View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Kamis, 16 April 2026

Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal

Jakarta – Polri resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji dan Umrah sebagai langkah konkret dalam memperkuat perlindungan jemaah serta menindak berbagai praktik penyelenggaraan ibadah haji ilegal. Pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi antara Polri dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, menyampaikan bahwa Polri berkomitmen penuh untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Polri berkomitmen mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi agar berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Republik Indonesia,” ujar Irjen Nunung dalam keterangannya, Jumat (17/4).

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji saat ini berada dalam dinamika strategis global, termasuk kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada biaya transportasi, akomodasi, dan logistik. Selain itu, penguatan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 juga menuntut peningkatan pengawasan dan sinergi antar lembaga, khususnya terkait praktik haji non-kuota dan non-prosedural.

Menurut Irjen Nunung, penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut aspek ibadah, tetapi juga perlindungan warga negara, citra bangsa, serta kepercayaan internasional.

“Satgas ini menjadi instrumen strategis dalam memastikan perlindungan jemaah sekaligus penegakan hukum terhadap pelanggaran penyelenggaraan haji yang terjadi,” tegasnya.

Indonesia sendiri memperoleh kuota sekitar 221.000 jemaah pada tahun 2026, yang menjadi salah satu terbesar di dunia. Tingginya animo masyarakat ini diakui turut menghadirkan tantangan serius, terutama dalam aspek pengawasan dan potensi penyimpangan.

Dalam pemantauan yang dilakukan, Polri menemukan berbagai modus operandi yang marak terjadi. Modus tersebut antara lain penyalahgunaan visa non-haji seperti visa ziarah dan visa kerja, di mana calon jemaah diberangkatkan satu tahun sebelumnya untuk mendapatkan izin tinggal (ighomah) yang kemudian digunakan untuk berhaji. Selain itu, terdapat penawaran haji tanpa antre (0 tahun) dengan biaya tinggi yang tidak sesuai ketentuan resmi, menggunakan visa furoda, mujamalah, dan/atau visa amil yang sebenarnya tidak dipungut biaya oleh Pemerintah Arab Saudi.

Polri juga menemukan praktik penggunaan visa dari negara lain seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan negara lainnya untuk memberangkatkan Warga Negara Indonesia secara ilegal melalui negara tersebut menuju Arab Saudi.

Tak hanya itu, ditemukan pula kasus jemaah gagal berangkat dari sejumlah embarkasi internasional seperti Jakarta, Surabaya, Batam, dan Makassar, serta penelantaran jemaah di luar negeri tanpa kejelasan akomodasi, transportasi, maupun kepastian pelaksanaan ibadah. Modus lain yang turut teridentifikasi adalah skema ponzi atau penipuan keuangan dengan menggunakan dana jemaah baru untuk memberangkatkan jemaah lama, serta penggelapan dana jemaah dengan dalih force majeure untuk menghindari kewajiban pengembalian dana.

“Modus ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan praktik penipuan dan pemberangkatan non-prosedural yang merugikan masyarakat,” ungkap Nunung.

Selain itu, maraknya biro perjalanan haji dan umrah ilegal juga menjadi perhatian serius. Biro ilegal tersebut umumnya tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) resmi, menggunakan identitas, logo, atau afiliasi palsu, menawarkan paket yang tidak transparan dan tidak sesuai ketentuan, serta tidak memiliki standar pelayanan dan perlindungan jemaah.

Sebagai langkah penanganan, Satgas Haji Polri mengedepankan tiga strategi utama, yakni upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum.

Dalam upaya preemtif, Polri melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedur resmi ibadah haji serta meningkatkan literasi publik terhadap modus penipuan. Sementara itu, langkah preventif dilakukan melalui pengawasan bersama dan koordinasi lintas sektor dengan kementerian terkait, imigrasi, serta maskapai.

Di sisi lain, penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap pelaku penipuan, penggelapan, dan penyalahgunaan dokumen, termasuk penertiban biro perjalanan ilegal.

“Bareskrim Polri berkolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah dalam upaya penegakan hukum terhadap segala bentuk pelanggaran penyelenggaraan ibadah haji,” jelasnya.

Berdasarkan data tahun 2026, tercatat sebanyak 77 aduan terkait haji dan umrah, dengan 21 kasus telah diselesaikan dan sisanya masih dalam proses penanganan.

