View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Selasa, 13 Oktober 2026

Razia Dini Hari di Menteng, Polisi Amankan Empat Motor Tanpa STNK Untuk Cegah Kejahatan

Jakarta Pusat — Mengantisipasi aksi kejahatan jalanan pada jam rawan, Polsek Metro Menteng menggelar razia stasioner di depan Pasar Barang Antik, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026) dini hari. 

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan empat sepeda motor yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Razia dipimpin IPDA Faisal Ali Akbar selaku Padal Menteng dengan melibatkan 11 personel Polsek Metro Menteng. Pemeriksaan difokuskan terhadap pengendara yang menunjukkan indikasi pelanggaran, seperti tidak menggunakan helm, tidak memasang pelat nomor kendaraan, maupun berboncengan lebih dari dua orang.

Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa kelengkapan surat kendaraan, barang bawaan, serta mengantisipasi kepemilikan benda berbahaya dan penyalahgunaan narkoba. 

Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan potensi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga aksi pembegalan.

Dari hasil pemeriksaan, empat kendaraan roda dua diamankan karena tidak dilengkapi STNK, yakni Honda Scoopy warna abu-abu bernomor polisi B 4027 SBM, Yamaha Aerox warna silver B 3026 POA, Honda Beat warna hitam B 3549 PEW, serta Honda Beat warna putih-merah G 4519 CCG.

Sementara itu, pengendara yang tidak ditemukan membawa barang mencurigakan dan tidak memiliki temuan dalam pemeriksaan diberikan imbauan secara humanis sebelum dipersilakan melanjutkan perjalanan. Pelaksanaan razia mengedepankan langkah pencegahan dan pemeriksaan tanpa melakukan penilangan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung,  menegaskan bahwa kegiatan preventif pada waktu rawan merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat serta mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

“Pemeriksaan di lapangan merupakan langkah antisipasi untuk mencegah kejahatan jalanan dan memastikan situasi tetap aman. Kami mengedepankan tindakan profesional, proporsional, dan humanis, sekaligus mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan serta melengkapi dokumen kendaraan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menekankan pentingnya patroli dan pemeriksaan secara berkala, terutama pada malam hingga dini hari, guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas).

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan helm, membawa surat kendaraan yang sah, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan Polisi 110.

Polsek Metro Menteng memastikan upaya pencegahan kejahatan akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan rasa aman dan menjaga kondusivitas wilayah Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

RESPONS CEPAT SATGAS DAMAI CARTENZ DAN POLRES YAHUKIMO, DUA KASUS KEKERASAN DI DEKAI DISELIDIKI

DEKAI, PAPUA PEGUNUNGAN – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menangani dua kasus kekerasan yang terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 11 dan 12 Oktober 2026. Kedua peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga berinisial A (46) meninggal dunia dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial ET (51) mengalami luka berat. 

Personel gabungan telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan terus mendalami keterangan saksi serta bukti pendukung untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak yang bertanggung jawab.

Kasus pertama terjadi di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, pada Minggu (11/10/2026), sekitar pukul 18.15 WIT. Berdasarkan keterangan awal, sebelum kejadian korban A sempat membantu menurunkan muatan sembako dari sebuah truk. Setelah itu, seorang saksi masuk ke dalam ruko untuk merapikan barang-barang yang telah diturunkan.

Tidak lama kemudian, saat saksi memeriksa keadaan, A ditemukan tergeletak dalam kondisi terluka. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Petugas juga mendatangi RSUD Dekai sebagai bagian dari penanganan perkara.

Di tengah penanganan kasus tersebut, beredar informasi di media sosial yang mengaitkan korban A dengan anggota intelijen aparat keamanan TNI. Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. 

Korban merupakan warga sipil yang tinggal dan mencari nafkah di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, untuk menghidupi keluarganya. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, terdapat dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian aksi kekerasan tersebut. 

Dugaan ini masih didalami melalui proses penyelidikan untuk memastikan fakta dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan bukti yang diperoleh.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa informasi yang menyebut korban A sebagai anggota intelijen aparat keamanan TNI merupakan hoaks.

Ia menjelaskan bahwa korban merupakan warga sipil yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

“Informasi yang menyebut korban berinisial A sebagai anggota intelijen adalah tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. 

Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak ikut menyebarkannya, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,” tegas Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 saat ditemui media, Senin (12/10/2026).

Pada Senin (12/10/2026), jenazah A diberangkatkan dari Bandara Nop Goliat Dekai menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan pesawat carter. 

Selanjutnya, jenazah direncanakan diterbangkan menuju Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Bandara Sultan Hasanuddin untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, kasus penganiayaan berat terhadap ET (51) terjadi pada Senin (12/10/2026) pagi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3, Distrik Dekai. 

