View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Rabu, 26 Agustus 2026

Polri Gelar Forum Tematik, Bahas Optimalisasi Layanan Polisi 110

JAKARTA – Polri terus memperkuat Layanan Polisi 110 sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik yang cepat, responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan tersebut dibahas dalam Forum Tematik Bakohumas Polri Tahun Anggaran 2026 bertema “Optimalisasi Layanan Polisi 110 dalam Mendukung Pelayanan Publik Presisi” yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Forum tersebut diikuti perwakilan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) kementerian dan lembaga. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur Polri, pemerintah, dan pakar kebijakan publik untuk membahas pengembangan Layanan Polisi 110, mulai dari transformasi digital, penguatan operasional, hingga manajemen risiko komunikasi dan reputasi.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Dra. Molly Prabawati, M.AP., menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah semakin tinggi, khususnya dalam hal kecepatan respons, penanganan yang konkret, serta kemudahan akses.

Menurutnya, Layanan Polisi 110 bukan sekadar saluran pengaduan, melainkan salah satu bentuk kehadiran negara yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam. Karena itu, efektivitas layanan tersebut perlu didukung pemahaman masyarakat yang luas serta kolaborasi antarlembaga.

Sementara itu, Penata Kehumasan Polri Utama Tk II Divhumas Polri Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Layanan Polisi 110 harus berorientasi pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Layanan Polisi 110 bukan sekadar nomor telepon, aplikasi, jaringan, atau teknologi. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Ketika masyarakat menghubungi 110, mereka harus yakin bahwa Polri mendengar, Polri merespons, dan Polri hadir,” ujar Brigjen Pol. Dicky dalam forum tersebut.

Ia menjelaskan, optimalisasi Layanan Polisi 110 setidaknya mencakup empat aspek utama, yakni penguatan infrastruktur dan integrasi sistem, penguatan skema operasional dan standar respons, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan komunikasi publik.

Dalam pengembangannya, Polri menargetkan respons awal operator terhadap panggilan masyarakat dalam waktu 10 detik dan kehadiran petugas di lokasi kejadian dalam waktu 10 menit. Target tersebut membutuhkan dukungan sistem yang terintegrasi, kesiapan operator, mekanisme penerusan laporan secara cepat, serta koordinasi dengan personel di lapangan.

Kepala Biro Teknologi Komunikasi Div TIK Polri Brigjen Pol. Dr. Indarto, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Si., menjelaskan Layanan Polisi 110 tidak berhenti pada penerimaan panggilan. Setiap laporan dicatat dalam sistem dan diteruskan kepada unit atau personel yang paling dekat dan sesuai dengan kebutuhan penanganan.

Masyarakat dapat menggunakan Layanan Polisi 110 untuk melaporkan berbagai kondisi, antara lain kecelakaan lalu lintas, tindak kejahatan, kondisi darurat, kebakaran, gangguan lalu lintas, maupun memperoleh informasi terkait layanan kepolisian.

“Dalam situasi darurat, masyarakat tidak memiliki waktu untuk mencari berbagai nomor kepolisian. Mereka membutuhkan satu pintu layanan yang sederhana, mudah diingat, dan dapat diandalkan. Karena itu, tantangannya bukan hanya bagaimana masyarakat mengetahui nomor 110, tetapi bagaimana laporan tersebut direspons secara cepat dan tepat,” jelas Brigjen Pol. Indarto.

Karo Jianstra Stamaops Polri Brigjen Pol. Marsudianto, S.I.K., M.Si., turut memaparkan pengembangan Layanan Polisi 110 melalui integrasi sistem dan penguatan Command Center. Pengembangan tersebut diarahkan agar layanan dapat terhubung dengan berbagai sistem kepolisian, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, peningkatan profesionalisme operator, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Lalu, pakar kebijakan publik dan hubungan pemerintah Dr. Hardy R. Hermawan, S.Sos., M.Si., GRCE.,  juga menekankan pentingnya pengelolaan risiko komunikasi dan reputasi dalam pelayanan 110. Menurutnya, kecepatan pelayanan harus berjalan beriringan dengan komunikasi yang transparan dan empatik.

“Keberhasilan Layanan Polisi 110 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Kecepatan respons, kualitas sumber daya manusia, transparansi, komunikasi yang empatik, serta konsistensi pelayanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik,” kata Hardy.