Menutup keterangannya, Nunung mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memastikan pendaftaran ibadah haji dilakukan melalui jalur resmi, memverifikasi legalitas biro perjalanan, tidak tergiur dengan tawaran haji tanpa antre, serta selalu memastikan penggunaan visa haji resmi,” tutupnya.

Polri menegaskan akan terus hadir dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.

Tutup Rakernas Taekwondo Indonesia 2026, Ketum PBTI: Musuh Adalah Hadiah Bagimu, Ia Memberi Kesempatan Melakukan Hal Terbaik

Jakarta –  Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H.,M.M menutup Rapat Kerja Nasional Taekwondo Indonesia Tahun 2026 di Arhotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/04/2026) malam, dihadiri antara lain Wakil Ketua Umum II PBTI Mayjen TNI Amrin Ibrahim, S.IP., Wakil Ketua Umum IV PBTI Mayjen TNI (Mar) Supriyono, S.E. M.M, Sekjen PBTI Bapak Rafael H. Siagian, Perwakilan Kukiwon, Grand Master Kwak Young Min, para Ketua dan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon menyampaikan bahwa musuh adalah hadiah bagimu, ia memberi kesempatan melakukan hal terbaik. Otak merupakan otot terkuat dalam pertempuran, dalam sebuah tim, kemenangan tidak ditentukan oleh satu orang tapi karena ulah satu orang dapat menyebabkan kehancuran tim.

Diharapkan para Ketua Pengprov/Pengkot/Pengkab memiliki integritas, kredibilitas dan juga dapat bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mampu menjalankan roda organisasi sebagaimana diatur dengan AD/ART PBTI. “Perlunya sinergi antara PBTI dengan Pengprov/Pengkot/Pengkab untuk pembinaan atlet melalui seleksi yang terbuka, objektif, akuntabel, sehingga dengan strategi tepat dan jitu mampu mencetak atlet berkaliber standar internasional. Kiranya Pengprov/Pengkot/Pengkab dapat melakukan pembinaan yang mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing di tingkat internasional dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Taekwondo Indonesia,” ujar Ketum PBTI.

Di sisi lain, Letjen TNI Richard Tampubolon mengingatkan bahwa dalam waktu dekat PBTI akan memproyeksikan dan merealisasikan Kejuaraan Nasional Cadet dan Junior 2026 di Samarinda Kaltim tanggal 23 sd 26 April 2026,  Babak Kualifikasi Asian Games di Mongolia bulan Mei 2026, Hasil Bidding untuk Kejuaraan Internasional Level G2 di Fujairah UEA, 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships di Tennis Indoor GBK Jakarta tanggal 1 sd 5 Agustus 2026 rencana akan diikuti 20 Negara,  Asian Games yang akan dilaksanakan di Aichi - Nagoya tanggal 1-3 Oktober 2026.

Usai upacara penutupan dilanjutkan dengan Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Lampung, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Bengkulu oleh Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H.,M.M. (*)

Laga Dewa United FC vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Polda Banten Siapkan Pengamanan Maksimal

Serang – Pertandingan lanjutan Kompetisi BRI Super League 2025/2026 antara Dewa United Banten FC melawan Persib Bandung yang akan digelar pada Senin (20/4/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Internasional Banten dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton.

Keputusan tersebut merupakan hasil rapat yang dilaksanakan di Ruang Command Center Roops Polda Banten dihadiri oleh unsur internal kepolisian serta stakeholder terkait, di antaranya perwakilan pemerintah daerah, pengelola stadion, panitia pelaksana (LOC), hingga unsur pengamanan pertandingan serta hasil koordinasi dengan manajemen Dewa United Banten FC. 

Plh. Kabagbinops Biroops Polda Banten, AKBP Hendri Gunawan, menyampaikan bahwa kebijakan tanpa penonton diambil sebagai langkah preventif guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Pertandingan ini akan dilaksanakan tanpa kehadiran penonton, baik dari suporter tuan rumah maupun tim tamu. Hal ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan memastikan pertandingan berjalan aman serta lancar,” ujar AKBP Hendri Gunawan pada Jumat (17/04). 

Pertandingan tanpa penonton berdasarkan adanya permintaan dari manajemen Dewa United Banten FC, selain itu manajemen Dewa United Banten FC menjelaskan tentang regulasi terkait kondisi fasilitas stadion yang masih perlu penyesuaian, khususnya pada aspek parkir, akses jalan, dan penerangan untuk pertandingan malam hari.

Dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan, Polda Banten akan mengerahkan ratusan personel gabungan untuk melaksanakan pengamanan secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar stadion. Pengamanan juga difokuskan pada jalur kedatangan dan kepulangan tim, lokasi penginapan, serta titik-titik rawan kemacetan di sekitar kawasan stadion.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat. 

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat mari bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ucap Kabid Humas.

Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait, diharapkan pelaksanaan pertandingan dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi evaluasi positif bagi penyelenggaraan pertandingan berikutnya di Stadion Internasional Banten. (Bidhumas)

Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Banten Ajak Personel Tingkatkan Pelayanan Humanis

Serang – Dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bertindak langsung sebagai Inspektur upacara yang digelar di Lapangan Merah Polda Banten pada Jumat (17/04).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, para Pejabat Utama (PJU) Polda Banten, serta diikuti oleh personel Polda Banten.

Dalam amanatnya, Kapolda Banten menegaskan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional harus dimaknai sebagai sarana refleksi dan penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas kinerja.
“Upacara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas, guna meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta kualitas pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kapolda Banten.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Banten, namun mengingatkan agar tidak berpuas diri di tengah tantangan yang semakin kompleks.
“Tantangan tugas ke depan semakin dinamis, baik yang bersifat konvensional maupun yang berkembang seiring kemajuan teknologi. Oleh karena itu, seluruh personel harus meningkatkan kewaspadaan, kecepatan bertindak, serta kemampuan adaptasi dalam menghadapi setiap potensi gangguan kamtibmas,” lanjutnya.

Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya peran aktif jajaran dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya terkait ketersediaan dan distribusi bahan pokok. “Saya tekankan kepada seluruh jajaran agar aktif melakukan monitoring di lapangan, memperkuat koordinasi lintas sektoral, serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan dengan baik sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan pentingnya menghadirkan pelayanan Polri yang humanis, responsif, dan solutif, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan seluruh stakeholder. “Bangun sinergi yang kuat dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen terkait guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Banten juga memberikan penghargaan kepada personel Polda Banten yang berprestasi berdasarkan Keputusan Kapolda Banten Nomor Kep/367/IV/2026 tanggal 16 April 2026 tentang pemberian penghargaan kepada Pegawai Negeri pada Polri di lingkungan Polda Banten. Adapun nama personel yang mendapat penghargaan yaitu : 

1. AKBP Baringin Limbong, S.H., M.M. yang berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu seberat 52 kilogram di ruas Tol Merak–Jakarta, wilayah Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
2. AKP Dr. Muhammad Nur, S.H., M.H. atas dedikasinya dalam memajukan dan melancarkan program SPPG Polri di Polda Banten sejak Agustus 2025.
3. Brigpol Febri Santosa, S.E. yang berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 15 kilogram melalui pemeriksaan X-ray di Pelabuhan ASDP Merak saat pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026.

Kapolda Banten menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi institusi atas kinerja personel sekaligus motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berprestasi. “Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja, memberikan pengabdian terbaik, serta menjaga nama baik institusi Polri,” ujar Kapolda Banten. 

Diakhir amanatnya, Kapolda Banten menegaskan pentingnya menjaga integritas dan disiplin sebagai pondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
“Hindari segala bentuk pelanggaran, jaga nama baik institusi, dan tunjukkan bahwa Polri adalah institusi yang profesional serta dapat diandalkan. Saya mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan menghadirkan Polri yang Presisi serta semakin dicintai masyarakat,” tutupnya. (Bidhumas).

Lewat Gerakan ASRI, Polda Banten Hadirkan Lingkungan Aman, Sehat, dan Indah

Serang – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta tertata rapi dan indah, Ditbinmas Polda Banten melaksanakan kegiatan Gerakan ASRI di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polda Banten, Jumat (17/04).

Kegiatan ini dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai, dengan menyasar tiga lokasi utama yakni Pertigaan Cilame – Stasiun Serang (Jl. Kitapa), Tamansari – Royal Baroe (Jl. SA Tirtayasa), serta Tamansari – Pertigaan RS Kencana (Jl. Saleh Baimin).