Berdasarkan keterangan korban, saat sedang menyapu halaman rumah, ET didatangi dua orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam dan kemudian melakukan penyerangan. Ketika berusaha melindungi diri, korban mengalami luka terbuka pada pergelangan tangan kiri dan punggung bagian kanan.

Korban berhasil selamat dan dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dalam penanganan kasus tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pemasangan garis polisi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3. 

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengumpulan bukti dan kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut. Personel gabungan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal, mengumpulkan alat bukti, meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta melaksanakan olah TKP guna mendukung proses penyelidikan.

“Begitu menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo langsung merespons dengan mendatangi TKP. Petugas melakukan pengumpulan alat bukti, meminta keterangan dari para saksi, dan melaksanakan olah TKP. 

Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Kami memastikan proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan kedua kasus tersebut. Ia memastikan proses penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dan objektif, sekaligus mengajak masyarakat berperan menjaga situasi keamanan di Yahukimo.

“Peristiwa ini menjadi perhatian kami karena menyangkut keselamatan masyarakat. 

Kami berkomitmen memastikan setiap kasus ditangani secara profesional dan objektif, dengan mengedepankan fakta serta alat bukti yang sah. Kami juga mengajak masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi keamanan di Yahukimo agar tetap kondusif,” tegas Kaops Damai Cartenz-2026.

Adapun Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung dengan mendalami keterangan saksi dan mencocokkan bukti pendukung guna memastikan rangkaian kejadian serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

“Penyelidikan masih terus berjalan. Keterangan saksi dan informasi pendukung yang telah diperoleh akan didalami serta dicocokkan untuk memperjelas rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Wakaops Damai Cartenz-2026.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo terus melanjutkan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Yahukimo.

RESPONS CEPAT SATGAS DAMAI CARTENZ DAN POLRES YAHUKIMO, DUA KASUS KEKERASAN DI DEKAI DISELIDIKI


DEKAI, PAPUA PEGUNUNGAN* – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menangani dua kasus kekerasan yang terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 11 dan 12 Oktober 2026. Kedua peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga berinisial A (46) meninggal dunia dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial ET (51) mengalami luka berat. 

Personel gabungan telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan terus mendalami keterangan saksi serta bukti pendukung untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak yang bertanggung jawab.

Kasus pertama terjadi di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, pada Minggu (11/10/2026), sekitar pukul 18.15 WIT. Berdasarkan keterangan awal, sebelum kejadian korban A sempat membantu menurunkan muatan sembako dari sebuah truk. Setelah itu, seorang saksi masuk ke dalam ruko untuk merapikan barang-barang yang telah diturunkan.

Tidak lama kemudian, saat saksi memeriksa keadaan, A ditemukan tergeletak dalam kondisi terluka. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Petugas juga mendatangi RSUD Dekai sebagai bagian dari penanganan perkara.

Di tengah penanganan kasus tersebut, beredar informasi di media sosial yang mengaitkan korban A dengan anggota intelijen aparat keamanan TNI. Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang tinggal dan mencari nafkah di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, untuk menghidupi keluarganya. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, terdapat dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian aksi kekerasan tersebut. 

Dugaan ini masih didalami melalui proses penyelidikan untuk memastikan fakta dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan bukti yang diperoleh.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa informasi yang menyebut korban A sebagai anggota intelijen aparat keamanan TNI merupakan hoaks. 

Ia menjelaskan bahwa korban merupakan warga sipil yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

“Informasi yang menyebut korban berinisial A sebagai anggota intelijen adalah tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. 

Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak ikut menyebarkannya, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,” tegas Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 saat ditemui media, Senin (12/10/2026).

Pada Senin (12/10/2026), jenazah A diberangkatkan dari Bandara Nop Goliat Dekai menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan pesawat carter. 

Selanjutnya, jenazah direncanakan diterbangkan menuju Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Bandara Sultan Hasanuddin untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, kasus penganiayaan berat terhadap ET (51) terjadi pada Senin (12/10/2026) pagi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3, Distrik Dekai. Berdasarkan keterangan korban, saat sedang menyapu halaman rumah, ET didatangi dua orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam dan kemudian melakukan penyerangan. 

Ketika berusaha melindungi diri, korban mengalami luka terbuka pada pergelangan tangan kiri dan punggung bagian kanan.

Korban berhasil selamat dan dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dalam penanganan kasus tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pemasangan garis polisi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3. 

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengumpulan bukti dan kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut. 

Personel gabungan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal, mengumpulkan alat bukti, meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta melaksanakan olah TKP guna mendukung proses penyelidikan.

