View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Senin, 31 Agustus 2026

Pengguna Jalan Keluhkan Aktivitas di Lahan Sisi Tol Kembang Kerep Yang Membuat Macet, WaliKota Jakarta Barat Diminta Cek Segera Lokasi


JAKARTA BARAT-Pemanfaatan lahan di sisi Tol Kembang Kerep, tepatnya di Jalan Sisi Tol Kembang Kerep RT 05 RW 02, Kelurahan Kembangan, Kecamatan Meruya Utara, Jakarta Barat, kembali menjadi sorotan pengguna jalan.

Lahan yang berada di samping Pintu Tol Meruya 1 tersebut diketahui dimanfaatkan untuk sejumlah aktivitas, di antaranya tempat dokter hewan, usaha sego kucing, serta penyimpanan mobil proyek.

Kondisi tersebut dikeluhkan pengguna jalan karena dinilai berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas. 

Aktivitas kendaraan yang keluar-masuk maupun berhenti di sekitar lokasi disebut berpotensi menimbulkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan yang melintas.

Seorang pengguna jalan yang ditemui di sekitar lokasi dan meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku beberapa kali terjebak kemacetan ketika melintas di kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan menjadi kurang nyaman ketika aktivitas di sekitar lahan sedang ramai, terlebih lokasi tersebut berada tidak jauh dari akses Pintu Tol Meruya 1.

“Kalau sedang ramai, kita yang lewat ikut terdampak. Kadang harus memperlambat kendaraan karena ada kendaraan yang keluar-masuk atau berhenti di sekitar situ,” ujarnya kepada awak media.

Ia berharap pemerintah melihat langsung kondisi tersebut, terutama dari sisi pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan itu.

“Harapannya ditata lagi supaya lebih tertib. Kalau memang dulu dibuat taman, kenapa tidak dikembalikan lagi menjadi taman. Yang penting jangan sampai mengganggu jalan dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Pernah Ditertibkan dan Dijadikan Taman
Informasi yang disampaikan kepada awak media menyebutkan, lahan tersebut sebelumnya pernah dilakukan penertiban pada masa Uus Kuswanto menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Barat.

Saat itu, kawasan tersebut ditata dan dibangun menjadi taman. Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib sekaligus mengembalikan fungsi lahan sebagai ruang terbuka.

Namun, setelah terjadi pergantian kepemimpinan di Jakarta Barat, pemanfaatan lahan tersebut kembali berubah dan mulai menjadi perhatian pengguna jalan.

Kini, kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai fungsi dan peruntukan lahan di kawasan tersebut.

Pengguna Jalan Terjebak Macet Minta Pemerintah Turun Tangan

Pengguna jalan yang mengalami langsung kondisi kemacetan berharap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat tidak hanya melihat persoalan tersebut dari sisi pemanfaatan lahan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap lalu lintas.

“Yang merasakan kan pengguna jalan. Kalau macet, kita yang terjebak di jalan. Apalagi ini dekat pintu tol,” ujar pengguna jalan tersebut.

Ia berharap pemerintah melakukan peninjauan langsung untuk memastikan apakah pemanfaatan lahan saat ini sudah sesuai dengan peruntukannya.

“Kalau memang tidak sesuai, ya ditertibkan. Kalau bisa dikembalikan seperti dulu, menjadi taman, tentu lebih baik dan lebih rapi,” tambahnya.

Wali Kota Iin Mutmainnah Diminta Perhatikan Kondisi Lapangan

Keluhan tersebut kini diarahkan kepada Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah untuk dapat ditindaklanjuti melalui pengecekan dan penataan kawasan.

Pengguna jalan berharap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melakukan pemeriksaan terhadap status lahan, peruntukan, serta aktivitas yang saat ini berlangsung di lokasi.

Permintaan utamanya adalah agar lahan tersebut dapat dikembalikan kepada fungsi awal sebagai taman apabila memang secara aturan diperuntukkan untuk fungsi tersebut.

