View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Jumat, 10 Juli 2026

Perkuat Sinergi Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Pegangsaan Sambangi Gedung Graha Nusa Tiga


Jakarta Pusat – Sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan, Aiptu H. M. Adhy M. N., melaksanakan kegiatan sambang dan koordinasi di Gedung Graha Nusa Tiga, Jalan Proklamasi No. 26, RW 02, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Jumat (10/7/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Adhy bertemu dengan petugas keamanan gedung, Bapak Selamet, untuk mempererat sinergi sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas. Ia mengingatkan agar petugas keamanan secara rutin melakukan kontrol di seluruh area gedung, memastikan setiap sudut lingkungan tetap dalam kondisi aman, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk potensi gangguan keamanan.

Selain itu, petugas keamanan diminta untuk mengawasi secara optimal setiap tamu yang masuk dan keluar gedung, melakukan pendataan sesuai prosedur, serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas lainnya.

"Kehadiran Bhabinkamtibmas melalui kegiatan sambang merupakan bentuk nyata kemitraan Polri dengan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik dan pengawasan yang maksimal, keamanan lingkungan dapat terus terjaga," ujar Aiptu Adhy.

Kapolsek Metro Menteng, Akbp Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan bahwa seluruh jajaran Bhabinkamtibmas terus dioptimalkan untuk membangun koordinasi dengan petugas keamanan di lingkungan perkantoran, permukiman, maupun objek vital sebagai langkah preventif menjaga kondusivitas wilayah.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Polri dan unsur pengamanan lingkungan merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

"Polri terus mengedepankan langkah preventif melalui sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan meningkatkan koordinasi, pengawasan, dan kewaspadaan bersama, setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," tegas Kapolres.

Kegiatan sambang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan mendapat sambutan positif dari pihak keamanan Gedung Graha Nusa Tiga. Diharapkan, sinergi yang terus terjalin antara Polri dan petugas keamanan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri Tanamkan Kepedulian Sosial kepada Taruna Akpol Lewat Santunan Anak Yatim

Semarang – Sebanyak 80 anak yatim dan dhuafa dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor dan Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang, didampingi lima orang pendamping, menerima santunan dalam kegiatan Jumat Berkah yang diselenggarakan di Masjid As Syuhada Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (10/7). 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama para pejabat Lemdiklat Polri, pejabat Akpol, serta ratusan taruna Akpol.

Usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah, Wakapolri menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa di hadapan para taruna Akpol. Momentum tersebut menjadi teladan bahwa seorang anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, serta kepekaan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Dalam arahannya, Wakapolri mengajak para taruna menjadikan kepedulian sebagai bagian dari jati diri seorang Bhayangkara.

“Menjadi anggota Polri bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kasih sayang dan kepedulian. Menyantuni anak yatim dan membantu kaum dhuafa adalah bagian dari pengabdian yang harus dimulai dari keteladanan,” ujar Wakapolri.

Pembina Masjid As Syuhada Akpol Semarang, Rochmad, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keteladanan yang ditunjukkan Wakapolri.

“Kami siap mendukung apa yang dilakukan Bapak Wakapolri dengan mengedepankan uswah atau keteladanan bagi jajaran di bawahnya melalui semangat berbagi kepada kaum dhuafa dan fakir miskin. Semoga kepedulian ini terus menjadi budaya di lingkungan Polri,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Rochmad Fauzi. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kebajikan, melimpahkan keberkahan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, serta senantiasa menjaga keamanan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Doa juga dipanjatkan bagi Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Wakapolri, dan seluruh keluarga besar Polri agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan petunjuk dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Penerima santunan berasal dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor beserta tiga orang pendamping serta Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang beserta dua orang pendamping, dengan total 80 penerima santunan dan lima orang pendamping.

Melalui kegiatan Jumat Berkah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada generasi penerus Polri. Keteladanan yang ditunjukkan pimpinan diharapkan menjadi budaya yang terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Anak Kuli Bangunan Raih Predikat Ati Trengginas, Bukti Kesempatan Setara di Akpol

Semarang, 10 Juli 2026 – Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58/Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita tidak hanya menandai lahirnya 282 calon perwira remaja Polri, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif tentang semangat, kerja keras, dan kesempatan yang setara.

