View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Jumat, 25 September 2026

Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan bersama Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) Sul-Sel forum POV (Perspektif Objektif dan Valid) dengan tema “Makassar dalam Pusaran Dunia: Dari Jejak Perjuangan Sultan Hasanuddin


MAKASSAR – Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan bersama Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) Sulsel menggelar forum POV (Perspektif Objektif dan Valid) dengan tema “Makassar dalam Pusaran Dunia: Dari Jejak Perjuangan Sultan Hasanuddin hingga Dinamika Politik Global Hari Ini”, Kamis (24/9/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Aula STAI Al Bayan Makassar tersebut menghadirkan Babe Dzikrullah sebagai narasumber.

Forum ini menjadi ruang diskusi bagi pemuda dan mahasiswa untuk melihat kembali perjalanan sejarah Makassar, perjuangan para tokohnya, sekaligus menghubungkannya dengan dinamika dunia dan tantangan generasi muda hari ini.

Dalam sesi diskusi, Dzikrullah menekankan bahwa memahami sejarah perjuangan tidak cukup hanya dengan mengenang tokoh dan peristiwa masa lalu. Menurutnya, generasi muda juga perlu memahami nilai dan orientasi yang melandasi sebuah perjuangan.

Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan karakter peradaban Islam.

“Perbedaan peradaban Islam dengan peradaban yang lain adalah kalau peradaban Islam yang diperjuangkan itu bagaimana menegakkan kalimat tauhid, La ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Kita jadi pengusaha untuk menegakkan La ilaha illallah Muhammad Rasulullah, kita jadi pejabat untuk menegakkan La ilaha illallah Muhammad Rasulullah,” ujar Dzikrullah.

Menurut dia, nilai tersebut juga perlu menjadi landasan gerakan generasi muda, termasuk Pemuda Hidayatullah dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah.

“Oleh karena itu, Pemuda Hidayatullah dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah dalam gerakannya bagaimana memperjuangkan dan menegakkan kalimat La ilaha illallah Muhammad Rasulullah,” lanjutnya.

Pembahasan kemudian bergerak pada persoalan kebangsaan dan persatuan, yang juga menjadi bagian penting dari tema “Makassar dalam Pusaran Dunia”.

Dzikrullah menyinggung bahwa perubahan politik di berbagai belahan dunia dapat melahirkan perpecahan ketika identitas dan perbedaan tidak dikelola dengan baik.

Ia membandingkannya dengan Indonesia yang dihuni oleh beragam suku dan kelompok masyarakat.

“Beberapa negara di belahan dunia ini terbentuk dari hasil pecahan suatu negara, disebabkan salah satunya perbedaan suku. Beda halnya dengan Indonesia. Indonesia terbentuk dari gabungan berbagai suku yang diinisiasi oleh umat Islam,” katanya.

Karena itu, ia menilai umat Islam memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan bangsa.

“Maka dari itu kita sebagai umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa ini,” ujar Dzikrullah.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya panitia menghubungkan jejak perjuangan masa lalu dengan tantangan kebangsaan dan dinamika global hari ini.

Ketua PW Pemuda Hidayatullah Sulsel, Rachmat Ghafur Hamran, mengatakan kegiatan POV berjalan sesuai dengan tujuan awal, yakni menghadirkan ruang diskusi yang memperluas wawasan pemuda dan mahasiswa.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta selama sesi diskusi berlangsung.

“Alhamdulillah kegiatan POV, Perspektif Objektif dan Valid, berjalan dengan lancar sebagaimana tujuan kegiatan ini. Saya sangat bersyukur teman-teman yang hadir sangat antusias dalam bertanya kepada narasumber,” kata Rachmat.

Menurutnya, forum POV diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi menjadi ruang diskusi berkelanjutan dengan tema-tema yang relevan bagi generasi muda.

“Kami berharap semoga di kegiatan POV ke depan akan lebih banyak lagi pemuda dan mahasiswa untuk membahas materi yang tidak kalah menarik lagi,” tambahnya.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah Sulawesi Selatan.

Turut hadir Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ustadz Muhammad Saleh Usman, jajaran Pemuda Hidayatullah Sulsel, pengurus GMH Sulsel, para senior, serta mahasiswa dan pemuda.