Posisi lahan yang berada di sisi jalan dan berdekatan dengan Pintu Tol Meruya 1 membuat aspek keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian penting.

Bagi pengguna jalan, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai keberadaan sebuah taman, tetapi menyangkut kelancaran lalu lintas, keselamatan berkendara, ketertiban kawasan, serta pemanfaatan ruang untuk kepentingan publik.

Penelusuran Awak Media PW MIO DKI Jakarta

Sejumlah awak media yang tergabung dalam PW Media Independen Online (MIO) DKI Jakarta turut melakukan penelusuran di lokasi untuk melihat secara langsung kondisi lahan dan dampaknya terhadap pengguna jalan.

Dari penelusuran tersebut, persoalan pemanfaatan lahan di sisi Tol Kembang Kerep menjadi perhatian, terutama karena lokasinya berdekatan dengan akses Pintu Tol Meruya 1 dan berada di kawasan yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup padat.

Sejumlah awak media PW MIO DKI Jakarta mendorong agar Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status, peruntukan, serta dasar pemanfaatan lahan tersebut.

Apabila terdapat dasar hukum atau perizinan yang memungkinkan pemanfaatan lahan untuk aktivitas tertentu, informasi tersebut dinilai penting disampaikan kepada publik.

Sebaliknya, apabila ditemukan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukan atau menimbulkan gangguan terhadap pengguna jalan, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah penataan maupun penertiban sesuai ketentuan.

Persoalan tersebut dinilai bukan semata-mata mengenai keberadaan taman, tetapi juga menyangkut ketertiban pemanfaatan ruang, kelancaran lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, dan kepentingan publik.

Sejumlah awak media yang tergabung dalam PW MIO DKI Jakarta berharap persoalan tersebut mendapat perhatian Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, sehingga dapat dilakukan pengecekan langsung di lapangan dan ditemukan solusi yang tepat terhadap pemanfaatan lahan tersebut.


Razia Dini Hari di Menteng, Polisi Amankan 6 Motor Tanpa Surat Kendaraan

Jakarta Pusat – Polsek Metro Menteng menggelar razia stationer dini hari sebagai langkah preventif mengantisipasi gangguan kamtibmas dan kejahatan jalanan, khususnya curat, curas, curanmor serta penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan diawali apel pada Selasa (1/9/2026) di depan Polsek Metro Menteng, Jalan Sutan Syahrir, Jakarta Pusat, dipimpin Ipda Freddy Marpaung, Selanjutnya personel melaksanakan razia di seberang Polsek Metro Menteng, Jalan Moch. Yamin.

Hasilnya, enam unit sepeda motor diamankan karena pengendaranya tidak dapat menunjukkan surat kendaraan. Seluruh kendaraan kemudian diamankan di Polsek Metro Menteng untuk proses lebih lanjut dan dapat diambil kembali setelah pemilik atau pengendara menunjukkan dokumen kendaraan yang sah.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami terus mengedepankan langkah preventif untuk mencegah kejahatan jalanan. Pemeriksaan dilakukan secara humanis dan sesuai prosedur, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun petugas,” ujar Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan bahwa razia stationer akan terus dilakukan secara terukur, khususnya pada waktu-waktu yang memiliki potensi kerawanan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami mengantisipasi kendaraan maupun orang yang berpotensi berkaitan dengan tindak kejahatan. Kami juga mengimbau para pengendara untuk selalu membawa dan melengkapi surat-surat kendaraan serta mematuhi aturan yang berlaku,” jelas AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Kapolsek menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat patroli dan kegiatan preventif di wilayah hukum Polsek Metro Menteng sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau membutuhkan kehadiran polisi, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” tambahnya.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Samsat Jakarta Timur Apresiasi Warga, Pelayanan Dinilai Ramah dan Profesional

JAKARTA TIMUR — Pelayanan Samsat Jakarta Timur mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Warga yang datang untuk mengurus administrasi kendaraan menilai pelayanan yang diberikan sangat memuaskan, ramah, cepat, dan profesional.