Salah satu lulusan terbaik, Adnan Kasweri, putra seorang kuli bangunan asal Bangka Belitung, berhasil meraih predikat Ati Trengginas, penghargaan bagi taruna dengan ketangguhan fisik dan mental terbaik. Adnan mencatatkan nilai jasmani dan kesehatan kelulusan sebesar 93,64.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam Upacara Penutupan Pendidikan yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian, Semarang, Jumat (10/7).

Perjalanan Adnan menuju Akpol bermula dari proses seleksi yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat panitia daerah di Polda Kepulauan Bangka Belitung hingga panitia pusat yang diselenggarakan SSDM Polri pada 2023. Di balik keberhasilannya, terdapat perjuangan sang ayah, Sudaryo, yang bekerja sebagai kuli bangunan dan terus memberikan dukungan meski dalam keterbatasan ekonomi.

Sudaryo mengaku mengikuti seluruh proses perjuangan putranya dengan keyakinan bahwa rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

“Saya mengikuti proses anak saya dari awal sampai akhir. Walaupun dengan segala keterbatasan, saya yakin proses rekrutmen ini benar-benar asli dan murni. Itulah yang saya rasakan,” ungkap Sudaryo.

Adnan juga mengakui sempat merasa minder karena latar belakang keluarganya. Namun, semangat dan motivasi yang diberikan para pimpinan Polri saat proses seleksi menjadi titik balik yang menguatkan kepercayaan dirinya.

Saat itu, Komjen Pol. Syahardiantono yang menjabat Kadiv Propam Polri dan Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang menjabat As SDM Kapolri memberikan pesan agar dirinya tidak pernah merasa rendah diri karena profesi orang tua.

“Saya sempat minder karena orang tua saya buruh harian. Tapi saya diberi semangat agar tidak minder dan diminta menunjukkan kemampuan yang saya miliki. Saya hobi bermain bola voli, dan saat itu saya menunjukkan kemampuan saya,” ujar Adnan.

Menurut Adnan, dukungan tersebut menjadi penyemangat yang membuatnya semakin yakin bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita menjadi perwira Polri.

Kisah Adnan menjadi bukti nyata bahwa Polri membuka kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa. Melalui sistem rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara berdasarkan kemampuan, integritas, serta prestasi, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

RAKYAT WAJIB MENDUKUNG KORTAS TIPIKOR POLRI MEMBERANTAS KORUPSI

Jakarta – Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul Jakarta, Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H., menyatakan dukungan terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Polda Metro Jaya yang melakukan upaya paksa berupa penggeledahan dalam rangka proses pengungkapan dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan sejumlah perkara, di antaranya dugaan korupsi pengadaan batu bara, dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), serta dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Menurut Prof. Juanda, langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian tersebut perlu diapresiasi dan mendapat dukungan dari seluruh masyarakat sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Upaya yang dilakukan oleh Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya melalui tindakan hukum berupa penggeledahan dalam rangka mengungkap dugaan tindak pidana korupsi sangat perlu diapresiasi dan wajib didukung oleh siapapun, khususnya rakyat Indonesia,” ujar Prof. Juanda dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Prof. Juanda mengibaratkan korupsi sebagai penyakit yang telah bersifat kronis dan menyebar luas sehingga membutuhkan penanganan serius, sistematis, dan menyeluruh.

“Ibarat penyakit, korupsi sudah sangat kronis dan meluas ke seluruh tubuh. Jika tidak dilakukan upaya pemberantasan secara serius melalui pendekatan sistemik, menyeluruh, dan konsisten, maka akan berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Ia menegaskan seluruh komponen aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, advokat, hingga hakim, harus memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun sistem penegakan hukum yang kuat dan solid dalam memberantas tindak pidana korupsi.

