View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Rabu, 21 Oktober 2026

Layanan Polisi 110 Disosialisasikan Saat Patroli Malam, Polsek Kepulauan Seribu Utara Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kepulauan Seribu- Polsek Kepulauan Seribu Utara, Polres Kepulauan Seribu, terus meningkatkan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui kegiatan patroli malam. 

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian juga menyosialisasikan Layanan Polisi 110 sebagai sarana bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan kepolisian secara cepat dan mudah, Rabu (21/10). 

Patroli dilakukan dengan menyambangi sejumlah titik permukiman dan lokasi yang menjadi tempat aktivitas warga. 

Personel berdialog langsung dengan masyarakat, menyerap informasi terkait situasi keamanan lingkungan, sekaligus mengajak warga untuk berperan aktif menjaga ketertiban di wilayahnya masing-masing.

Kapolsek Kepulauan Seribu Utara, AKP Budi Hernawan, S.H., mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, khususnya pada malam hari. 

Warga diminta memperhatikan lingkungan sekitar, meningkatkan kepedulian terhadap keamanan bersama, serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, kepemilikan senjata tajam secara ilegal, maupun tindak kriminal lainnya. 

Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai penting untuk mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, petugas turut menjelaskan bahwa Layanan Polisi 110 dapat diakses secara gratis selama 24 jam. 

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini untuk melaporkan tindak kejahatan, gangguan kamtibmas, kecelakaan, maupun kejadian darurat lainnya yang membutuhkan kehadiran polisi.

Melalui patroli malam dan sosialisasi berkelanjutan ini, Polsek Kepulauan Seribu Utara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan lingkungan semakin meningkat. 

Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat komunikasi dan kepercayaan antara kepolisian dengan warga.

Polsek Kepulauan Seribu Utara berkomitmen untuk terus mengedepankan langkah preventif dan pelayanan yang humanis guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kepulauan Seribu Utara.

Bhabinkamtibmas Pulau Lancang Sosialisasikan Layanan Polisi 110, Ajak Warga Jaga Kamtibmas


Kepulauan Seribu- Bhabinkamtibmas Pulau Lancang, Kepulauan Seribu Selatan, Brigadir Tulus Hidayat melaksanakan kegiatan sambang kepada masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Brigadir Tulus Hidayat mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, menjaga kerukunan antarwarga, serta bersama-sama mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. 

Warga juga diimbau segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Brigadir Tulus Hidayat turut menyosialisasikan Layanan Polisi 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam. Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan tindak kejahatan, gangguan kamtibmas, kecelakaan, maupun keadaan darurat lainnya yang membutuhkan bantuan kepolisian.

“Melalui Layanan Polisi 110, masyarakat dapat menghubungi kepolisian kapan pun membutuhkan bantuan. Kami mengimbau warga Pulau Lancang agar tidak ragu menghubungi 110 apabila mengalami atau mengetahui adanya gangguan keamanan. Sampaikan informasi secara jelas dan benar agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Brigadir Tulus Hidayat.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga komunikasi dan kepedulian antarwarga, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan permasalahan di lingkungan.

Melalui kegiatan sambang ini, Polres Kepulauan Seribu terus mendorong terjalinnya kemitraan yang baik antara kepolisian dan masyarakat.

Sosialisasi Layanan Polisi 110 diharapkan meningkatkan pemahaman warga mengenai akses bantuan kepolisian serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Pulau Lancang.

Polsek Metro Menteng Amankan Tiga Motor Tanpa STNK Dalam Razia Dini Hari


Jakarta Pusat – Polsek Metro Menteng mengamankan tiga unit sepeda motor yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dalam razia stationer di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, 

Kamis (22/10/2026) dini hari. Kegiatan tersebut digelar untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), termasuk kejahatan jalanan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan penyalahgunaan narkoba.

Razia dipimpin Kompol Iwan Gunawan selaku Perwira Pengendali, didampingi Aiptu Ali Imran sebagai Wakil Padal. Sebanyak 12 personel Polsek Metro Menteng diterjunkan dalam kegiatan tersebut.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, kendaraan tanpa pelat nomor, serta pengendara yang berboncengan tiga. 

Pemeriksaan meliputi kelengkapan dokumen kendaraan dan pengecekan barang bawaan untuk mengantisipasi kepemilikan benda berbahaya maupun barang terlarang.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan tiga unit sepeda motor tanpa STNK, yakni Honda Vario merah bernomor polisi B 3390 PPX, Honda Beat hitam B 6265 WMG, dan Honda Beat hitam B 3789 PBH.

