View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Senin, 29 Juni 2026

Guru Besar STIK-PTIK Apresiasi Kenaikan Kepercayaan Publik terhadap Polri hingga 82,4 Persen

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-PTIK, Prof. Dr. Drs. Albertus Wahyurudhanto, M.Si., mengapresiasi meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berdasarkan hasil Survei Litbang Kompas tahun 2026. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan pengakuan masyarakat atas kinerja Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, sekaligus penegak hukum.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Prof. Albertus mencatat adanya peningkatan pada tiga indikator utama penilaian publik terhadap Polri. Tingkat kepercayaan masyarakat tercatat mencapai 82,4 persen, kepuasan publik sebesar 67,6 persen, dan citra positif Polri berada di angka 71,5 persen.

"Hasil Survei Litbang Kompas tahun 2026 menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mencapai 82,4 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan publik berada pada angka 67,6 persen dan citra positif Polri mencapai 71,5 persen," ujar Prof. Albertus di Jakarta, Senin (29/6).

Ia menjelaskan bahwa dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya, ketiga indikator tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tingkat kepercayaan publik meningkat dari 76,2 persen menjadi 82,4 persen, kepuasan masyarakat naik dari 65,1 persen menjadi 67,6 persen, sedangkan citra positif Polri melonjak dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen.

Menurut Prof. Albertus, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat melihat Polri telah menjalankan fungsi dan tugas pokoknya dengan baik, baik sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, penegak hukum, maupun pembina keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Masyarakat melihat Polri telah bekerja dengan baik sesuai dengan tugas pokoknya sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, penegak hukum, dan terutama sebagai pembina kamtibmas," katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat Polri berpuas diri. Sebaliknya, hasil survei harus dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

"Angka-angka ini harus dimaknai sebagai cara masyarakat melecut Polri agar semakin hari mampu menunjukkan data dan fakta bahwa niat untuk memberikan pelayanan terbaik benar-benar terimplementasi melalui hasil kinerja yang baik," tegasnya.

Prof. Albertus berharap Polri mampu mempertahankan bahkan terus meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang profesional, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik akan semakin memperkuat jati diri Polri sebagai institusi yang dipercaya masyarakat.

"Semoga capaian ini dapat terus dipertahankan. Hal tersebut akan menunjukkan jati diri Polri yang sesungguhnya sebagai institusi yang hadir untuk melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum secara profesional," pungkasnya.

Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Degam: Kepercayaan Publik 82,4 Persen Jadi Kado Terindah bagi Polri di HUT Bhayangkara ke-80

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, H. Nazaruddin Degam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, meningkatnya tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Litbang Kompas 2026 merupakan bukti nyata atas kerja keras dan dedikasi institusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Nazaruddin mengatakan, hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen menjadi capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

"Melalui Survei Litbang Kompas, hasil kinerja rekan-rekan mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat dengan adanya peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri yang mencapai angka 82,4 persen," ujar Nazaruddin Degam di Jakarta, Senin (29/6).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi hadiah istimewa bagi Korps Bhayangkara yang pada tahun ini memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema "Polri untuk Masyarakat". Ia menilai tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Capaian ini merupakan kado terindah bagi Polri di Hari Bhayangkara ke-80. Semoga kepercayaan yang diberikan masyarakat dapat terus dijaga melalui pengabdian dan pelayanan yang semakin profesional," katanya.

Nazaruddin juga berharap Polri terus memperkuat kinerjanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum secara adil, serta memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Menurutnya, kehadiran Polri yang semakin dipercaya masyarakat akan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan nasional.

"Seluruh elemen bangsa menanti selalu darma bakti Polri untuk mewujudkan masyarakat yang aman, tenteram, dan sejahtera menuju Indonesia Emas," tegasnya.

Ia optimistis Polri akan terus mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan publik melalui kerja nyata yang profesional, humanis, dan berintegritas. Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Nazaruddin berharap Polri semakin dekat dengan masyarakat serta terus menjadi institusi yang mampu menjawab harapan publik di masa mendatang.

Presiden KSPI Said Iqbal Apresiasi Peran Polri, Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). 

Ia mengapresiasi peran Polri yang dinilai senantiasa hadir memberikan pengamanan secara profesional dan humanis, termasuk dalam mengawal berbagai aksi penyampaian aspirasi para buruh.

Menurut Said Iqbal, kehadiran Polri selama berbagai aksi unjuk rasa buruh telah memberikan rasa aman sekaligus memastikan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara tertib. Ia menilai pendekatan yang dilakukan aparat kepolisian selama ini menunjukkan sikap yang bijaksana dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

"Polisi Republik Indonesia selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, di tengah-tengah demonstrasi buruh, mengatur dengan bijak dan arif," ujar Said Iqbal di Jakarta, Senin (29/6).

Selain menjalankan fungsi pengamanan, Said Iqbal juga mengapresiasi kontribusi Polri dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan hubungan industrial. Menurutnya, Polri turut berperan dalam memfasilitasi komunikasi dan membantu mencarikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi para pekerja dan dunia usaha.

"Polri juga turut membantu dalam penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan sehingga buruh dapat memperoleh solusi melalui mekanisme yang baik dan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Presiden KSPI yang memimpin salah satu konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia tersebut berharap Polri terus mempertahankan profesionalisme, independensi, serta pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Kami buruh Indonesia mengucapkan terima kasih, sekaligus mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara yang ke-80. Polri untuk Masyarakat," tegasnya.

Said Iqbal optimistis semangat Hari Bhayangkara ke-80 dapat semakin memperkuat sinergi antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pekerja, dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis demi kemajuan bangsa.

Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono: Kepuasan Publik terhadap Polri Harus Dijaga Melalui Kinerja Profesional

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, mengapresiasi meningkatnya tingkat kepuasan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Litbang Kompas tahun 2026. Menurutnya, capaian tersebut merupakan indikator positif yang menunjukkan masyarakat mulai merasakan berbagai upaya perbaikan yang dilakukan Polri, baik dalam pelayanan maupun penegakan hukum.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/6), Hendropriyono mengatakan bahwa tingkat kepuasan publik yang mencapai 82,6 persen patut diapresiasi sebagai hasil dari berbagai pembenahan yang telah dilakukan Polri dalam beberapa waktu terakhir.

"Tentu saja kita sangat-sangat senang karena hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap Polri yang mencapai 82,6 persen harus diapresiasi sebagai salah satu indikator bahwa masyarakat merasakan adanya berbagai upaya perbaikan dalam pelayanan dan penegakan hukum," ujar Hendropriyono.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hasil survei bukanlah tujuan akhir yang harus dikejar. Menurutnya, tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat hanya dapat dipertahankan apabila Polri terus menunjukkan kinerja yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkeadilan dalam setiap pelaksanaan tugas.

"Namun kita juga harus menyadari bahwa survei bukan tujuan akhir. Kepercayaan publik harus dipelihara setiap hari melalui kinerja Polri yang profesional, transparan, dan berkeadilan," tegasnya.

Lebih lanjut, Hendropriyono berharap Polri terus memperkuat implementasi konsep Polri Presisi dengan mengedepankan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis. Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, netralitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam setiap proses penegakan hukum.

"Harapan saya, sebagaimana harapan masyarakat pada umumnya, Polri semakin presisi dalam penegakan hukum, cepat dan tepat dalam pelayanan, tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan, namun tetap humanis, menghormati hak asasi manusia, serta menjaga netralitas dan integritas institusi," katanya.

Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, Hendropriyono juga mendorong Polri untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih efektif, akurat, dan akuntabel.

"Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan perlu terus dikembangkan agar pelayanan publik semakin akurat, cepat, dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era modern," pungkasnya.

Presiden KSBSI Elly Rosida Silaban Apresiasi Kepercayaan Publik terhadap Polri, Harap Tetap Menjadi Sahabat Buruh

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban, mengapresiasi hasil Survei Litbang Kompas tahun 2026 yang menunjukkan meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, kenaikan tingkat kepercayaan publik tersebut mencerminkan semakin dirasakannya kinerja Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/6), Elly mengatakan bahwa hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan kenaikan tingkat kepercayaan publik dari sekitar 76 persen menjadi 82,4 persen merupakan sinyal positif atas berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri.

"Setelah membaca hasil Litbang Kompas 2026, kepercayaan masyarakat meningkat dari sekitar 76 persen menjadi 82,4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Polri semakin dirasakan oleh masyarakat dalam menjaga ketertiban dan memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujar Elly Rosita Silaban.

Dari perspektif kalangan pekerja, Elly berharap Polri terus memperkuat pendekatan yang humanis dalam membangun hubungan dengan para buruh. Ia menilai kehadiran Polri sebagai mitra pekerja akan memberikan kontribusi positif dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis melalui dialog dan penyelesaian persoalan secara konstruktif.

"Kami berharap Polri akan tetap menjadi sahabat buruh, ikut membantu pekerja atau buruh menyelesaikan persoalan hubungan industrial dengan pendekatan yang lebih humanis dan dialogis," katanya.

Menurut Elly, pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan dialog akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Ia meyakini pelayanan yang profesional serta kedekatan dengan masyarakat akan berdampak pada meningkatnya kepuasan publik.

"Dengan pendekatan yang dialogis, kepercayaan masyarakat akan terus tumbuh dan meningkat. Hal itu akan tercermin dari semakin tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polri," ujarnya.

Elly juga menegaskan komitmen KSBSI untuk terus bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus membangun ruang dialog yang terbuka antara aparat kepolisian dan kalangan pekerja.

"Kami akan terus bersama-sama dengan Polri melakukan hal-hal baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta membangun dialog yang lebih terbuka agar kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh buruh maupun masyarakat luas," tegasnya.

Menutup keterangannya, Elly Rosita Silaban menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri. Ia berharap Polri senantiasa menjadi institusi yang profesional, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Lanal Dabo Singkep Berikan Tali Asih Kepada ABK KM Handayani Korban Kecelakaan Laut

TNI AL, Dabo Singkep– Sebagai wujud kepedulian dan empati terhadap korban kecelakaan laut, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep memberikan tali asih kepada Anak Buah Kapal (ABK) KM Handayani yang menjadi korban musibah tenggelam di Perairan Dabo, Desa Batu Berdaun, Senin (29/6/2026.). 

Dalam peristiwa tersebut, terdapat tiga orang ABK yang menjadi korban dan seluruhnya berhasil selamat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini tetap memberikan dampak psikologis dan kerugian bagi para korban.

Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian TNI AL terhadap masyarakat pengguna jasa maritim, khususnya para pelaut yang mengalami musibah saat menjalankan aktivitas mencari nafkah di laut.

Penyerahan tali asih dari Komandan Lanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono, M.Tr.Opsla., diwakilkan kepada Pgs. Pasops Lanal DBS Lettu Laut (P) Sectio Akrusrin Suntandi, yang secara langsung menyerahkan bantuan kepada para korban di Pos Binpotmar Dermaga Dabo Singkep. 

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus memberikan semangat untuk bangkit pasca musibah.

Dalam keterangannya, Komandan Lanal Dabo Singkep menyampaikan bahwa kehadiran TNI AL tidak hanya berfokus pada tugas menjaga keamanan wilayah perairan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ditengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana atau kecelakaan laut. Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa laut agar selalu mengutamakan keselamatan saat berlayar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan lingkungan laut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI AL dengan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Dabo Singkep.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan. Para korban penerima bantuan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan evakuasi serta kepedulian yang diberikan oleh Lanal Dabo Singkep. Diharapkan bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi para korban dalam menjalani masa pemulihan.

Pemberian tali asih ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus hadir, peduli, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya komunitas maritim, sejalan dengan semangat 

“Jalesveva Jayamahe” bahwa di laut, TNI AL senantiasa hadir untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


Sidang Prapid Kedua, Polres Metro Jakarta Utara Tegaskan Penetapan Tersangka Sudah Sesuai Aturan Hukum

 Jakarta Utara-Proses sidang praperadilan dengan nomor perkara No.6/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang mempertemukan pemohon H.M. Zajuli dan Agus Achmad melawan termohon Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara, kembali digelar hari ini, Senin (29/06/2026). Sidang kedua ini berlangsung di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang beralamat di Jalan R.E. Martadinata, Jakarta Utara, dan berjalan dengan suasana tertib serta mengikuti ketentuan persidangan yang berlaku.
 
Dalam agenda sidang hari ini, pihak termohon yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Iptu Kholid Tanzis, M.S., menyampaikan jawaban tertulis secara resmi. Jawaban tersebut disusun secara rinci dalam dokumen setebal 37 halaman yang telah disiapkan sesuai surat perintah tugas dari Kapolres Metro Jakarta Utara. Berkas yang telah dianggap telah dibacakan dihadapan majelis hakim dan pihak pemohon guna menjadi bahan pertimbangan dalam proses pemeriksaan praperadilan ini.
 
Melalui jawabannya, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh langkah hukum yang diambil, termasuk penetapan status tersangka terhadap kedua pemohon, telah dilakukan secara sah dan tidak menyimpang dari jalur hukum yang ditetapkan. “Segala tindakan yang kami lakukan sudah berlandaskan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” tegas Iptu Kholid Tanzis saat membacakan jawaban tersebut.
 
Pihak termohon juga menjelaskan bahwa sebelum memutuskan penetapan status tersangka, tim penyidik telah melakukan proses verifikasi dan klarifikasi secara mendalam terhadap seluruh informasi yang diperoleh. Setiap keterangan yang diterima dikaitkan dengan bukti-bukti yang ada, sehingga menurut penilaian penyidik, dasar hukum untuk menetapkan status tersangka telah terpenuhi dan tidak didasari oleh dugaan atau asumsi semata.
 
Secara spesifik, pihak kepolisian merujuk pada dua peraturan utama sebagai landasan hukum tindakannya, yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana. Kedua peraturan ini menjadi acuan utama dalam setiap tahap pemeriksaan yang dijalankan, sehingga pihak termohon meyakini tidak ada pelanggaran prosedur hukum yang terjadi.
 
Sementara itu, proses persidangan ini belum selesai pada tahap jawaban termohon. Majelis hakim telah menjadwalkan kelanjutan sidang untuk esok hari, Selasa (30/06/2026), dengan agenda utama yaitu penyampaian bukti-bukti dan keterangan saksi dari pihak pemohon. Pada tahap ini, H.M. Zajuli dan Agus Achmad beserta tim hukumnya akan diberikan kesempatan penuh untuk membuktikan dalil gugatan mereka dan menyanggah penjelasan yang telah disampaikan oleh pihak kepolisian.
 
Sidang praperadilan ini menjadi tahap penting untuk menguji keabsahan prosedur hukum yang dijalankan, sekaligus memastikan bahwa hak-hak hukum setiap pihak terlindungi sebagaimana amanat konstitusi. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau hingga keputusan akhir diambil oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.