Syahril No. 1, dipimpin AKP Irawan Junaedi, selaku Perwira Pengendali (Padal), dengan pendamping Aiptu Rudianto.

Sebanyak 14 personel Polsek Metro Menteng disiapkan dalam kegiatan tersebut. Patroli kemudian mulai bergerak dengan menggunakan satu unit kendaraan dinas roda empat dan dua sepeda motor.

Dalam arahannya, pimpinan apel menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan wilayah Menteng, termasuk kawasan kediaman para pejabat. Personel juga mendapat perhatian khusus untuk meningkatkan pemantauan di wilayah perbatasan Tambak–Manggarai guna mencegah terjadinya tawuran.

Seluruh personel diingatkan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga keselamatan dan kesehatan, serta mengedepankan langkah pencegahan dalam setiap pelaksanaan patroli.

Patroli Cipkon mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Agar Aman dan Kondusif”. Melalui kegiatan ini, kepolisian berupaya memperkuat kehadiran di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan pada malam hingga dini hari.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menekankan bahwa patroli rutin dan koordinasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung juga mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, mengutamakan keselamatan, dan meningkatkan kesiapsiagaan di titik-titik yang menjadi perhatian pengamanan.

Polsek Metro Menteng mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan kepolisian 110.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

DEMA PTKIN Apresiasi Ketegasan Kapolri Tindak Lanjuti Keluhan Masyarakat

JAKARTA – Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto dalam merespons keluhan masyarakat terkait penegakan hukum di Sukoharjo. Respons cepat melalui penonaktifan dan pemeriksaan terhadap sejumlah personel kepolisian dinilai menunjukkan komitmen Polri dalam melakukan pembenahan internal.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul penonaktifan Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena bersama tiga personel Polres Sukoharjo setelah muncul keluhan masyarakat terkait penggeledahan yang dilakukan jajaran kepolisian setempat. Keempat personel tersebut saat ini menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Selain itu, AKBP Andika dimutasi ke Mabes Polri sebagai Pamen Stamaops. Jabatan Kapolres Sukoharjo selanjutnya diisi AKBP Indra Maulana Saputra.

Koordinator Pusat DEMA PTKIN, Miftahul Rizqi, menyampaikan bahwa langkah Kapolri tersebut merupakan bentuk keseriusan institusi dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ia menilai pemeriksaan terhadap pejabat kepolisian, termasuk kapolres, menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan internal tetap berjalan.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolri. Saran, kritik, sampai keluhan masyarakat soal penegakan hukum ditanggapi dengan cepat dan terbuka. Pejabat terkait diperiksa, termasuk Kapolres Sukoharjo yang sekarang ditarik ke Mabes untuk dievaluasi. Kami mendukung penuh langkah ini," kata Rizqi, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, kecepatan dalam merespons laporan masyarakat menjadi hal penting untuk membangun kepercayaan publik. Tindak lanjut berupa pemeriksaan, penonaktifan, hingga evaluasi jabatan juga menjadi pengingat bagi seluruh personel agar menjalankan tugas sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengaitkan langkah tersebut dengan tagline "Polisi Bersama Masyarakat" yang diusung Kapolri sejak awal Oktober 2026. Menurut Rizqi, semangat tersebut tercermin ketika institusi kepolisian bersedia mendengarkan aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya melalui langkah konkret.

"Bapak Kapolri tidak menunggu lama. Begitu ada laporan dan keresahan dari masyarakat, langsung ada pemeriksaan, penonaktifan, sampai pergantian pejabat. Ketegasan seperti ini yang membuat masyarakat yakin laporannya tidak diabaikan," ujarnya.

Di sisi lain, DEMA PTKIN mengajak masyarakat untuk tetap memberikan kepercayaan kepada kepolisian dalam menangani proses hukum terhadap para pelaku kejahatan. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya, tetap tenang, serta memberikan kesempatan kepada penyidik untuk bekerja dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Meski memberikan dukungan, Rizqi menegaskan pihaknya tetap akan mengawal proses pemeriksaan etik yang dilakukan Propam Polri. Ia berharap pemeriksaan berlangsung objektif dan hasilnya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Apabila ditemukan pelanggaran, pihak yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan.

"Dukungan kami tetap disertai pengawasan. Kepercayaan masyarakat kepada Polri itu dibangun pelan-pelan, lewat sikap yang konsisten. Kami akan ikuti terus sampai hasil pemeriksaan Propam diumumkan ke publik," ujarnya.

Penanganan persoalan tersebut turut menjadi perhatian sejumlah pihak, di antaranya Komnas HAM yang meminta evaluasi terhadap prosedur penggeledahan serta anggota DPR yang mengusulkan pembentukan tim gabungan pencari fakta. Hingga berita ini diturunkan, Propam Polri belum mengumumkan hasil pemeriksaan.

DEMA PTKIN menegaskan akan terus menjalankan peran sebagai mitra kritis Polri dalam mengawal proses penegakan hukum yang berkeadilan, humanis, dan berintegritas.

Sekjen MUI Apresiasi Kapolri Tindak Tegas Jajaran Polres Sukoharjo

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Dr. Amirsyah Tambunan mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang mencopot Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena dan sejumlah anggota kepolisian terkait polemik penggeledahan di Pondok Pesantren Putri Hamalatul Qur’an, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Amirsyah menilai tindakan yang dilakukan aparat dalam peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian karena, menurutnya, belum mencerminkan pendekatan kemanusiaan. Ia juga mengingatkan bahwa kepolisian memiliki peran dalam memberikan perlindungan dan pengayoman agar masyarakat merasa aman dan nyaman.