Selain melakukan pemeriksaan, personel kepolisian juga memberikan imbauan secara humanis kepada para pengendara. Pengendara yang telah menjalani pemeriksaan dan tidak ditemukan indikasi pelanggaran sesuai sasaran kegiatan dipersilakan melanjutkan perjalanan. Razia dilaksanakan tanpa penilangan sesuai arahan pimpinan.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan razia stationer merupakan langkah preventif untuk menekan potensi kriminalitas dan menjaga keamanan wilayah, terutama pada jam rawan dini hari.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya mencegah tindak kejahatan jalanan, mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor, serta mencegah penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan dilakukan secara profesional dan humanis, dengan tetap mengedepankan ketegasan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol.Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa kegiatan preventif seperti razia stationer dan patroli rutin menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kehadiran personel di lapangan, khususnya pada waktu dan lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan kriminalitas.

“Upaya menjaga keamanan tidak dapat dilakukan secara parsial. Kami mendorong seluruh personel untuk melaksanakan tugas secara profesional, terukur, dan humanis. Pemeriksaan di lapangan diharapkan mampu mencegah niat dan kesempatan pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan, mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kelengkapan dokumen kendaraan, serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri

Jakarta-Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Herry Heryawan menegaskan keberhasilan kepolisian tidak lagi cukup diukur dari banyaknya penindakan hukum, melainkan dari seberapa besar rasa aman, keadilan, dan kepercayaan yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, paradigma kepolisian harus terus bergeser dari pendekatan yang berorientasi pada pengendalian dan penindakan menuju pencegahan, penyelesaian masalah, serta kemitraan dengan masyarakat.

Begitu disampaikan Herry saat mewakili Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian (APIK) di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

"Ukuran keberhasilan kepolisian bukan seberapa banyak tindakan atau kegiatan penegakan hukum yang dilakukan, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat dan kepercayaan publik," ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan paradigma tersebut merupakan bagian dari penguatan konsep Polisi Bersama Masyarakat yang menempatkan warga bukan sekadar sebagai objek pengamanan, tetapi sebagai mitra dalam menciptakan keamanan.

Dalam pendekatan ini, polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran hukum. Kehadiran polisi juga harus mampu mencegah persoalan, membangun hubungan sosial, dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

"Penegakan hukum tetap dijalankan, namun ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yaitu pencegahan dan kemitraan,” jelasnya.

Herry menekankan, keamanan bukan semata-mata kondisi tanpa gangguan. Keamanan harus menciptakan tatanan sosial yang memungkinkan masyarakat menjalani kehidupan dan aktivitasnya dengan aman, bermartabat, serta memperoleh perlindungan atas hak-haknya.

Karena itu, kepolisian perlu mengembangkan pendekatan yang lebih humanis, demokratis, dan berkelanjutan dengan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai landasan utama pelaksanaan tugas.

Menurutnya, keamanan juga tidak dapat dibangun oleh kepolisian sendiri. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, ketimpangan, hingga krisis lingkungan telah menghadirkan tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Situasi tersebut menuntut keterlibatan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat sipil dalam membangun ekosistem keamanan yang saling terhubung.

Dalam ekosistem itu, polisi berperan sebagai pelindung, penghubung, fasilitator, sekaligus penegak hukum. Sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam deteksi dini, pencegahan gangguan keamanan, dan penyelesaian persoalan sosial.

"Deteksi dini dan pemecahan masalah dilakukan bersama masyarakat, dengan tetap berlandaskan hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan akuntabilitas kewenangan," katanya.

Lebih jauh, Herry menilai transformasi kepolisian membutuhkan dukungan dunia akademik, termasuk keberanian untuk mengevaluasi praktik kepolisian secara kritis dan objektif.

Ia menegaskan bahwa pengembangan ilmu kepolisian tidak boleh hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan institusi dalam mengendalikan kejahatan. Ilmu kepolisian juga harus memperkuat demokrasi, melindungi martabat manusia, dan membangun legitimasi serta kepercayaan publik.

"Ilmu yang besar membuat objek kajiannya semakin bertanggung jawab kepada masyarakat, bukan semakin kebal terhadap kritik," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Herry juga memaparkan lima agenda penguatan konsep Polisi Bersama Masyarakat, mulai dari reorientasi pendidikan kepolisian, pengembangan riset berbasis bukti, transformasi kehadiran polisi secara fisik dan digital, pembaruan indikator keberhasilan, hingga pemanfaatan pengalaman masyarakat sebagai bahan evaluasi institusi.

Menurutnya, pendidikan kepolisian ke depan harus mampu melahirkan personel yang tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga kematangan etis, empati sosial, dan keterampilan menyelesaikan persoalan masyarakat.

Di sisi lain, indikator keberhasilan kepolisian perlu dilengkapi dengan kualitas pelayanan, penyelesaian masalah, rasa aman, keadilan prosedural, serta tingkat kepercayaan masyarakat.

Herry juga menyampaikan apresiasi Kapolri terhadap pembentukan APIK sebagai wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam mengembangkan ilmu kepolisian di Indonesia.