Sikap humanis serta keramahan petugas menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian masyarakat. Petugas dinilai mampu memberikan informasi dan membantu masyarakat dengan baik selama proses pelayanan berlangsung.

Pelayanan yang profesional dan transparan diharapkan dapat terus dipertahankan guna memberikan rasa nyaman dan kepuasan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kendaraan.
Apresiasi dari warga tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Samsat Jakarta Timur untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengedepankan keramahan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan pelayanan yang semakin baik, Samsat Jakarta Timur diharapkan mampu terus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Satpas Polres Metro Bekasi Kota Memberikan Pelayanan yang Humanis dan Mudah Terintegrasi serta Humble

Bekasi Kota-Satpas SIM Polres Polres Metro Bekasi Kota selalu terus meningkatkan dalam pelayanan dengan kemudahan, Terintegrasi baik serta para petugas petugasnye pun dengan humble menyambut para tamu yang akan mengurus surat - surat tersebut. 
Selasa (01/09/26).

Satpas SIM Polres Kota Bekasi Bekasi Selatan Kota Bekasi,buka setiap hari kerja, Senin sampai Kamis pukul. 08:00 - 12:00. 

Lokasi Satpas SIM tersebut begitu terlihat asri, rapihdan bersih,dengan beberapa fasilitas yang diberikan untuk kenyamanan para pengunjung yang datang sangat dapat terjangkau dekat dari stasiun Bekasi Kota. 

Satpas SIM tersebut begitu terlihat asri, rapih dan bersih,dengan beberapa fasilitas yang diberikan untuk kenyamanan para pengunjung yang akan mengurus atau membuat dan memperpanjang SIM. 

Tanpa harus antrian panjang yang mengular. Berbeda dengan sebelumnya, pokoknya is the best-lah, sehingga kami yang menunggu tidak terasa, tahu-tahu namanya sudah di panggil dan bebas dari calo, ujar Indri dan Aceng yang berasal dari Jakarta dan Cikarang tersebut dengan ekspresi bersemangat. 

Satpas Polres Bekasi Kota pun menerapkan pelayanan bebas dari calo dengan pengurusan sistem mandiri atau pendaftaran melalui electronik e - Satpas Polres Bekasi Kota. 

Tanpa harus antrian panjang yang mengular.Berbeda dengan sebelumnya, pokoknya is the best-lah, sehingga Kami yang menunggu tidak terasa, tahu-tahu namanya sudah di panggil dan bebas dari calo, ujar Indri. 

Satpas Polres Bekasi Kota pun menerapkan pelayanan bebas dari calo dengan pengurusan sistem mandiri atau pendaftaran melalui electronik Satpas Polres Bekasi Kota.

Terus Berkomitmen dalam Pelayanan Prima Samsat Kabupaten Bekasi Layanan dan Kepatuhan Pajak

Kabupaten Bekasi-Kantor Bersama Samsat Kabupaten Bekasi terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan prima serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor. 

Berbagai inovasi dihadirkan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, mulai dari kantor induk, Samsat Keliling, Samsat Corner, Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga pemanfaatan platform digital melalui E-Samsat. 

Kepala Unit Samsat Kabupaten Bekasi, AKP Resi Ratuleni, S.H., menegaskan dalam pesan singkat, bahwa lembaganya terus berorientasi pada kemudahan dan transparansi bagi para wajib pajak. 

Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan profesional agar masyarakat semakin nyaman dalam mengurus administrasi kendaraan maupun membayar pajak tepat waktu,” ujar AKP Resi melalui pesan seluler. 

Inovasi unggulan untuk wajib pajak guna mengakomodasi berbagai kalangan masyarakat, Samsat Kabupaten Bekasi meluncurkan sejumlah program terobosan, di antaranya samkopi dan Samkopdes.

