View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Minggu, 30 Agustus 2026

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi terhadap 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) di lingkungan Polri. Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026, yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Dari keseluruhan personel yang dimutasi, sebanyak 344 personel mendapatkan promosi atau penempatan jabatan baru. Selain itu, terdapat personel yang menyelesaikan pendidikan, berangkat pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.

Rotasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. Perubahan jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, penyegaran, serta kebutuhan organisasi dalam menghadapi tantangan tugas yang terus berkembang.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi dan karier personel Polri. Penempatan personel pada jabatan baru dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” kata Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Salah satu perubahan jabatan strategis terjadi pada posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). Irjen Pol. Roycke Harry Langie, yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara, dipercaya mengemban jabatan sebagai Astamaops Kapolri. Ia menggantikan Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.

Posisi Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya diisi Brigjen Pol. Yudo Hermanto yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri.

Pergantian juga terjadi pada kepemimpinan Polda Papua Barat Daya. Brigjen Pol. Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau diangkat sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Sementara Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat Daya mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Jabatan Wakapolda Riau selanjutnya diemban Brigjen Pol. Simson Zet Ringu yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo. Sementara posisi Wakapolda Gorontalo dipercayakan kepada Kombes Pol. Dedy Suhartono yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri. Lalu, Brigjen Pol. D.I. Susetio Cahyadi dipercaya sebagai Wakapolda Maluku Utara Menggantikan Brigjen Pol. Stephen Maleachi Napiun yang kini dipercaya sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri

Di tingkat Mabes Polri, Irjen Pol. Jawari mendapat amanah sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) menggantikan Irjen Pol. Anwar yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka pensiun.

Perubahan juga terjadi pada posisi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri. Irjen Pol. Ruslan Ependi dipercaya mengemban jabatan tersebut menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.

Sementara itu, Kombes Pol. Ian Rizkian Milyardin mendapat penugasan sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri menggantikan Kombes Pol. Yudi Arkara Oktobera yang diangkat sebagai Karobinopsnal Baharkam Polri.

Rotasi juga mencakup penugasan di bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi personel. Sejumlah Pati dan Pamen mendapatkan penugasan untuk mengikuti maupun menyelesaikan pendidikan serta mengemban tugas sebagai Widyaiswara dan dosen di lingkungan Lemdiklat Polri.

Irjen Pol. Johnny menegaskan, seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas secara optimal.

“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyegaran organisasi tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat organisasi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” tutupnya.

Sejak 27 Agustus, 200 Perwira dan Bhabin Bergerak Cegah Karhutla, dari Edukasi hingga Shalat Istisqa

JAKARTA, 31 Agustus 2026 — Polri terus bergerak mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari hulu. Sejak 27 Agustus 2026, 200 peserta didik Polri bersama Bhabinkamtibmas telah diterjunkan ke empat Polda prioritas untuk menjangkau masyarakat secara langsung.

Mereka bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, memberikan bantuan kemanusiaan, memetakan wilayah rawan, berkoordinasi dengan berbagai pihak, hingga membantu penanganan titik api. Di tengah kemarau, pendekatan spiritual juga dilakukan bersama masyarakat melalui Shalat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.

Kegiatan ini tidak berhenti pada satu lokasi. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga di wilayah rawan karhutla sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.

Kalbar Jadi Salah Satu Contoh Paling Masif

Kalimantan Barat menjadi salah satu gambaran kuat pelaksanaan Satgas Edukasi Polri. Sebanyak 104 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.

Terdiri dari 68 mahasiswa S2 PTIK, 7 Serdik Sespimma dan 29 siswa Setukpa, mereka telah melaksanakan 91 kegiatan.

Sebanyak 55 kegiatan di antaranya berupa edukasi, penyuluhan dan sosialisasi dialogis. Kegiatan lainnya meliputi 16 koordinasi lintas sektoral dan pemetaan, 10 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 7 bantuan fisik lapangan dan pemadaman, serta 3 kegiatan spiritual dan kultural.

Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas mendatangi warga secara door-to-door, memberikan edukasi bahaya pembakaran lahan, membagikan masker, mendistribusikan air bersih, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga membantu penanganan titik api.

Di Kabupaten Melawi, kegiatan tersebut turut mendorong deklarasi komitmen warga dan komponen masyarakat untuk menghentikan pembakaran hutan secara sengaja selama musim kemarau 2026.