Peluncuran APIK yang menjadi bagian dari Dies Natalis ke-1 Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia tersebut diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan kajian dan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kapolri, kata Herry, berharap APIK berkembang menjadi organisasi akademik yang inklusif, terbuka terhadap kritik, dan mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan praktik kepolisian.

Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan ilmu kepolisian diharapkan tidak berhenti pada diskursus akademik, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam cara polisi hadir, bekerja, dan membangun hubungan dengan masyarakat.

"Keberhasilan kehadiran polisi tidak lagi diukur semata dari penindakan, tetapi juga dari rasa aman, keadilan, dan kepercayaan yang dirasakan masyarakat," pungkasnya. []

Polisi Bersama Masyarakat Induk PJR BSD Korlantas Polri Bersama Stakeholder Gelar Patroli, Dukung Zero ODOL 2027


Tangerang Selatan – Induk Patroli Jalan Raya (PJR) BSD Korlantas Polri bersama sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) melaksanakan patroli bersama sebagai bagian dari upaya mendukung program Zero ODOL 2027, yakni penanganan kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan yang diizinkan.Rabu(20/10/26).

Kegiatan patroli ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran para pelaku pebisnis , para pemilik kendaraan dan para pengemudi angkutan barang mengenai pentingnya mematuhi ketentuan dimensi dan muatan kendaraan demi menjaga keselamatan pengguna jalan 

Dalam pelaksanaannya, Polisi Bersama Masyarakat personel Induk PJR BSD Korlantas Polri bersama stakeholder mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif melalui edukasi serta imbauan kepda para Pebisnis , pemilik kendaraan dan kepada para pengemudi agar selalu memperhatikan aspek keselamatan orang lain di jalan raya

Kendaraan yang mengalami kelebihan dimensi dan muatan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, mengganggu kelancaran arus lalu lintas, serta menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan. 

Oleh karena itu, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku menjadi tanggung jawab bersama.

Melalui patroli bersama ini, Kainduk PJR BSD Kompol Dharmawati.SE.MM.MH  mengharapkan," agar terbangun sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, stakeholder, pelaku usaha angkutan, pemilik kendaraan serta pengemudi dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar,"ujar nya.

Ka Induk PJR BSD Kompol Darmawati,SE,MH,MM,"dari 
Korlantas Polri juga mengajak para pemilik kendaraan dan para pengemudi untuk selalu mengutamakan keselamatan memeriksa kondisi kendaraan sebelum beroperasi,"tambahnya.

Memastikan tidak melebihi muatan dan tidak melebihi dimensi kendaraan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan di tengah masyarakat khususnya.

Kedekatan antara petugas kepolisian dan pengguna jalan melalui pelayanan yang humanis namun tegas dengan ini Polisi bersama Masyarakat.

Memberi pelayanan, Perlindungan, pengayoman, serta edukasi keselamatan berlalu lintas.

Dengan adanya sinergi dan pengawasan yang berkelanjutan, program Zero ODOL 2027 diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan kendaraan angkutan barang dan mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.

Polisi untuk  Masyarakat di Jalan Raya dan Polisi Bersama Masyarakat mewujudkan Keselamatan Berlalu Lintas Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

Kapolres Metro Bekasi Kota Pantau BBM di SPBU, Pastikan Stok Aman

KOTA BEKASI, - Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah Kota Bekasi dalam kondisi aman. 

Pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Putu mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, kondisi distribusi BBM di Kota Bekasi masih normal. 

Stok yang tersedia juga dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Situasi normal, distribusi lancar, stok memadai, tidak ada permasalahan dalam pelayanan kebutuhan BBM masyarakat Kota Bekasi,” kata Putu dikutip Bekasiguide.com, Selasa 20 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pengawasan terhadap distribusi dan pemenuhan kebutuhan BBM dilakukan bersama Pertamina dan Pemerintah Kota Bekasi. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan di SPBU tetap berjalan dengan baik.

Putu juga mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun mudah terpengaruh informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan terkait ketersediaan BBM. 

Menurutnya, masyarakat perlu tetap tenang karena kondisi pasokan BBM di Kota Bekasi saat ini masih terkendali.

Meski demikian, Polres Metro Bekasi Kota akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap distribusi BBM guna mengantisipasi potensi penyimpangan. 

Masyarakat yang menemukan dugaan penyimpangan dalam pelayanan atau distribusi BBM di SPBU diminta segera melaporkannya melalui layanan kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis.

“Kami aktif lakukan monitoring dan pengawasan. Apabila masyarakat menemukan penyimpangan, silakan hubungi 110 (telepon gratis), akan ditindaklanjuti Polres Metro Bekasi Kota,” tegasnya.

Pemantauan ini dilakukan di tengah kekhawatiran sebagian masyarakat mengenai potensi kelangkaan BBM seperti yang dikhawatirkan terjadi di sejumlah wilayah lain.  

Sejumlah warga berharap pemerintah dan pihak terkait tetap melakukan langkah antisipasi agar pasokan BBM di Kota Bekasi tetap terjaga dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Amankan Laga Persija vs Arema di Stadion Patriot, Polres Metro Bekasi Kota Terjunkan 2.100 Personel Super Duper Humanis

KOTA BEKASI – Jajaran Polres Metro Bekasi Kota menyiagakan pengamanan skala besar yang mengedepankan pendekatan humanis untuk mengawal pertandingan sengit BRI Liga 1 antara Persija Jakarta melawan Arema FC. 

Langkah pengamanan ini melibatkan sinergi lintas instansi guna memastikan keselamatan pemain, official, penonton, serta kelancaran mobilitas masyarakat di sekitar area stadion.

Pengamanan laga besar tersebut dilaksanakan sejak sore hari menjelang kick-off pertandingan yang dimulai pukul 19.00 WIB, dengan menempatkan personel gabungan di berbagai titik rawan, pintu masuk, hingga jalur akses utama kota.

Adapun titik fokus pengamanan dipusatkan di kawasan Stadion Patriot Candrabhaga serta koridor lalu lintas utama di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana, S.I.K., menjelaskan bahwa pengamanan kali ini melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai instansi lintas sektor.

“Untuk pertandingan sore hari ini kita melaksanakan pengamanan. Dari berbagai instansi ada dari TNI, Polri, Pemerintah Kota, tim medis, pemadam kebakaran, Dinas Perhubungan, bahkan ada PLN. Semuanya kita siagakan untuk mempersamai para suporter dan memastikan situasi sebelum, saat, dan setelah pertandingan nanti bisa aman,” ujar Kombes Pol Putu Kholis Aryana.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pemetaan dan plotting di lapangan, sebanyak 2.100 personel diterjunkan dengan menerapkan metode pengamanan yang sangat ramah kepada masyarakat.

“Dari data yang sudah diploting ada 2.100 personel, metodenya adalah metode super duper humanis. Jadi fokus kita, kita sadar bahwa penonton ini ingin datang ke sini, ingin menikmati pertandingan, ingin silaturahmi. 

Jadi ya pengamanan kita super duper sangat humanis, kita membersamai,” jelasnya.

Terkait dengan kehadiran suporter Arema FC, Kapolres mengonfirmasi adanya kedatangan rombongan Aremania, baik yang melakukan perjalanan langsung dari Jawa Timur maupun yang berdomisili di kawasan Jabodetabek.

“Totalnya tadi ada dua mobil pribadi, dua HiAce, dan empat bus yang hadir dari Malang maupun teman-teman Aremania yang berdomisili di sekitar Jakarta. 

Jika Persija lawan Arema maka Jakmania menjamu Aremania, jika Arema lawan Persija maka Aremania menjamu Jakmania, yang saya tahu dua suporter seperti itu, jadi insyaAllah aman,” tambahnya.

Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan bahwa orientasi utama kehadiran aparat di lokasi adalah memberikan rasa aman dan kenyamanan tanpa sikap arogan.

“Kehadiran di sini lebih dititikberatkan pada perlindungan dan pengayoman kepada suporter, tidak ada hal-hal lain. 

Masyarakat menginginkan aparatur negara yang tidak arogan, justru bisa menyatu dengan masyarakat supaya masyarakat bisa semakin percaya dengan aparatnya,” tegasnya.

Mengenai kondisi arus lalu lintas dan penggunaan kendaraan operasional, Kapolres memastikan tidak ada penutupan atau rekayasa jalan secara total, serta menegaskan seluruh suporter mendapat perlakuan yang setara tanpa diskriminasi.

“Tidak ada rekayasa arus lalu lintas, tetapi kami memploting petugas gabungan untuk di Jalan Ahmad Yani yang melakukan pengaturan agar memastikan menjelang, saat, dan setelah pertandingan arus lalu lintas tetap lancar. 

Soal rantis, kendaraan rantis itu kan memang kendaraan dinas satuan kepolisian, tetapi suporter semua pakai bus dan diperlakukan sama serta setara,” paparnya.

Guna memfasilitasi pendukung yang tidak berkesempatan masuk ke dalam tribune, pihak suporter juga menyediakan titik nonton bareng di area luar stadion.

“Titik nobar diselenggarakan oleh teman-teman suporter di titik-titiknya. Di sekitaran sini, kemungkinan nanti di sektor barat, teman-teman Aremania yang berada di luar stadion ingin berkumpul lalu menyaksikan bersama dari luar stadion. 

Selamat menikmati pertandingan,” pungkas Kombes Pol Putu Kholis Aryana.