Gerakan ASRI ini melibatkan sinergitas lintas instansi, di antaranya personel Ditbinmas, Ditsamapta, Brimob, Ditpolairud, Ditpamobvit Polda Banten, serta dukungan dari Pemerintah Kota Serang seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penataan lingkungan, namun juga mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat melalui edukasi dan imbauan secara persuasif. Personel di lapangan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum, tidak membuang sampah sembarangan, serta memanfaatkan trotoar sesuai fungsinya demi keselamatan bersama.

Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol. Imam Tarmudi dalam keterangannya menyampaikan bahwa Gerakan ASRI merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga menciptakan kenyamanan dan kualitas hidup yang lebih baik. “Keamanan dan keasrian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui Gerakan ASRI ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap kenyamanan dan kesejahteraan bersama,” ujar Dirbinmas.

Lebih lanjut, Dirbinmas menjelaskan bahwa terdapat tiga poin utama dalam Gerakan ASRI yang menjadi fokus kegiatan, yaitu aspek Aman, Sehat, serta Rapi dan Indah. “Pada aspek aman, kami memastikan trotoar dapat digunakan dengan baik oleh pejalan kaki, khususnya lansia dan anak-anak. Dari sisi sehat, kami mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit. Sementara itu, aspek rapi dan indah kami wujudkan melalui penataan fasilitas umum agar tetap berfungsi optimal dan memberikan nilai estetika bagi kota,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memperkuat kolaborasi antara Polri dan instansi terkait dalam menciptakan wilayah yang tertib, bersih, dan nyaman. (Bidhumas).

Patroli Polsek Bekasi Barat Berikan Rasa Aman Masyarakat

Kota Bekasi - Patroli mobile yang digelar jajaran Polsek Bekasi Barat pada Kamis, 16 April 2026, menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya. Kegiatan ini melibatkan gabungan piket Unit Opsnal yang dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali IPTU Aspeny.

Sejumlah titik dinilai rawan menjadi fokus patroli, mulai dari kawasan permukiman padat penduduk di Jakasampurna, area pertokoan Kranji, lokasi hiburan di Pasar Pagi Bintara, hingga akses strategis seperti Gerbang Tol Bintarajaya dan Jalan I Gusti Ngurah Rai. Kehadiran polisi di lokasi-lokasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas.

Dalam pelaksanaannya, patroli dilakukan secara dialogis. Petugas tidak hanya berkeliling, tetapi juga berinteraksi langsung dengan petugas keamanan lingkungan dan warga yang ditemui di lapangan. Melalui pendekatan ini, personel Polsek Bekasi Barat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Dengan kehadiran polisi yang rutin di tengah warga, situasi wilayah Bekasi Barat diharapkan tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Wakapolres Jakbar Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Pelayanan Humanis

Jakarta Barat – Sebanyak 230 personel Polres Metro Jakarta Barat mengikuti upacara Hari Kesadaran Nasional yang digelar di Lapangan Hijau Polres Metro Jakarta Barat, dengan Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan bertindak sebagai inspektur upacara, Jumat, 17/4/2026 

Upacara yang berlangsung dengan khidmat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan serta meningkatkan semangat pengabdian seluruh personel dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dalam amanatnya, Wakapolres membacakan pesan Kapolda Metro Jaya yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel atas dedikasi serta loyalitas dalam menjalankan tugas hingga saat ini.

Selain itu, seluruh anggota diingatkan untuk senantiasa menjaga perilaku baik, baik saat berdinas maupun dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. 

Hal tersebut dinilai penting sebagai cerminan institusi Polri yang profesional dan dipercaya publik.

Pelayanan kepolisian yang cepat, tepat, dan humanis juga menjadi penekanan utama. 

Setiap personel diharapkan mampu menunjukkan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tak hanya itu, Wakapolres juga menekankan pentingnya memperkuat soliditas dan sinergi antar anggota dalam pelaksanaan tugas, serta membudayakan sikap saling mendukung dan melengkapi.

Menghadapi agenda ke depan, seluruh personel juga diminta untuk mempersiapkan pengamanan aksi May Day dengan mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas sesuai aturan yang berlaku.

Momentum Hari Kesadaran Nasional ini diharapkan menjadi refleksi bagi seluruh personel untuk terus memperbaiki kinerja serta menjaga citra positif institusi Polri di tengah masyarakat.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )