View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Sabtu, 15 Agustus 2026

GERAK CEPAT TNI AL DIRIKAN TENDA DARURAT UNTUK RATUSAN SISWA SEMINARI PASCA GEMPA FLORES


Jakarta, 16 Agustus 2026,---- Merespons cepat situasi tanggap darurat pascabencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Maumere bergerak menyalurkan bantuan dengan mendirikan tenda pengungsian darurat bagi ratusan siswa Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8) dini hari.
Aksi tanggap cepat ini dilaksanakan atas instruksi langsung Komandan Lanal Maumere, Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S., pasca gempa utama yang dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust), para siswa terpaksa melakukan pengungsian mandiri dan tidur di lapangan terbuka beratap langit hanya beralaskan kasur seadanya untuk menghindari risiko gempa susulan.
Di tengah suasana malam dan kepungan ancaman gempa susulan, personel Lanal Maumere diterjunkan langsung ke lokasi untuk mendirikan dua unit tenda darurat berkapasitas besar. Setelah tenda berdiri kokoh, para prajurit TNI AL turut membantu memindahkan dan menata tempat beristirahat para siswa di dalam tenda agar terhindar dari angin malam dan cuaca dingin.
Langkah responsif ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen TNI Angkatan Laut dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam, khususnya dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan anak-anak serta generasi muda di daerah terdampak dan menjadi bukti nyata implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang diperintahkan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

​Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Polri Kembali Kirim Tim SAR dan Bantuan Logistik untuk Percepat Penanganan Gempa NTT

JAKARTA - Polri kembali memberangkatkan personel, tim SAR, anjing pelacak K9, serta bantuan logistik untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemberangkatan dilakukan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026).

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pemberangkatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat upaya mitigasi, evakuasi, dan penyelamatan masyarakat terdampak bencana di NTT.

“Ini merupakan kelanjutan dari upaya kami untuk memberikan bantuan dan menjalankan misi kemanusiaan Polri, sebagaimana arahan dan perintah Bapak Kapolri kepada jajaran Mabes Polri, khususnya dalam membantu Polda Nusa Tenggara Timur,” ujar Trunoyudo di Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Minggu (16/8/2026).

Trunoyudo menjelaskan, dari rencana awal sebanyak 260 personel, sebanyak 137 personel telah diberangkatkan pada Sabtu (15/8/2026) malam. Personel tersebut memiliki kapabilitas dan kompetensi di bidang penyelamatan dan Search and Rescue (SAR).

Selain itu, Korps Brimob Polri telah mengirimkan 101 personel yang di dalamnya terdapat tenaga kesehatan lapangan, dokter beserta perlengkapannya, serta personel logistik yang bertugas melakukan kurasi kebutuhan di wilayah terdampak.

Pada Minggu pagi, Polri kembali memberangkatkan tim SAR dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri sebanyak 21 personel bersama 10 ekor anjing K9. Tim tersebut membawa peralatan pendukung pencarian korban serta bantuan logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton.

“Khusus untuk kompetensi SAR dari Direktorat Polisi Satwa, kami memberangkatkan 21 personel beserta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kompetensi untuk melakukan pencarian korban,” kata Trunoyudo.

Menurutnya, kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam proses pencarian dan penyelamatan korban. Karena itu, tim yang diberangkatkan akan segera berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan pembagian tugas dan wilayah prioritas.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian awal dalam proses mitigasi dan pencarian korban yakni Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun, bantuan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Penerbangan tim SAR dan bantuan tersebut menggunakan pesawat Polisi Udara Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe menuju Labuan Bajo. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam dengan perbedaan waktu satu jam lebih awal di wilayah WITA.

Selain pesawat, Polri juga menyiapkan tiga unit helikopter AW169 untuk mendukung distribusi bantuan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang terisolasi atau mengalami keterbatasan akses akibat bencana.

Trunoyudo menuturkan, pesawat CASA Polri juga telah berada di wilayah NTT sebelum bencana dan digunakan pascabencana untuk mempercepat mobilitas menuju sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo dan daerah lainnya.

Adapun bantuan yang dikirimkan antara lain obat-obatan, tenda lapangan, makanan, kebutuhan kelompok rentan, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Polri juga membawa 10 unit Wi-Fi portable untuk membantu mengatasi kendala komunikasi di sejumlah wilayah terdampak.

“Komunikasi menjadi sangat penting di sana. Ketika komunikasi dapat terjangkau, informasi mengenai kondisi di lapangan juga akan diperoleh dengan lebih cepat,” jelas Trunoyudo.

Selain dukungan SAR dan logistik, Polri turut mengirimkan tim trauma healing untuk memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Polri memastikan bantuan akan terus dikirimkan secara berkelanjutan berdasarkan hasil kurasi kebutuhan di lapangan. Pengiriman bantuan juga direncanakan kembali dilakukan pada Senin (17/8/2026) dan hari berikutnya sesuai dengan kebutuhan prioritas.

“Namun, seperti yang saya sampaikan tadi, bantuan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Data kebutuhan akan terus kami terima dan kemudian akan kami kirimkan kembali,” ungkapnya.

Dalam penanganan bencana tersebut, Polda NTT juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Forkopimda, serta stakeholder terkait untuk memastikan proses mitigasi, evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Trunoyudo menegaskan, seluruh bantuan Polri ditujukan untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus meringankan beban masyarakat terdampak.

“Kami mengharapkan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan bantuan secara merata, baik bantuan secara fisik maupun dukungan secara psikologis,” pungkasnya.

Brimob Polda Metro Jaya Amankan Pemuda Bawa 530 Butir Obat Keras di Tanah Abang

JAKARTA — Tim Patroli Satuan Brimob Polda Metro Jaya mengamankan seorang pemuda yang diduga membawa 530 butir obat keras di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (16/8/2026) dini hari.

Penindakan bermula ketika personel menindaklanjuti informasi masyarakat saat melaksanakan patroli di sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban.

Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan 29 strip berisi 290 butir tramadol dan 24 strip berisi 240 butir trihexyphenidyl. Polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio tanpa pelat nomor dan dokumen kendaraan.

Pemuda tersebut beserta seluruh barang yang ditemukan kemudian diserahkan kepada Polsek Metro Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan kehadiran personel di lapangan merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, terutama pada waktu rawan.

“Setiap informasi dari masyarakat menjadi perhatian kami. Personel di lapangan diarahkan melakukan pencegahan secara humanis, tetapi tetap tegas apabila menemukan dugaan pelanggaran hukum,” kata Kombes Henik.

Selain kawasan Tanah Abang, patroli menyasar Jalan Gunung Sahari, Kemayoran, Cempaka Putih, Green Pramuka, Matraman, Tugu Proklamasi, Taman Suropati, Bundaran HI, hingga kawasan Monas. Situasi selama pelaksanaan patroli terpantau aman dan kondusif.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan maupun mengedarkan obat keras tanpa hak atau tanpa resep dokter karena dapat membahayakan kesehatan dan menimbulkan konsekuensi hukum.

“Obat keras harus digunakan sesuai resep dan pengawasan tenaga kesehatan. Kami juga mengajak para orang tua mengawasi pergaulan anak-anak. Apabila mengetahui adanya dugaan peredaran atau penyalahgunaan obat-obatan, segera laporkan kepada kepolisian terdekat atau melalui layanan Polisi 110,” ujar Kombes Budi.

Aspirasi Historis Nusantara dan Janji Pendiri Bangsa Catatan Kritis Lembaga Adat Pasukan To Manurung untuk Presiden Prabowo


MAKASSAR — Berdirinya Republik Indonesia tidak pernah lepas dari keputusan monumental kerajaan dan kesultanan di seluruh Nusantara yang meleburkan kedaulatan wilayahnya demi lahirnya persatuan nasional pasca-Proklamasi 1945. Minggu (16/08/26).