Kalteng: Edukasi Berjalan Bersama Pemadaman

Di Kalimantan Tengah, 48 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.

Sebanyak 27 kegiatan telah dilakukan, terdiri dari 16 edukasi, penyuluhan dan imbauan, 7 pemetaan hotspot dan koordinasi lintas instansi, serta 4 kegiatan bantuan pemadaman.

Di lapangan, peserta didik bersama jajaran kewilayahan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, dampak kesehatan dan konsekuensi hukum, sekaligus membantu ketika ditemukan titik api.

Sumsel: Menjangkau Kelompok Tani hingga Rumah Ibadah

Di Sumatera Selatan, 38 peserta didik bergerak di 9 wilayah Polres jajaran dan telah melaksanakan 41 kegiatan.

Sebanyak 19 kegiatan berupa edukasi, penyuluhan dan imbauan langsung. Edukasi dilakukan melalui door-to-door, kelompok tani, rumah ibadah hingga talkshow radio.

Satgas juga membagikan masker, bantuan sembako, memasang poster dan membagikan pamflet, melakukan pengecekan hotspot, mengecek kesiapan peralatan pemadaman serta berkoordinasi dengan BNPB dan TNI.

Kaltim: Edukasi hingga Shalat Istisqa

Di Kalimantan Timur, 10 peserta didik diterjunkan ke empat wilayah, yakni Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser dan Berau.

Sebanyak 16 kegiatan telah dilakukan, termasuk 7 edukasi dan penyuluhan, 3 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 3 kegiatan spiritual dan doa bersama, serta 3 kegiatan sinergitas instansi dan peningkatan kapasitas personel.

Untuk pendekatan spiritual, Satgas bersama unsur pemerintah, TNI dan masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, lingkungan Polres Kutai Kartanegara, dan wilayah Berau.

Selain itu, peserta didik memberikan penguatan kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi Samapta mengenai pemetaan wilayah rawan dan langkah mitigasi karhutla.

175 Kegiatan, 97 di Antaranya Edukasi dan Penyuluhan

Secara keseluruhan, rekapitulasi empat Polda mencatat 175 kegiatan lapangan yang telah dilaksanakan.

Dari jumlah tersebut, 97 kegiatan merupakan edukasi, penyuluhan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Rinciannya:

* Kalbar: 104 personel — 91 kegiatan — 55 edukasi/penyuluhan;
* Kalteng: 48 personel — 27 kegiatan — 16 edukasi/penyuluhan;
* Sumsel: 38 personel — 41 kegiatan — 19 edukasi/penyuluhan;
* Kaltim: 10 personel — 16 kegiatan — 7 edukasi/penyuluhan.

Karo Penmas: Terus Bergerak Menjangkau Warga

Karo Penmas Polri menegaskan bahwa pengerahan peserta didik merupakan bagian dari upaya Polri merespons ancaman karhutla secara cepat dan menyeluruh.

“Karhutla tidak bisa menunggu. Sejak 27 Agustus, para perwira peserta didik sudah bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Mereka tidak menunggu api membesar, tetapi hadir dari hulu untuk mencegahnya.”

Menurutnya, bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.

“Ada yang bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, membantu masyarakat, melakukan pemetaan, membantu penanganan titik api, sampai bersama masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa di Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Berau. Semua dilakukan karena Polri ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat.”

Karo Penmas menambahkan, kegiatan tersebut belum berhenti.

“Ini bukan kegiatan yang berhenti setelah satu atau dua kali penyuluhan. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Semakin dekat kita dengan masyarakat, semakin cepat kita membangun kesadaran dan mendeteksi potensi kebakaran.”

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat.

“Masyarakat adalah bagian dari garda terdepan pencegahan. Satu warga yang memilih tidak membakar lahan, satu informasi yang cepat disampaikan dan satu titik api yang segera dilaporkan dapat mencegah kebakaran menjadi lebih besar.”

Polri memastikan edukasi dan pembinaan masyarakat berjalan beriringan dengan deteksi dini, pemetaan, koordinasi lintas sektoral, pemadaman dan penegakan hukum.

Polri mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah atau daun kering sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Dari pintu ke pintu hingga rumah ibadah, dari membagikan masker hingga membantu memadamkan api, Polri terus bergerak bersama masyarakat.