Dalam forum tersebut juga dibahas pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pelayanan tanpa menghilangkan peran manusia. AI dapat digunakan untuk membantu transkripsi, pelacakan lokasi, serta klasifikasi data, sementara operator tetap menjadi garda utama dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

Selain aspek teknologi dan operasional, forum juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi diperlukan agar masyarakat memahami fungsi Layanan Polisi 110 serta tata cara menyampaikan laporan secara tepat, sekaligus mencegah penggunaan layanan untuk *prank call*, laporan palsu, maupun informasi yang tidak benar.

Melalui Forum Tematik Bakohumas tersebut, Polri mendorong penguatan kolaborasi komunikasi antarkementerian dan lembaga untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai Layanan Polisi 110. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesiapan sistem dan personel sehingga setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, profesional, dan humanis.

Penguatan Layanan Polisi 110 menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik Presisi, sekaligus membangun pengalaman pelayanan yang nyata bagi masyarakat. Dengan prinsip bahwa teknologi mendukung manusia, bukan menggantikannya, Polri terus mendorong agar 110 menjadi layanan yang mudah diakses, responsif, dan dipercaya masyarakat.

Polda Metro Jaya Cegah Potensi Gangguan, Puluhan Sajam dan Bahan Molotov Diamankan


JAKARTA — Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang dalam rangkaian pencegahan potensi gangguan keamanan menjelang kegiatan penyampaian pendapat di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta. 

Dari kegiatan tersebut, polisi turut mengamankan puluhan senjata tajam serta sejumlah bahan yang diduga berkaitan dengan pembuatan bom molotov.

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (27/8/2026). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr. Iman Imanuddin mengatakan, pemeriksaan masih dilakukan untuk mendalami keterkaitan dan peran masing-masing pihak dalam rangkaian persiapan yang ditemukan.

“Penyidik masih mendalami siapa saja yang memiliki peran dalam proses perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa, maupun pihak yang memberikan perintah atau arahan,” ujar Kombes Iman Imanuddin.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, polisi mengamankan 39 senjata tajam, dua airsoft gun, satu tabung gas airsoft gun, gotri, tiga stik golf, tujuh jeriken berisi bensin, serta 201 botol kaca berikut sumbu. 

Petugas juga menemukan sejumlah barang lain, antara lain tas ransel, banner, pengeras suara, pilok, obat-obatan, dan telepon seluler.

Penyidik turut menelusuri sumber pendanaan yang berkaitan dengan pengadaan sejumlah barang tersebut. Penelusuran dilakukan melalui keterangan para pihak, komunikasi digital, transaksi keuangan, serta barang bukti lain untuk memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian persiapan yang dilakukan.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, langkah kepolisian diarahkan untuk menjaga agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung dalam ruang yang aman. 

“Kami tidak membatasi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Yang kami cegah adalah potensi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan, memicu kekerasan, atau mengganggu kepentingan masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Polda Metro Jaya juga melakukan patroli ruang digital untuk mengantisipasi provokasi, disinformasi, fitnah, maupun konten kebencian. 

Hingga pukul 10.38 WIB, situasi Jakarta terpantau aman dan terkendali, sementara aktivitas lalu lintas, pendidikan, ibadah, dan perekonomian tetap berjalan. 

“Demokrasi memberi ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi kekerasan tidak boleh mengambil ruang di dalamnya. Aspirasi harus tetap dapat disampaikan, sementara keselamatan masyarakat wajib kita jaga bersama,” pungkas Kombes Budi.

Kompolnas Visitasi Polrestabes dan Polres Semarang, Soroti Inovasi Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat

SEMARANG, JAWA TENGAH – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan visitasi Kompolnas Awards 2026 di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, dengan mengunjungi Polrestabes Semarang dan Polres Semarang, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Anggota Kompolnas selaku Ketua Tim Visitasi, Dr. Yusuf, S.Ag., S.H., M.H., bersama Dewan Juri Eksternal Kompolnas Awards 2026, serta jajaran Sekretariat Kompolnas.

Sejumlah program dan inovasi menjadi perhatian dalam visitasi, antara lain aplikasi pelayanan publik LIBAS yang memiliki sejumlah fitur seperti tombol darurat SOS, Polisi RW, Tim Elang, dan Patroli Perintis Presisi. Polrestabes Semarang juga menyediakan fasilitas pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas, seperti ramp kursi roda, toilet khusus, dan tactile paving.

Selain pelayanan publik, Polrestabes Semarang turut memperkuat dukungan terhadap aktivitas ekonomi melalui penempatan pospol subsektor di Kawasan Industri Candi serta patroli keamanan untuk mencegah premanisme, pungutan liar, dan gangguan kamtibmas di kawasan industri.

Dalam aspek lingkungan, Polrestabes Semarang menerapkan konsep green office, antara lain melalui pemanfaatan aplikasi ASTINA untuk mendukung paperless investigation, pengelolaan sampah, serta efisiensi penggunaan energi listrik.

Penguatan kemitraan juga dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari TNI dan Satpol PP, Bapas, Dinsos, Mall Pelayanan Publik Kota Semarang, KPU, Pengadilan Agama, UNNES, Bulog, Dinas Pertanian, PT Pos Indonesia hingga pelaku usaha. Kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan masyarakat, penanganan perkara anak, ketahanan pangan, serta pemeliharaan keamanan.

Sementara di Polres Semarang, Tim Visitasi diterima Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., bersama unsur Forkopimda, stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pegiat seni budaya.

Dalam visitasi tersebut, salah satu yang menjadi perhatian adalah nominasi kategori perseorangan kelompok Prosperity atas nama Briptu Adi Qori Kurniawan. Personel Polri tersebut aktif mengembangkan seni dan budaya melalui Sanggar Sarasvati Widiasmara Art di Kabupaten Semarang dan Wonosobo.

Kegiatan sanggar tidak hanya menjadi ruang belajar seni tari, drama, dan musik, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi generasi muda, pendampingan anak-anak termasuk penyandang disabilitas, serta upaya mencegah kenakalan remaja dan kriminalitas melalui kegiatan positif.

Ketua Tim Visitasi Kompolnas Awards 2026, Dr. Yusuf, mengatakan visitasi dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan praktik baik yang dijalankan jajaran kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Visitasi ini kami lakukan untuk melihat secara langsung bagaimana program dan inovasi yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga bagaimana pelayanan, kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat itu dilaksanakan di lapangan,” ujar Dr. Yusuf dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, berbagai inovasi yang ditemukan dalam visitasi menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Yang kami lihat di Semarang cukup beragam. Ada inovasi pelayanan publik, perhatian terhadap kelompok disabilitas, dukungan terhadap kawasan ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan, penguatan kemitraan, hingga pemberdayaan masyarakat melalui seni dan budaya. Ini menjadi bagian yang penting dalam membangun kehadiran Polri yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Dr. Yusuf berharap berbagai praktik baik yang ditemukan selama visitasi dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya.

“Kompolnas Awards bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga bagaimana praktik-praktik baik yang sudah dilakukan dapat terus dipertahankan, dikembangkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Pelaksanaan visitasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kompolnas Awards 2026 untuk melihat secara langsung kinerja, inovasi, pelayanan, kemitraan, serta kontribusi satuan kerja dan personel Polri dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Polisi Borong Tahu Pedagang Dibagikan ke Warga di Tengah Pengamanan DPR

JAKARTA — Ada momen ringan di tengah pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Sejumlah personel kepolisian membeli dagangan seorang penjual tahu yang berada di sekitar lokasi, lalu membagikannya kepada warga.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram Matabebas. Dalam rekaman, petugas terlihat menghampiri pedagang dan membeli tahu yang masih tersisa.

Setelah dibeli, tahu tersebut dibagikan kepada masyarakat di sekitar lokasi. “Warga silakan, boleh makan, silakan,” terdengar suara dalam rekaman saat warga dipersilakan mengambil makanan.

Bagi pedagang, momen itu membuat dagangannya habis terjual. Sementara warga yang berada di sekitar kawasan DPR ikut menikmati tahu yang dibagikan.

Kegiatan tersebut berlangsung di sela-sela pelaksanaan pengamanan, dengan personel tetap menjalankan tugas di sekitar lokasi penyampaian aspirasi.

Interaksi sederhana antara petugas, pedagang, dan warga itu menjadi salah satu suasana yang terlihat di tengah dinamika kegiatan di kawasan DPR/MPR RI.