Namun, proses konsolidasi ketatanegaraan tersebut menyisakan catatan kritis terkait komitmen sejarah yang belum sepenuhnya terealisasi hingga kini.

Ketua Lembaga Adat Pasukan To Manurung, Ryan Latief La Kaseng, menegaskan bahwa fondasi utama berdiri Republik Indonesia adalah kebesaran hati para raja dan sultan Nusantara. 

Melalui diplomasi politik dan safari kebangsaan yang dilakukan Presiden Soekarno dari Aceh hingga Indonesia bagian timur, lahir kesepahaman moral untuk membangun negara bersama.
"Pengorbanan kerajaan-kerajaan Nusantara sangat nyata. 

Mereka menyerahkan wilayah, harta, dan kedaulatannya demi naungan NKRI. Salah satu janji historis yang tercatat adalah pengakuan status keistimewaan dan otonomi bagi Kedatuan Luwu di Sulawesi Selatan, sebagaimana halnya penghormatan atas peran strategis masyarakat Aceh," ujar Ryan Latief.

Namun, dinamika politik nasional dalam perjalanan waktu menunjukkan adanya ketidakselarasan antara pengorbanan sejarah dan realitas ketatanegaraan. Hingga saat ini, janji penataan status serta perhatian khusus terhadap entitas kerajaan adat—termasuk Kedatuan Luwu—belum juga terwujud secara utuh.

Ryan Latief mengingatkan bahwa abaian terhadap komitmen masa lalu berpotensi menimbulkan kekecewaan mendalam di akar rumput masyarakat adat.

"Kita harus ingat bahwa fondasi dasar negara ini adalah kerajaan Nusantara. Jangan sampai kekecewaan yang tertimbun lama mendorong daerah-daerah untuk merenungkan kembali jati diri historisnya dan merindukan bentuk negara kerajaan masing-masing. Ini adalah tanggung jawab moral lintas generasi," tegasnya.

Memasuki era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, Ryan Latief melihat adanya momentum emas untuk mengoreksi dan merekonsiliasi perjalanan sejarah bangsa. Ia mengimbau agar pemerintah pusat kembali menengok rekam jejak diplomasi pendiri bangsa dan memberikan perhatian konkrit kepada kerajaan serta kesultanan di seluruh wilayah Nusantara.

Penunaian janji historis kepada Kedatuan Luwu dan seluruh entitas adat Nusantara dinilai bukan sekadar pembagian wewenang politik, melainkan langkah nyata dalam meletakkan keadilan sosial, merawat ingatan kolektif bangsa, serta memperkokoh pilar persatuan nasional yang sejati.

Polsek Bekasi Selatan Gencarkan KRYD, Dukung Program Jaga Jakarta On The Spot, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar

Bekasi – Polsek Bekasi Selatan Polres Metro Bekasi Kota terus meningkatkan kegiatan preventif dan preemtif di wilayah hukumnya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan menggelar patroli dan razia stasioner untuk mengantisipasi tawuran, balap liar, serta kejahatan jalanan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu dini hari, (16/8/2026), tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan, AKP Ompi Indovina, S.H., M.H., dengan melibatkan 15 personel Polsek Bekasi Selatan.

Sebelum pelaksanaan patroli, seluruh personel mengikuti apel kesiapsiagaan di halaman Mapolsek Bekasi Selatan. Selanjutnya, petugas melakukan patroli kewilayahan menyusuri sejumlah lokasi, di antaranya Jalan Puloribung Raya, Jalan Ki Ijo Bin Beih, Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Pramuka, Jalan KH. Noer Ali, hingga Jalan Cikunir Raya.

Selain patroli, petugas juga melaksanakan razia stasioner dengan sasaran senjata tajam, senjata api ilegal, narkoba, serta mengantisipasi tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan AKP Ompi Indovina dalam keterangannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung Program Jaga Jakarta On The Spot dengan menghadirkan polisi secara langsung di tengah masyarakat dan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

“Melalui KRYD ini kami ingin memastikan kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat. Patroli dan razia dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap tawuran, balap liar, 3C, narkoba maupun tindak pidana lainnya, sekaligus mendukung Program Jaga Jakarta On The Spot,” ujar AKP Ompi Indovina.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan membutuhkan peran serta masyarakat. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas atau membutuhkan kehadiran polisi, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110 yang gratis atau menyampaikan pengaduan melalui Yanduan Polres Metro Bekasi Kota,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas tidak menemukan pelanggaran pidana. Seluruh rangkaian KRYD berlangsung aman, tertib, dan terkendali.

Polsek Bekasi Selatan menegaskan, kegiatan patroli dan razia akan terus ditingkatkan sebagai langkah nyata menciptakan situasi harkamtibmas yang aman, nyaman, dan damai bagi masyarakat.

Jaga Jakarta On The Spot, Malam Libur Panjang Kapolsek Bekasi Barat Pimpin KRYD dan Razia Stasioner Cegah Tawuran

Kota Bekasi — Dalam upaya mencegah aksi tawuran dan kejahatan jalanan, Polsek Bekasi Barat melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), patroli wilayah, dan razia stasioner di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, SH., MH., didampingi Perwira Pengendali IPDA Anwar Wahyudi bersama personel Polsek Bekasi Barat.

Dalam pelaksanaannya, petugas menggelar razia stasioner di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bintara. Selain itu, personel juga melaksanakan patroli mobile dengan menyisir sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan gangguan Kamtibmas, di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Patriot, Jalan KH. Noer Ali/Kalimalang, Gerbang Tol Bintarajaya, serta Jalan Rawa Bebek.

Kegiatan KRYD dan razia stasioner tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi aksi tawuran, kejahatan jalanan maupun gangguan Kamtibmas lainnya, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas maupun melintas di wilayah hukum Polsek Bekasi Barat.

Kapolsek Bekasi Barat menegaskan bahwa kegiatan patroli dan pencegahan akan terus ditingkatkan, khususnya pada malam libur panjang pada lokasi dan waktu yang dianggap rawan, guna menjaga situasi keamanan wilayah tetap kondusif.

Aktivis Serukan Masyarakat Jaga Kondusifitas Jelang Hut Kemerdekaan RI Ke - 81 Tahun

Jakarta-Sabtu, 15 Agustus 2026 — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sdr. Kris, aktivis masyarakat mengimbau seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Peringatan HUT RI bukan hanya momentum seremonial, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan tanpa mengabaikan ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT RI ke-81 sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan. 

Perbedaan pilihan, pandangan, maupun latar belakang jangan sampai menjadi alasan untuk menciptakan konflik di tengah masyarakat,” ujar Kris.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya melalui media sosial. 

Setiap informasi yang berpotensi memicu keresahan hendaknya disikapi secara bijak dan dikonfirmasi terlebih dahulu kepada sumber yang dapat dipercaya.

Selain itu, masyarakat diharapkan turut menjaga keamanan selama rangkaian kegiatan peringatan HUT RI berlangsung, termasuk kegiatan perlombaan, upacara, hiburan rakyat, maupun aktivitas lingkungan lainnya.

“Kondusifitas bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari kita isi kemerdekaan dengan kegiatan positif, menjaga toleransi, menghormati sesama, serta memastikan perayaan HUT RI ke-81 berlangsung aman, damai, dan penuh kebersamaan,” tegasnya.

Dengan semangat kemerdekaan, seluruh masyarakat diharapkan mampu menjadikan momentum ini sebagai penguat persatuan dan komitmen bersama untuk membangun lingkungan yang aman, harmonis, dan demokratis.