“Begitu menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo langsung merespons dengan mendatangi TKP. 

Petugas melakukan pengumpulan alat bukti, meminta keterangan dari para saksi, dan melaksanakan olah TKP. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Kami memastikan proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan kedua kasus tersebut. Ia memastikan proses penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dan objektif, sekaligus mengajak masyarakat berperan menjaga situasi keamanan di Yahukimo.

“Peristiwa ini menjadi perhatian kami karena menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berkomitmen memastikan setiap kasus ditangani secara profesional dan objektif, dengan mengedepankan fakta serta alat bukti yang sah. Kami juga mengajak masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi keamanan di Yahukimo agar tetap kondusif,” tegas Kaops Damai Cartenz-2026.

Adapun Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung dengan mendalami keterangan saksi dan mencocokkan bukti pendukung guna memastikan rangkaian kejadian serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

“Penyelidikan masih terus berjalan. Keterangan saksi dan informasi pendukung yang telah diperoleh akan didalami serta dicocokkan untuk memperjelas rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Wakaops Damai Cartenz-2026.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo terus melanjutkan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Yahukimo.

RESPONS CEPAT SATGAS DAMAI CARTENZ DAN POLRES YAHUKIMO, DUA KASUS KEKERASAN DI DEKAI DISELIDIKI

DEKAI, PAPUA PEGUNUNGAN – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menangani dua kasus kekerasan yang terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 11 dan 12 Oktober 2026. Kedua peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga berinisial A (46) meninggal dunia dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial ET (51) mengalami luka berat. Personel gabungan telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan terus mendalami keterangan saksi serta bukti pendukung untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak yang bertanggung jawab.

Kasus pertama terjadi di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, pada Minggu (11/10/2026), sekitar pukul 18.15 WIT. Berdasarkan keterangan awal, sebelum kejadian korban A sempat membantu menurunkan muatan sembako dari sebuah truk. Setelah itu, seorang saksi masuk ke dalam ruko untuk merapikan barang-barang yang telah diturunkan.

Tidak lama kemudian, saat saksi memeriksa keadaan, A ditemukan tergeletak dalam kondisi terluka. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Petugas juga mendatangi RSUD Dekai sebagai bagian dari penanganan perkara.

Di tengah penanganan kasus tersebut, beredar informasi di media sosial yang mengaitkan korban A dengan anggota intelijen aparat keamanan TNI. Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang tinggal dan mencari nafkah di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, untuk menghidupi keluarganya. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, terdapat dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian aksi kekerasan tersebut. Dugaan ini masih didalami melalui proses penyelidikan untuk memastikan fakta dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan bukti yang diperoleh.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa informasi yang menyebut korban A sebagai anggota intelijen aparat keamanan TNI merupakan hoaks. Ia menjelaskan bahwa korban merupakan warga sipil yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

“Informasi yang menyebut korban berinisial A sebagai anggota intelijen adalah tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak ikut menyebarkannya, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,” tegas Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 saat ditemui media, Senin (12/10/2026).

Pada Senin (12/10/2026), jenazah A diberangkatkan dari Bandara Nop Goliat Dekai menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan pesawat carter. Selanjutnya, jenazah direncanakan diterbangkan menuju Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Bandara Sultan Hasanuddin untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, kasus penganiayaan berat terhadap ET (51) terjadi pada Senin (12/10/2026) pagi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3, Distrik Dekai. Berdasarkan keterangan korban, saat sedang menyapu halaman rumah, ET didatangi dua orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam dan kemudian melakukan penyerangan. Ketika berusaha melindungi diri, korban mengalami luka terbuka pada pergelangan tangan kiri dan punggung bagian kanan.

Korban berhasil selamat dan dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dalam penanganan kasus tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pemasangan garis polisi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengumpulan bukti dan kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut. Personel gabungan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal, mengumpulkan alat bukti, meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta melaksanakan olah TKP guna mendukung proses penyelidikan.

“Begitu menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo langsung merespons dengan mendatangi TKP. Petugas melakukan pengumpulan alat bukti, meminta keterangan dari para saksi, dan melaksanakan olah TKP. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Kami memastikan proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan kedua kasus tersebut. Ia memastikan proses penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dan objektif, sekaligus mengajak masyarakat berperan menjaga situasi keamanan di Yahukimo.

“Peristiwa ini menjadi perhatian kami karena menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berkomitmen memastikan setiap kasus ditangani secara profesional dan objektif, dengan mengedepankan fakta serta alat bukti yang sah. Kami juga mengajak masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi keamanan di Yahukimo agar tetap kondusif,” tegas Kaops Damai Cartenz-2026.