“Semua aparat penegak hukum wajib menjadi satu kesatuan sistem yang kuat dan solid dalam memerangi tindak pidana korupsi dengan tetap mengedepankan proses hukum yang profesional dan proporsional demi keberlangsungan pembangunan nasional serta terciptanya kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya, Prof. Juanda yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PERADI Maju meminta jajaran kepolisian tidak ragu untuk mengusut perkara tersebut hingga tuntas sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kepolisian harus menjalankan kewenangan, tugas, dan fungsinya secara profesional, proporsional, serta objektif guna mengungkap siapa saja pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang mendukung pemberantasan korupsi saat ini menunggu dan memantau proses pengungkapan perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan skala besar tersebut hingga selesai.

Namun demikian, Prof. Juanda mengingatkan seluruh pihak untuk tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah dalam menyikapi proses hukum yang sedang berjalan.

“Masyarakat harus tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan tidak menyimpulkan atau mengaitkan tindakan kepolisian dengan institusi maupun pejabat tertentu yang bersifat subjektif sebelum penyidik secara resmi mengumumkan siapa tersangka, substansi perkara, jenis tindak pidana, serta nilai kerugian negara yang sebenarnya,” ungkapnya.

Prof. Juanda mengajak masyarakat memberikan kepercayaan dan ruang kepada penyidik Kortas Tipikor Polri untuk bekerja secara profesional, objektif, dan sesuai dengan kewenangan berdasarkan hukum yang berlaku.

“Mari kita percayakan dan berikan kesempatan kepada aparat penyidik kepolisian untuk bekerja dengan tenang dan profesional sesuai kewenangannya berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkas Prof. Juanda yang juga merupakan Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum Tata Negara.

Jaga Bekasi On The Spot Gelar Jumat Berbagi, Polres Metro Bekasi Kota Perkuat Jalinan Kasih dengan "Mata dan Telinga" Kamtibmas

KOTA BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan program rutin "Jumat Berbagi". Kegiatan sosial yang menyasar elemen potensi masyarakat ini kepada para pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Ojol Sabuk Kamtibmas dan elemen organisasi masyarakat (Ormas). Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi dan penguatan kemitraan antara aparat kepolisian dan para pejuang jalanan dan ormas dalam menjaga ketertiban wilayah.

Kegiatan pembagian bantuan sosial ini berlangsung dengan khidmat di area lobi Mapolres Metro Bekasi Kota pada Jumat (10/7/2026) pagi. Ratusan pengemudi ojek online dengan seragam khasnya dan ormas tampak berbaris tertib memadati area lobi untuk mengikuti jalannya acara. Kehadiran para pengemudi ojol dan ormas ini disambut langsung oleh jajaran pimpinan Polres Metro Bekasi Kota dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Aksi religi dan sosial kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom., dengan didampingi oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Bekasi Kota. Secara simbolis, Wakapolres menyerahkan paket bantuan sembako yang dikemas dalam tas kain berwarna biru kepada perwakilan pengemudi ojol. Melalui pemberian bantuan ini, diharapkan dapat sedikit meringankan beban ekonomi para pengemudi ojol di tengah dinamika lapangan kerja mereka dan anggota ormas.

Kapolres Metro Bekasi Kota melalui Wakapolres menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembagian bantuan, melainkan wadah untuk mempererat silaturahmi dan koordinasi. Pihak kepolisian sangat mengapresiasi peran aktif Ojol Sabuk Kamtibmas dan potensi masyarakat dari ormas di Kota Bekasi yang selama ini menjadi mata dan telinga kepolisian dalam memberikan informasi terkait situasi keamanan. Hingga seluruh paket bantuan selesai didistribusikan, kegiatan berjalan dengan sangat aman, lancar, dan penuh berkah

Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri Tanamkan Kepedulian Sosial kepada Taruna Akpol Lewat Santunan Anak Yatim

Semarang – Sebanyak 80 anak yatim dan dhuafa dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor dan Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang, didampingi lima orang pendamping, menerima santunan dalam kegiatan Jumat Berkah yang diselenggarakan di Masjid As Syuhada Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (10/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama para pejabat Lemdiklat Polri, pejabat Akpol, serta ratusan taruna Akpol.

Usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah, Wakapolri menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa di hadapan para taruna Akpol. Momentum tersebut menjadi teladan bahwa seorang anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, serta kepekaan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Dalam arahannya, Wakapolri mengajak para taruna menjadikan kepedulian sebagai bagian dari jati diri seorang Bhayangkara.

“Menjadi anggota Polri bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kasih sayang dan kepedulian. Menyantuni anak yatim dan membantu kaum dhuafa adalah bagian dari pengabdian yang harus dimulai dari keteladanan,” ujar Wakapolri.

Pembina Masjid As Syuhada Akpol Semarang, Rochmad, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keteladanan yang ditunjukkan Wakapolri.

“Kami siap mendukung apa yang dilakukan Bapak Wakapolri dengan mengedepankan uswah atau keteladanan bagi jajaran di bawahnya melalui semangat berbagi kepada kaum dhuafa dan fakir miskin. Semoga kepedulian ini terus menjadi budaya di lingkungan Polri,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Rochmad Fauzi. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kebajikan, melimpahkan keberkahan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, serta senantiasa menjaga keamanan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Doa juga dipanjatkan bagi Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Wakapolri, dan seluruh keluarga besar Polri agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan petunjuk dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Penerima santunan berasal dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor beserta tiga orang pendamping serta Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang beserta dua orang pendamping, dengan total 80 penerima santunan dan lima orang pendamping.

Melalui kegiatan Jumat Berkah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada generasi penerus Polri. Keteladanan yang ditunjukkan pimpinan diharapkan menjadi budaya yang terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Polisi Intensifkan Patroli Kawasan Strategis Mh Thamrin, Warga Diajak Waspada Kejahatan Jalanan

Jakarta Pusat - Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Polsek Metro Menteng kembali menggelar patroli jalan kaki di kawasan Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan dipimpin oleh Wakil Perwira Pengendali (Waka Padal) AIPTU Ali Imran bersama personel Polsek Metro Menteng lainnya sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan wilayah. Jumat (10/7/2026).

Patroli dilaksanakan dengan menyisir sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan samping Hotel Kempinski, Hotel Grand Hyatt, area samping Kedutaan Besar Jepang, hingga Simpang Sarinah. Kawasan tersebut menjadi perhatian khusus karena memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi dan berpotensi menjadi sasaran pelaku kejahatan jalanan apabila tidak dilakukan pengawasan secara rutin.

Selain melakukan pemantauan situasi kamtibmas, personel juga melaksanakan patroli dialogis dengan memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aksi pencopetan dan penjambretan. Warga diminta untuk selalu mengawasi barang bawaan, menghindari membawa barang berharga secara mencolok, serta tetap waspada terhadap orang yang bertingkah laku mencurigakan di sekitar lokasi keramaian.

Patroli ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara polisi dan masyarakat sehingga informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat diperoleh lebih cepat dan ditindaklanjuti secara tepat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa kegiatan patroli preventif akan terus dioptimalkan sebagai langkah nyata dalam menekan angka kriminalitas dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat.

"Patroli yang dilakukan secara rutin merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan wilayah. Kami ingin memastikan setiap warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir terhadap gangguan kamtibmas maupun kejahatan jalanan," tegas Kapolres.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng, Akbp Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan bahwa patroli jalan kaki menjadi strategi efektif untuk memantau situasi di lapangan secara langsung sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat.

"Kami akan terus meningkatkan patroli di kawasan strategis seperti MH Thamrin sebagai upaya mencegah aksi copet, jambret, dan bentuk kriminalitas lainnya. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi juga sangat penting untuk bersama-sama mewujudkan wilayah Menteng yang aman, tertib, dan kondusif," ujar Kapolsek.

Melalui patroli yang dilakukan secara berkelanjutan, Polsek Metro Menteng menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan kawasan pusat ibu kota serta menghadirkan rasa aman bagi seluruh masyarakat dan pengunjung yang beraktivitas di wilayah Menteng.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)