Bukan sekadar datang. Tetapi terus menjangkau, mencegah dan menjaga agar karhutla tidak meluas

Ketua Forum Alumni Pimpinan Cipayung Mimika Dukung Upaya Satgas Damai Cartenz Jaga Keamanan Papua

MIMIKA – Ketua Koordinator Forum Alumni Pimpinan Cipayung Kabupaten Mimika, Bojan Dokainubun, menyampaikan apresiasi terhadap upaya Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan rasa aman kepada masyarakat di Tanah Papua.

Bojan menilai pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan personel Satgas menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi serta kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, tugas menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Polri, khususnya Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026, atas upaya yang terus dilakukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Tanah Papua,” ujar Bojan di Kabupaten Mimika, Sabtu (29/8/2026).

Ia mencontohkan sejumlah kegiatan yang dilakukan personel, seperti kunjungan ke panti asuhan, patroli di sejumlah wilayah, serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka ruang interaksi antara personel dan masyarakat sekaligus membantu membangun kepercayaan.

“Kehadiran seperti ini menunjukkan bahwa tugas menjaga keamanan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Bojan menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.

“Keamanan dan kedamaian tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat. Dengan komunikasi yang baik dan saling menghargai, kita bisa bersama-sama menjaga Mimika dan Papua tetap aman dan damai,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bojan juga mengecam aksi penyanderaan terhadap masyarakat sipil yang terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Ia menilai warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tidak seharusnya menjadi korban kekerasan.

“Kami sangat menyesalkan dan mengutuk keras tindakan penyanderaan terhadap masyarakat sipil yang terjadi di Distrik Jila. Masyarakat sipil harus dilindungi dan diberikan rasa aman untuk menjalankan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Menurut Bojan, masyarakat harus dapat bekerja, bersekolah, beribadah, serta memenuhi kebutuhan keluarga tanpa dibayangi ancaman kekerasan.

“Kita semua tentu menginginkan Papua yang aman, Papua yang damai, sehingga masyarakat dapat menjalankan kehidupannya dengan tenang. Karena pada akhirnya, yang paling merasakan dampak dari situasi keamanan adalah masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Bojan juga mendukung langkah Polri melalui Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menangani berbagai gangguan keamanan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum dan keselamatan masyarakat.

“Penegakan hukum harus tetap berjalan, tetapi di saat yang sama pendekatan kemanusiaan dan komunikasi dengan masyarakat juga harus terus diperkuat. Dengan begitu, kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” katanya.

Ia kemudian mengajak masyarakat, khususnya di Kabupaten Mimika, untuk mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, upaya tersebut dapat dimulai dari hal sederhana seperti menjaga komunikasi antarwarga dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Mari kita sama-sama menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kepanikan, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan komunikasi dan cara-cara yang damai,” ujarnya.

Bojan juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan ruang bagi kekerasan maupun informasi yang dapat memecah persatuan.

“Mari kita menjadi bagian dari solusi. Jangan memberikan ruang bagi kekerasan dan jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah persatuan. Mari kita jaga Mimika sebagai rumah kita bersama,” tuturnya.

Ia berharap kondisi keamanan yang terjaga dapat mendukung masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari serta memungkinkan pembangunan di Papua terus berjalan.

“Papua damai adalah harapan kita semua. Masyarakat aman, pembangunan berjalan, anak-anak bisa sekolah dengan tenang, dan kita bisa melihat masa depan Papua yang lebih baik,” pungkas Bojan.

JJOS Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sasar Titik Rawan, Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif


JAKARTA-Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Polda Metro Jaya, melaksanakan JJOS Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) secara mobile di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (31/8/2026) dini hari.

Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), sekaligus memastikan situasi keamanan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok tetap aman, kondusif, dan terkendali.

Patroli dipimpin Pawas, IPTU Andi Nugroho P, S.H., yang menjabat sebagai Kaurmintu Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Sebanyak 14 personel gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Priok diterjunkan dengan menggunakan empat unit kendaraan dinas Polri.

Dalam pelaksanaannya, personel menyusuri sejumlah lokasi, di antaranya Pintu 1, Pintu 8, dan Pintu 9 Pelabuhan Tanjung Priok, Jalan Raya Pelabuhan, Terminal Penumpang Nusantara Pura, hingga kawasan JICT.

Di sejumlah pintu masuk pelabuhan, petugas berdialog dengan petugas keamanan (security) dan memberikan imbauan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melaksanakan tugas pada malam hari.