Inovasi layanan cicilan pajak kendaraan melalui koperasi industri dan koperasi desa (tersebar di Desa Sukasari, Sukaresmi, Serang, Pasir Gombong, dan lainnya) guna meringankan beban pekerja pabrik serta masyarakat pedesaan. 

Program Samsat Kabupaten Cikarang mengurus pajak gampang, dan datang langsung ke Samsat Kabupaten Cikarang. 

Apresiasi bagi lima wajib pajak pertama setiap harinya yang membayar pajak lima tahunan tanpa tunggakan berturutturut, berhak mendapatkan paket sembako gratis dan kupon undian. 

Persyaratan lebih ringkas pengurusan pajak tahunan kini semakin mudah, cukup melampirkan KTP pemegang saat ini beserta STNK asli tanpa harus melampirkan KTP pemilik pertama. 

Fasilitas publik yang nyaman peningkatan sarana dan prasarana seperti ruang tunggu yang representatif, area bermain anak, ruang laktasi, hingga akses khusus yang ramah disabilitas. 

Operasi Gabungan dan Respon Positif Masyarakat. Selain pendekatan persuasif dan pelayanan humanis, Samsat Kabupaten Bekasi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). 

Polres Metro Bekasi, serta instansi terkait juga menggencarkan operasi gabungan di jalan raya. Dalam razia terbaru, petugas memeriksa sebanyak 110 kendaraan roda dua (R2) dan 64 kendaraan roda empat (R4), di mana sejumlah pelanggar langsung memanfaatkan layanan bayar di tempat melalui unit Samsat Keliling. 

Optimalisasi strategi jemput bola ini terbukti membuahkan hasil positif. Tercatat, penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) melalui berbagai saluran seperti Samsat Induk, Keliling, Gendong, hingga outlet resmi berhasil meraup Rp2,58 miliar.

Pemutihan Pajak di Ujung Waktu, Pelayanan Samsat Jaksel Dipuji Warga


JAKARTA — Di tengah tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor pada penghujung masa program, pelayanan di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya, tetap berjalan sigap.

Selasa, 01 September 2026, menjadi salah satu hari yang cukup sibuk bagi petugas pelayanan. Sejumlah wajib pajak terlihat mengantre untuk menyelesaikan administrasi kendaraan, khususnya pada bagian SKP pemutihan denda pajak kendaraan.

Antrean yang muncul tidak membuat pelayanan berhenti. Petugas tetap memberikan informasi, mengarahkan wajib pajak sesuai kebutuhan, serta membantu proses administrasi agar berjalan tertib.

Yang mendapat perhatian dari masyarakat bukan hanya kecepatan pelayanan. Sikap petugas yang dinilai ramah dan komunikatif juga menjadi bagian yang diapresiasi.

Salah seorang wajib pajak, Aji, mengaku puas setelah menyelesaikan proses administrasi kendaraan. Ia mengatakan proses pengurusan pemutihan denda pajak kendaraan berlangsung relatif cepat dan mudah meskipun harus melalui antrean.

“Untuk prosesnya cepat dan mudah, dan petugasnya juga ramah-ramah. Anggotanya pun memberikan air mineral untuk wajib pajak yang sedang antre,” ujar Aji seusai menyelesaikan proses pelayanan, Senin (31/8/2026).

Menurut Aji, pelayanan yang diberikan petugas membuat masyarakat yang sedang menunggu antrean merasa lebih nyaman. Kehadiran petugas yang aktif memberikan informasi juga dinilai membantu pemohon memahami tahapan administrasi yang harus dilalui.

Bagi masyarakat, pelayanan publik bukan sekadar menyelesaikan urusan administrasi. Cara petugas berkomunikasi dan memperlakukan warga yang datang juga menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan.