“Polisi bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam mengayomi masyarakat sehingga masyarakat merasa nyaman. Tapi tindakan yang dilakukan kepolisian di Sukoharjo itu membuat masyarakat menjadi tidak nyaman,” ujar Amirsyah, Senin (2/11/2026).

Ia berharap langkah yang diambil Kapolri dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Menurutnya, penanganan persoalan yang melibatkan masyarakat perlu memperhatikan aspek kemanusiaan serta rasa aman bagi seluruh pihak.

Di sisi lain, Amirsyah mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak mana pun. Ia berharap semua pihak turut menjaga situasi agar tetap aman dan damai.

“Sekjen MUI mengajak masyarakat agar terus mengedepankan kekompakan dan tidak mudah terpancing dengan provokasi dari pihak manapun sehingga tercipta kondisi yang aman dan damai,” demikian pernyataan Amirsyah dalam pemberitaan tersebut.

Amirsyah juga mengingatkan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, khususnya pengelola pesantren dan lembaga tahfiz Al-Qur’an, agar menjalankan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Sehingga sejalan dengan muatan substansi pendidikan yang mengedepankan pembinaan etika, akhlak dan adab untuk membangun bangsa berperadaban,” pungkasnya.

Kawal Hak Korban Truk Molen, Polres Metro Bekasi Kota Dampingi Penyerahan Santunan Jasa Raharja

BEKASI — Polres Metro Bekasi Kota mendampingi PT Jasa Raharja (Persero) dalam penyerahan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Senin (2/11/2026). Penyerahan dilakukan Direktur Operasional Jasa Raharja, Ariyandi, bersama Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Joko Sembodo, di kediaman keluarga di Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Keduanya merupakan seorang ibu dan anaknya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, keluarga dari setiap korban jiwa berhak menerima Rp50 juta, sedangkan korban luka memperoleh jaminan biaya perawatan di rumah sakit.

Joko menjelaskan bahwa kepolisian berperan memastikan kelengkapan data dan dokumen sejak awal penanganan. “Begitu identitas terverifikasi, laporan polisi langsung kami koordinasikan dengan Jasa Raharja agar penyerahan santunan dapat berjalan sehari setelah kejadian. Pendampingan juga terus kami berikan kepada keluarga korban lainnya sampai prosesnya tuntas,” kata Joko.

Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada Jasa Raharja dan Polres Metro Bekasi Kota atas bantuan yang diberikan di tengah masa duka. Jasa Raharja turut berbelasungkawa dan menyebut penyerahan santunan ini sebagai bentuk perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Secara terpisah, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, memandang perhatian kepada para ahli waris sama pentingnya dengan penyidikan yang tengah berjalan. “Kami tidak ingin mereka yang tengah kehilangan harus menunggu lama untuk menerima haknya. Sinergi dengan Jasa Raharja menjadi wujud kehadiran negara yang langsung menyentuh kebutuhan di masa sulit ini,” ujar Putu Kholis.

Kecelakaan terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di depan Universitas BSI dan melibatkan 12 korban, terdiri atas enam orang meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka. Pengemudi truk berinisial TM telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara pemeriksaan perkara terus berlanjut.

Polres Metro Bekasi Kota Tetapkan Pengemudi Truk Molen dalam Kecelakaan di Cut Mutia sebagai Tersangka

BEKASI — Polres Metro Bekasi Kota menetapkan TM, pengemudi truk molen yang terlibat kecelakaan di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, sebagai tersangka. Keputusan tersebut dihasilkan melalui gelar perkara pada Senin (2/11/2026), menyusul naiknya status perkara dari penyelidikan ke penyidikan pada Minggu (1/11/2026) malam. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) juga telah dikirimkan kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di depan Universitas BSI itu melibatkan 12 korban. Enam orang meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke RS Siloam Sepanjang Jaya serta RSUD Kota Bekasi, sedangkan enam lainnya yang terluka dirawat di RS Juwita dan RS Siloam Sepanjang Jaya. Sebagian di antara mereka masih anak-anak.

Hasil pendalaman sementara menunjukkan truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. Setibanya di lokasi, kendaraan diduga mengalami malafungsi rem sehingga pengemudi tidak mampu menguasai kemudi. Truk kemudian oleng ke kiri, membentur tembok pembatas kampus, dan mengenai warga yang berada di depan bangunan sisi kiri jalan.

“Proses hukum atas kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia kami jalankan secepat mungkin tanpa mengesampingkan ketelitian. Keluarga korban berhak memperoleh kepastian dan keadilan, dan itulah yang kami perjuangkan,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa empat saksi, termasuk anggota Polri selaku pelapor dan dua orang yang berada di lokasi kejadian. Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pertama juga telah dikirimkan kepada para pihak. TM dijerat Pasal 310 ayat (1), (2), (3), dan (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp12 juta. Ia kini diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Joko Sembodo, menyampaikan bahwa olah TKP lanjutan telah dilakukan pada hari yang sama dengan melibatkan Ditlantas Polda Metro Jaya. “Temuan tim Traffic Accident Analysis (TAA) akan kami padukan dengan keterangan ahli dari agen tunggal pemegang merek (ATPM) mengenai kondisi truk, serta Dinas Perhubungan terkait kelaikan jalannya. Dengan begitu, penyebab kecelakaan dapat dibuktikan secara kuat dan objektif,” kata Joko.

“Duka keluarga korban adalah duka kami juga, sehingga setiap perkembangan perkara akan kami sampaikan kepada mereka. Kepada para pemilik dan pengemudi angkutan barang, kami mengimbau agar kondisi armada selalu dipantau sebelum beroperasi,” pungkas Putu Kholis.