Jaga Jakarta On The Spot : Bhabinkamtibmas Jatiwarna Ajak Warga Perkuat Siskamling dan Jaga Kamtibmas

BEKASI — Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Unit Binmas Polsek Pondok Gede melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatiwarna, Aipda Deddy Lesmana Situmorang, melaksanakan kegiatan sambang dan Door to Door System (DDS) dalam program Jaga Jakarta On The Spot.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menyambangi tokoh masyarakat, Bapak Agus selaku Ketua RT 003/004 Kelurahan Jatiwarna, bersama warga masyarakat di kediamannya di Jl. Pasar Kecapi, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dan warga untuk menyerap informasi serta mengetahui perkembangan situasi kamtibmas di lingkungan sekitar. Aipda Deddy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal.

Warga diimbau untuk mengaktifkan kembali kegiatan patroli lingkungan dan Siskamling sebagai bentuk kepedulian bersama dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas serta menjaga kondusivitas wilayah.

Selain itu, Bhabinkamtibmas memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar menjauhi penyalahgunaan narkoba dan judi online yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan merugikan masyarakat.

Melalui program Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Pondok Gede terus hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memperkuat komunikasi, membangun kemitraan, serta mendorong partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Jaga Jakarta On The Spot Bhabinkamtibmas Jatiwarna Ajak Warga Perkuat Siskamling dan Jaga Kamtibmas

BEKASI — Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Unit Binmas Polsek Pondok Gede melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatiwarna, Aipda Deddy Lesmana Situmorang, melaksanakan kegiatan sambang dan Door to Door System (DDS) dalam program Jaga Jakarta On The Spot.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menyambangi tokoh masyarakat, Bapak Agus selaku Ketua RT 003/004 Kelurahan Jatiwarna, bersama warga masyarakat di kediamannya di Jl. Pasar Kecapi, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dan warga untuk menyerap informasi serta mengetahui perkembangan situasi kamtibmas di lingkungan sekitar. Aipda Deddy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal.

Warga diimbau untuk mengaktifkan kembali kegiatan patroli lingkungan dan Siskamling sebagai bentuk kepedulian bersama dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas serta menjaga kondusivitas wilayah.

Selain itu, Bhabinkamtibmas memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar menjauhi penyalahgunaan narkoba dan judi online yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan merugikan masyarakat.

Melalui program Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Pondok Gede terus hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memperkuat komunikasi, membangun kemitraan, serta mendorong partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Polsek Bantargebang Gelar Jaga Jakarta On The Spot, Serap Aspirasi Warga Cimuning

KOTA BEKASI — Polsek Bantargebang melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat sebagai upaya memperkuat komunikasi serta sinergitas antara kepolisian dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Kamis(27/8/26).

Kegiatan tersebut berlangsung di Perum Bekasi Timur Regency, Jl. Murai 6 Blok H, RT 005/015, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Kegiatan dihadiri Wakapolsek Bantargebang, Ps. Kanit Binmas Polsek Bantargebang Iptu Nasrullah M. Bagza, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Cimuning, komunitas ojek online (ojol), tokoh masyarakat, anggota Pokdarkamtibmas, serta warga setempat.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polsek Bantargebang berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi, saran, masukan, serta informasi yang berkembang di lingkungan warga.

Selain menyerap aspirasi, personel kepolisian juga memberikan imbauan kamtibmas, khususnya terkait pencegahan tawuran, kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi, SH, MM, dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan Jaga Jakarta On The Spot menjadi sarana penting bagi kepolisian untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga.

«“Kami terus mendorong terjalinnya komunikasi yang baik antara Polri dengan masyarakat. Aspirasi, saran, dan informasi dari warga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar Kompol Sukadi.»

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas ojol, tokoh masyarakat, Pokdarkamtibmas, serta warga, untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

«“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Mari bersama-sama mencegah tawuran, kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba, serta menggunakan media sosial secara bijak agar tidak menimbulkan gangguan kamtibmas,” tambahnya.»

Dari kegiatan tersebut, terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara Polri dengan masyarakat. Warga juga menyatakan dukungannya terhadap peningkatan sinergitas dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Berbagai aspirasi dan informasi yang berkembang di tengah masyarakat berhasil diserap sebagai bahan masukan bagi kepolisian dalam meningkatkan pelayanan dan pemeliharaan kamtibmas.

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot dan penyerapan aspirasi masyarakat berlangsung dengan lancar. Hingga kegiatan selesai, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Bantargebang terpantau aman, tertib, dan kondusif.