Apalagi pada penghujung masa pemutihan, jumlah masyarakat yang datang untuk memanfaatkan kebijakan tersebut cenderung meningkat. Wajib pajak yang sebelumnya menunda pembayaran memiliki dorongan untuk segera menyelesaikan kewajibannya sebelum program berakhir.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan antrean. Namun, berdasarkan pengamatan di lokasi, petugas tetap berupaya menjaga alur pelayanan agar masyarakat dapat memperoleh informasi dan menyelesaikan proses administrasinya.

Petugas Berikan Air Mineral

Salah satu bentuk perhatian yang diapresiasi wajib pajak adalah pemberian air mineral kepada masyarakat yang tengah menunggu antrean.

Hal sederhana tersebut menjadi penting ketika warga harus menunggu proses pelayanan. Terlebih, masyarakat yang datang memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda-beda.

Bagi Aji, keramahan petugas dan perhatian kepada masyarakat menjadi nilai positif dalam pelayanan Samsat.

Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap petugas yang dinilainya tetap memberikan pelayanan secara baik meskipun situasi cukup ramai.

Namun, apresiasi tersebut tidak membuat Aji menutup mata terhadap kebutuhan peningkatan pelayanan.

Ia menyarankan agar jumlah loket pelayanan dapat ditambah, khususnya ketika jumlah masyarakat yang datang meningkat pada periode tertentu.

Menurut dia, penambahan loket dapat membantu mempercepat proses dan mengurangi kepadatan antrean.

“Kalau bisa loketnya ditambah supaya pelayanan kepada masyarakat lebih cepat,” kata Aji.

Masukan tersebut menjadi catatan penting dalam pengelolaan pelayanan publik, terutama ketika program tertentu memicu peningkatan jumlah pemohon dalam waktu yang relatif bersamaan.

Kanit Samsat Selatan Siapkan Evaluasi Pelayanan

Kanit Samsat Selatan AKP Selfi Meidiyanti, S.H., M.Si., mengatakan kenyamanan wajib pajak akan tetap menjadi salah satu prioritas dalam pelayanan.

Menurut Selfi, evaluasi terhadap sistem pelayanan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan antrean, termasuk mempertimbangkan penambahan loket ketika volume masyarakat meningkat.

“Kedepannya kami tetap mengutamakan kenyamanan para wajib pajak agar tidak terlalu antre. Kami akan menambahkan loket agar tidak lagi terjadi antrean panjang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak berhenti pada kecepatan menyelesaikan administrasi. Kapasitas pelayanan juga perlu disesuaikan dengan dinamika jumlah masyarakat yang datang.

Terlebih, pada momentum pemutihan denda pajak kendaraan, masyarakat memiliki alasan kuat untuk datang dalam jumlah besar. Program tersebut menjadi kesempatan bagi wajib pajak untuk menyelesaikan kewajiban administrasi kendaraan dengan memanfaatkan kebijakan yang tersedia.

Karena itu, kesiapan petugas di lapangan menjadi faktor penting.

Petugas tidak hanya dituntut memahami prosedur administrasi, tetapi juga mampu memberikan informasi secara jelas kepada masyarakat. Dengan begitu, antrean dapat bergerak lebih teratur dan potensi kesalahan administrasi dapat ditekan.

Ramah di Tengah Antrean

Pelayanan yang ramah menjadi salah satu hal yang paling dirasakan masyarakat.

Dalam situasi pelayanan publik yang padat, antrean sering kali menjadi sumber keluhan. Warga harus menunggu, sementara petugas menghadapi tekanan untuk menyelesaikan banyak permohonan.

Namun, komunikasi yang baik dapat mengubah situasi tersebut.

Petugas yang memberikan informasi dengan jelas, mengarahkan wajib pajak sesuai prosedur dan tetap menjaga keramahan membuat masyarakat memiliki kepastian mengenai proses yang sedang mereka jalani.

Hal tersebut pula yang mendapat acungan jempol dari masyarakat yang menggunakan layanan Samsat Selatan.

Kesiapan petugas memberikan informasi dan membantu proses administrasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan.

Di sisi lain, masukan mengenai penambahan loket menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan petugas yang ramah. Mereka juga mengharapkan kapasitas pelayanan yang mampu mengimbangi tingginya jumlah pemohon.

Dengan demikian, kecepatan, ketepatan, keramahan dan kenyamanan menjadi empat unsur yang saling berkaitan dalam pelayanan Samsat.

Momentum Evaluasi Pelayanan

Penghujung masa pemutihan denda pajak kendaraan juga dapat menjadi momentum evaluasi bagi pelayanan Samsat.

Antrean masyarakat memberikan gambaran mengenai tingginya kebutuhan terhadap layanan administrasi kendaraan. Pada saat yang sama, antrean menjadi tantangan agar pelayanan tetap berjalan efektif tanpa mengorbankan kualitas interaksi antara petugas dan masyarakat.

Apresiasi yang disampaikan Aji menunjukkan bahwa masyarakat memberikan perhatian terhadap cara pelayanan diberikan, bukan hanya hasil akhirnya.

Ke depan, penambahan loket sebagaimana disampaikan AKP Selfi Meidiyanti dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas pelayanan apabila terjadi lonjakan pemohon.

Dengan pelayanan yang cepat, informasi yang jelas, petugas yang ramah dan fasilitas pendukung bagi masyarakat yang mengantre, Samsat Selatan Polda Metro Jaya berupaya memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah tingginya aktivitas masyarakat.

Pada akhirnya, bagi wajib pajak, pengalaman mengurus administrasi kendaraan bukan sekadar soal berapa lama proses selesai. Cara mereka dilayani, dipandu, dan diperlakukan dengan baik turut menentukan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik. 

Dua Security Cafe Andrews Party Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Kasus Dilaporkan ke Polisi

JAKARTA – Dua petugas keamanan Cafe Andrews Party di kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, di Cafe Andrews Party yang berada di Jalan Agung Perkasa, Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Berdasarkan laporan yang diterima Polsek Tanjung Priok, dua petugas keamanan berinisial DC dan MC mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Dalam laporan disebutkan, manajer operasional Cafe melihat sejumlah orang yang tidak dikenal  dan diduga membawa senpi melakukan penyerangan terhadap kedua korban.

Manajer kemudian mengamankan karyawan lainnya untuk menghindari situasi semakin meluas.Setelah kejadian, para terduga pelaku meninggalkan lokasi.

Sementara itu, kedua korban dibawa oleh petugas keamanan lainnya ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tanjung Priok pada Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 16.45 WIB.Dengan LP/B/443/VIII/2026/SPKT/POLSEK TANJUNG PRIOK/POLRES METRO JAKARTA UTARA/POLDA METRO JAYA

Kasus itu dilaporkan sebagai dugaan tindak pidana pengeroyokan diduga membawa senpi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262 KUHP.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi secara lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.

Manajemen Beri Klarifikasi :

Manajer Andrews Party berinisial WC mengatakan, sebelum dugaan penyerangan terhadap petugas keamanan terjadi, sempat terjadi gesekan antarpengunjung pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurut WC, petugas keamanan cafe telah berupaya melerai gesekan tersebut.

“Saat kejadian pada hari Minggu tanggal 23 Agustus 2026 terjadi gesekan sesama pengunjung. Saat itu security kami melerai kejadian tersebut,” ujar WC, Senin (31/8/2026).

WC juga memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di salah satu media daring mengenai dugaan cafe menyediakan senjata tajam.

Ia membantah informasi tersebut dan menegaskan bahwa pihak cafe tidak menyediakan senjata tajam.

“Saya pertegas di sini, kami tidak menyediakan senjata tajam ,” kata WC.

Pihak manajemen, lanjut WC, telah melaporkan dugaan penyerangan terhadap dua petugas keamanan tersebut kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Dalam kejadian tersebut polisi masih melakukan penyelidikan. Identitas maupun jumlah terduga pelaku belum diketahui.Seluruh informasi mengenai dugaan pengeroyokan dan motif kejadian masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.