Adapun Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung dengan mendalami keterangan saksi dan mencocokkan bukti pendukung guna memastikan rangkaian kejadian serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

“Penyelidikan masih terus berjalan. Keterangan saksi dan informasi pendukung yang telah diperoleh akan didalami serta dicocokkan untuk memperjelas rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Wakaops Damai Cartenz-2026.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo terus melanjutkan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Yahukimo.

Cegah Kejahatan di Sentra Emas Cikini, Bhabinkamtibmas Pegangsaan Bangun Komunikasi dengan Warga


Jakarta Pusat — Menjaga keamanan pusat perdagangan emas tidak cukup hanya dengan patroli, tetapi juga membutuhkan komunikasi aktif antara polisi dan masyarakat.

Pendekatan tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan saat menyambangi kawasan Cikini Gold Center (CGC), Jalan Pegangsaan Timur No. 14, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Aiptu H.M. Adhy M.N. menemui sejumlah warga di samping gedung CGC, di antaranya Nana Kesra selaku pengurus RW 01, Memet, dan Rifai. 

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas kondisi keamanan lingkungan serta potensi kerawanan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Kawasan perdagangan emas menjadi salah satu lokasi yang memerlukan kewaspadaan ekstra.
 
Karena itu, petugas mengajak masyarakat untuk tidak lengah terhadap gerak-gerik mencurigakan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan indikasi tindak kriminal.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya mencegah kejahatan sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.

“Jangan menunggu sampai terjadi tindak kejahatan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kami mengajak masyarakat dan pengurus lingkungan agar aktif berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas, sehingga setiap potensi kerawanan dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengingatkan pentingnya membangun kepedulian kolektif dalam menjaga keamanan, khususnya di kawasan usaha yang memiliki aktivitas masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan warga menjadi salah satu kunci untuk memperkuat deteksi dini serta menciptakan situasi yang aman dan terkendali.

Melalui dialog langsung di lingkungan perdagangan, kepolisian berharap kesadaran menjaga keamanan semakin tumbuh sehingga aktivitas usaha dan masyarakat di kawasan Pegangsaan dapat berlangsung dengan nyaman, tanpa mengabaikan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Sinergi TNI dan Polri Sambangi PGN Menteng, Satpam Diingatkan Tingkatkan Kewaspadaan


Jakarta Pusat — Keamanan lingkungan perusahaan menjadi perhatian jajaran Tiga Pilar di wilayah Menteng. Bhabinkamtibmas bersama Babinsa melaksanakan kunjungan anjangsana ke Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jalan Anyer No. 10–11, RW 009, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Aiptu Roby bersama Babinsa Menteng Sertu Dian. Keduanya berinteraksi dengan petugas satuan pengamanan (satpam) PGN sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam pertemuan tersebut, petugas mengingatkan satpam agar menjalankan tugas secara disiplin, meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan perusahaan, serta memperhatikan setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Koordinasi dengan aparat kewilayahan juga dinilai penting agar penanganan terhadap kejadian menonjol dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menekankan pentingnya kesiapsiagaan petugas keamanan perusahaan sebagai bagian dari upaya pencegahan tindak kriminalitas.

“Petugas keamanan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan perusahaan. Kami mengimbau agar kewaspadaan terus ditingkatkan dan setiap kejadian mencurigakan segera dikoordinasikan dengan kepolisian maupun aparat kewilayahan,” ujarnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, juga menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI, Polri, dan unsur pengamanan swakarsa perlu terus diperkuat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Kunjungan anjangsana ini menjadi bagian dari upaya mempererat koordinasi antara aparat kewilayahan dan petugas keamanan perusahaan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Subuh Keliling di Gondangdia, Polsek Metro Menteng Hadir Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Jakarta Pusat — Memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk kegiatan keagamaan. 

Hal tersebut diwujudkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Gondangdia Polsek Metro Menteng, Aiptu Kamidi, melalui kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al-Musyarofoh, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 jamaah dan dipimpin oleh Ustaz Ade Rusmana. 

Selain menjalankan ibadah bersama, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah jamaah merupakan bagian dari upaya Polsek Metro Menteng dalam mengedepankan pelayanan kepolisian yang humanis sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, kegiatan Subuh Keliling menjadi salah satu sarana untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan.

“Polri tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat melalui kegiatan positif seperti ibadah berjamaah dan silaturahmi. 

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini. 

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi maupun melaporkan apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, terus mendorong jajarannya untuk mengedepankan langkah preventif, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta membangun sinergi dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, Polsek Metro Menteng berharap hubungan antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat semakin erat sehingga tercipta lingkungan yang rukun, damai, dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)