Melalui tema “Makassar dalam Pusaran Dunia”, penyelenggara ingin mengajak generasi muda tidak hanya mengenal sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga menjadikannya pintu masuk untuk memahami persoalan kedaulatan, persatuan, peradaban, dan perubahan dunia hari ini.

Forum POV diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus memperluas perspektif, memahami sejarah, serta membaca perkembangan global secara lebih kritis dan bertanggung jawab.

Kapolri Pimpin Korprapot, 50 Pati dan Empat PNS Polri Naik Pangkat

JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) Perwira Tinggi (Pati) dan PNS Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Sebanyak 50 Pati Polri dan 4 PNS Polri menerima kenaikan pangkat dalam upacara tersebut.

Dari 50 Pati Polri yang naik pangkat, satu personel memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.), 15 personel menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), dan 34 personel menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.).

Salah satu Pati yang naik pangkat menjadi Komjen Pol. adalah Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. selaku Astamaops Kapolri. Sementara sejumlah Pati yang memperoleh kenaikan pangkat menjadi Irjen Pol. di antaranya Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H. selaku Kadivhubinter Polri, Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. selaku Kapolda Sulut., serta Dr. Wawan Muliawan, S.H., S.I.K., M.H. selaku Wakabaintelkam Polri.

Kenaikan pangkat juga diberikan kepada 34 Pati Polri menjadi Brigjen Pol., di antaranya Dally Achmad Mutiara, S.I.K., Zefanja Honpry Dapas, S.I.K., M.Si., dan Dr. Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H.

Selain Pati Polri, Korprapot juga diikuti dengan kenaikan pangkat bagi empat PNS Polri. Kenaikan pangkat tersebut terdiri atas tiga PNS menjadi Pembina Utama dan satu PNS menjadi Pembina Utama Madya.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel selama menjalankan tugas. Menurutnya, kenaikan pangkat sekaligus menjadi amanah untuk meningkatkan tanggung jawab dalam memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat.

“Setiap kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel. Namun, di balik kenaikan pangkat tersebut terdapat amanah dan tanggung jawab yang semakin besar untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, bangsa, dan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Irjen Pol. Johnny menambahkan, kenaikan pangkat juga merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus bentuk kepercayaan organisasi. Para personel yang menerima kenaikan pangkat diharapkan dapat terus menjaga kehormatan institusi dan menjadi teladan dalam pelaksanaan tugas.

“Harapannya, kenaikan pangkat ini tidak hanya menjadi pencapaian secara pribadi, tetapi juga menjadi energi baru untuk terus berkarya, memberikan kontribusi positif, dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional dan humanis,” tutupnya.

Polres Metro Bekasi Kota Telusuri Peran Alumni dalam Mobilisasi Pelajar Lintas Sekolah

Kota Bekasi - Polisi Ungkap Peran F, Pemuda di Bekasi Diduga Ajak Pelajar Bawa Molotov hingga Serang Polisi

Seorang pemuda berinisial F (23) alias Batak diduga mengajak dan memobilisasi pelajar dari sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Bekasi untuk melakukan tindakan kriminal saat kerusuhan di Bekasi dan Jakarta pada akhir Agustus 2026.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan, dugaan tersebut terungkap setelah penyidik memeriksa data digital dari telepon genggam milik F.

Dari pemeriksaan itu, polisi menemukan percakapan yang memuat ajakan melakukan sejumlah tindakan kriminal, mulai dari membawa bom molotov hingga menyerang anggota Polri.

Baca juga: Siswa SMP Swasta di Bekasi Diduga Dibully Teman Sekelas hingga Dirawat di RS

"Penyidik menemukan pesan yang memuat seruan membawa bom molotov, membakar kantor kepolisian, menyerang anggota Polri, dan merusak fasilitas umum," ujar Verdika dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).

Menurut Verdika, ajakan tersebut disebarkan F melalui akun Instagram @panjatek400bob. Akun itu digunakan untuk menghimpun dan mengarahkan para pelajar melalui grup bernama "SMK Se-Bekasi Bersatu".

"Komunikasi itu dibangun untuk menghimpun peserta sekaligus mengarahkan pergerakan mereka," kata Verdika.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan percakapan dalam grup yang membahas titik berkumpul hingga rencana pergerakan anggota grup.

Baca juga: Polisi Ungkap Grup SMK Se-Bekasi Bersatu untuk Mobilisasi Pelajar, Ada Ajakan Bawa Bom Molotov

Polisi masih mendalami komunikasi tersebut untuk mengetahui sejauh mana ajakan F menjangkau pelajar dari berbagai sekolah.

"Kami telusuri kepada siapa ajakan itu disampaikan, siapa yang meneruskannya, dan bagaimana rencana tersebut dibicarakan. Peran masing-masing harus jelas berdasarkan data percakapan dan hasil pemeriksaan," kata Verdika.

Penyidik juga masih menelusuri isi percakapan serta pihak-pihak yang terlibat untuk memetakan peran masing-masing dalam dugaan mobilisasi pelajar tersebut.

Selain barang bukti digital, polisi menyita satu bilah senjata tajam yang berada dalam penguasaan F.

Dalam kasus ini, F telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka di Polres Metro Bekasi Kota.

"F kini telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka."

F disangkakan melanggar Pasal 247 dan/atau Pasal 248 ayat (1) juncto Pasal 20 huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun.

Sementara itu, terkait penguasaan senjata tajam tanpa hak, F juga dijerat Pasal 307 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Layanan Polisi 110, Patroli Laut Malam Satpolairud Polres Kepulauan Seribu Sambangi Penjaga Pulau

Jakarta Utara- Satpolairud Polres Kepulauan Seribu melaksanakan patroli laut malam di wilayah perairan Kepulauan Seribu, Jumat (25/09/2026). 

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan wilayah perairan sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas pada malam hari. 

Personel Satpolairud menyusuri sejumlah jalur perairan dan menyambangi para penjaga pulau yang tengah melaksanakan tugas. Dalam kesempatan tersebut, petugas berdialog langsung untuk mengetahui situasi di sekitar wilayah pulau sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmasnya 

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan orang, kapal, maupun aktivitas yang mencurigakan. 

Apabila menemukan hal yang tidak biasa atau berpotensi mengganggu keamanan, masyarakat diminta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian. 

Kasat Polairud Polres Kepulauan Seribu Iptu Putut Suryo Pebriantoro, S.H., mengatakan patroli laut malam merupakan upaya preventif sekaligus bentuk kehadiran Polri di wilayah perairan. 

“Patroli malam kami lakukan untuk memastikan situasi tetap aman sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. 

Kami akan mengajak para penjaga pulau dan masyarakat untuk Patroli pada malam hari.Kami lakukan untuk memastikan situasi tetap aman sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. 

Dan kami mengajak para penjaga pulau dan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan kejadian mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian,” ujar Putut. 

Dalam kegiatan tersebut, personel juga menyosialisasikan Layanan Polisi 110. Layanan Polisi 110 dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat untuk melaporkan tindak kejahatan, gangguan kamtibmas, kecelakaan, bencana, maupun kondisi darurat lainnya yang membutuhkan kehadiran kepolisian. 

Masyarakat juga diimbau untuk segera dan melanarkan kejadian yang di tengah masyarakat dan juga diimbau untuk segera melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian dan tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan. 

Informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan. 

Melalui kegiatan Jaga Jakarta, Satpolairud Polres Kepulauan Seribu terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta dan meningkatkan kehadiran polisi di wilayah perairan dan pulau-pulau. 

Patroli laut malam berlangsung aman dan lancar. Situasi kamtibmas di wilayah perairan Kepulauan Seribu 

Melalui kegiatan patroli Jaga Jakarta, Satpolairud Polres Kepulauan Seribu terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta meningkatkan kehadiran polisi di wilayah perairan 
dan pulau-pulau. 

Patroli laut malam berlangsung aman dan lancar. Situasi kamtibmas di wilayah perairan Kepulauan Seribu terpantau aman, tertib dan aman kondusif.

Laporan Warga Masuk, Polisi Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Angkot di Menteng


Jakarta Pusat — Laporan warga mengenai kecelakaan lalu lintas di Jalan Cilacap No. 8, Menteng, Jakarta Pusat, langsung ditindaklanjuti personel Polsek Metro Menteng, Jumat (25/9/2026).

KSPKT Unit II Polsek Metro Menteng Ipda Ardityo Palwandaru, bersama Aiptu Dwi Wibowo kemudian bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

Berdasarkan informasi awal dari pelapor, kecelakaan terjadi Sebuah angkutan Jaklingko/Transjakarta bernomor polisi B 1426 WT mengalami kecelakaan out of control hingga menabrak sejumlah rambu, tiang, dan pot bunga di sekitar lokasi.

Dalam kejadian tersebut, berdasarkan laporan awal, tidak terdapat korban. Petugas SPKT selanjutnya menemui pelapor dan pihak lain yang berada di lokasi untuk menghimpun keterangan terkait peristiwa tersebut.

Untuk penanganan lebih lanjut, KaSPKT berkoordinasi dengan petugas Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Pusat yang sedang piket agar mendatangi lokasi dan melakukan penanganan sesuai prosedur.

Sambil menunggu kedatangan petugas Laka Lantas, personel SPKT Polsek Metro Menteng tetap berada di lokasi untuk memastikan situasi terkendali serta membantu kebutuhan awal di tempat kejadian.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menekankan pentingnya kecepatan personel dalam merespons laporan masyarakat.

“Setiap laporan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti dengan memastikan kondisi di lapangan dan melakukan koordinasi dengan satuan yang memiliki kewenangan dalam penanganannya,” ujar Reynold.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan kehadiran personel di lokasi juga menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Personel SPKT segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dan berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas untuk proses penanganan lebih lanjut,” kata Braiel.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Haru di Jatimelati : Saat Kapolsek Pondok Gede Datangi Warga Sakit dan Lansia

KOTA BEKASI - Pemandangan mengharukan terlihat di lingkungan RW 09 Kelurahan Jatimelati Pondok Melati Kota Bekasi. Jumat(25/9/2026).

Di tengah kesibukannya menjaga keamanan wilayah, Kapolsek Pondok Gede AKP Dr. H. Wahyudi, S.H., M.H., meluangkan waktu untuk datang langsung ke rumah-rumah warga yang sedang sakit dan para lanjut usia (lansia). Tak sendiri, ia didampingi Panit Binmas Iptu Pardi Prasetyo dan Bhabinkamtibmas Jatimelati, Bripka Antok S.

Bukan operasi, bukan razia. Kedatangan mereka kemarin membawa bingkisan sembako dan yang paling penting "kehadiran dan empati".

Satu per satu rumah disambangi. Kapolsek duduk, mendengarkan keluh kesah, mendoakan kesembuhan, dan menyemangati para lansia yang sudah tak lagi kuat beraktivitas.

"Jangan dilihat besar kecil bantuannya. Ini adalah bentuk kasih kami. Kami ingin warga tahu, Polri itu ada untuk mereka, terutama saat mereka sedang dalam kondisi sulit," ujar AKP Wahyudi di sela kunjungan.

Bagi warga penerima, bantuan sembako itu mungkin tak seberapa. Namun perhatian yang tulus dari pimpinan kepolisian di wilayahnya menjadi pengobat rindu dan penguat batin.

"Kami hanya ingin memastikan tidak ada warga kami yang merasa sendirian. Semoga yang sakit segera diangkat penyakitnya dan bisa kembali beraktivitas," tambahnya.

Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga Kamtibmas, tetapi juga merawat kemanusiaan. Kedekatan inilah yang terus dibangun Polsek Pondok Gede agar Polri semakin dicintai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026, Polri Kedepankan Pendekatan Humanis


JAKARTA — Polri melaksanakan pengamanan rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026). Dua pertandingan digelar hari ini, yakni Bangladesh melawan Malaysia, dilanjutkan Indonesia menghadapi Singapura.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, 3.852 personel dilibatkan dalam Operasi Garuda Bakti 2026 untuk mengamankan pertandingan serta mendukung pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan GBK.

“Seluruh personel diarahkan menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan terukur, serta tidak diperbolehkan membawa senjata api. Pengamanan juga mengedepankan koordinasi dan kolaborasi dengan panitia pelaksana,” ujarnya.

Pengaturan lalu lintas diterapkan secara situasional untuk mendukung kelancaran kedatangan tim dan penonton sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan. Penonton juga diimbau mengikuti pemeriksaan dan arahan petugas serta tidak membawa benda yang dapat membahayakan.

“Kita berharap pertandingan berlangsung aman dan nyaman, sementara kegiatan masyarakat di sekitar GBK tetap berjalan dengan baik. Mari ikuti arahan petugas dan bersama-sama menjaga suasana tetap tertib,” pungkasnya.