Petugas juga mengingatkan agar petugas keamanan tidak bekerja seorang diri dan mengutamakan komunikasi serta pendekatan persuasif apabila menghadapi persoalan di lapangan.

"Kami mengimbau kepada petugas keamanan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Hindari tindakan kekerasan dalam menangani permasalahan dan utamakan pendekatan persuasif. Apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan, segera laporkan kepada pihak kepolisian," ujar petugas saat memberikan imbauan.

Selain menyambangi petugas keamanan, personel patroli juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan para pekerja yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama melalui media sosial, karena penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu keresahan maupun kericuhan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat dan pekerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan. Jangan mudah terpancing provokasi maupun isu yang belum terverifikasi. 

Apabila menemukan potensi gangguan keamanan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau melalui layanan Polri 110," imbau petugas.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa patroli cipta kondisi merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menjaga keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.

Patroli dilaksanakan secara mobile dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai membutuhkan kehadiran personel kepolisian, sekaligus membangun komunikasi dan sinergi dengan petugas keamanan serta masyarakat.

«"Kegiatan patroli cipta kondisi ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas," tegas AKBP Alrasyidin Fajri.»

Polres Pelabuhan Tanjung Priok memastikan kegiatan patroli cipta kondisi akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.


Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta 


Reporter : Edo Lembang

Koramil 06/Cakung Gelar Patroli/Siskamling, Jaga Keamanan dan Ketertiban


Jakarta Timur – Dalam rangka memberikan rasa aman, nyaman, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Koramil 06/Cakung melaksanakan kegiatan Patroli/Siskamling Keliling bersama Unsur Komduk dan masyarakat di wilayah RT 03 RW 10 Kelurahan Penggilingan Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Minggu (30/08/26).

Kegiatan Patroli/Siskamling ini melibatkan Babinsa Koramil 06/Cakung, Babinkamtibmas Polsek Cakung, Satpol PP Kecamatan, FKDM, FKPM, serta warga masyarakat setempat yang menjadi wujud nyata sinergi dan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Dalam pelaksanaan tugas di tengah masyarakat, seluruh personel diingatkan untuk tetap mengedepankan sikap humanis dan tidak bersikap arogan. Pendekatan yang baik kepada masyarakat menjadi salah satu kunci dalam membangun kepercayaan dan memperkuat kebersamaan demi terciptanya situasi wilayah yang kondusif.

Selain menjaga Kamtibmas, para peserta Patroli juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar elemen masyarakat. Dengan terjalinnya kerja sama yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah dan diantisipasi secara bersama-sama.

Menghadapi musim hujan, masyarakat juga dihimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Warga diajak untuk tidak membuang sampah sembarangan serta bersama-sama membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar guna mencegah terjadinya genangan maupun potensi banjir.

Melalui kegiatan Patroli/Siskamling Keliling ini, Koramil 06/Cakung bersama seluruh unsur terkait terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, memperkuat kebersamaan, menjaga keamanan lingkungan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan Kamtibmas dan dampak musim hujan.

(Pendim 0505/JT)

Dini Hari, Polsek Metro Menteng Perketat Pemeriksaan Kendaraan di Depan Mako Menteng


Jakarta Pusat – Memasuki jam rawan dini hari, Polsek Metro Menteng menggelar razia stasioner di depan Mako Polsek Metro Menteng, Jalan Sutan Syahrir, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Ipda Togaryanto, dengan melibatkan 14 personel. Pemeriksaan dilakukan secara selektif terhadap pengendara yang dinilai perlu diperiksa, sebagai langkah antisipasi curas, curat, curanmor hingga penyalahgunaan narkoba.

Petugas mengecek kelengkapan surat kendaraan, barang bawaan serta benda-benda yang berpotensi membahayakan. Pemeriksaan dilakukan secara humanis dan tidak disertai penindakan tilang.

Hasilnya, tidak ditemukan kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat maupun barang berbahaya dan obat-obatan terlarang. Seluruh pengendara yang telah diperiksa diberikan imbauan Kamtibmas dan dipersilakan melanjutkan perjalanan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa kegiatan preventif akan terus ditingkatkan untuk menjaga keamanan masyarakat pada waktu-waktu rawan.

Sementara Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan dengan mematuhi aturan lalu lintas dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada kepolisian.

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami akan terus hadir dan melakukan langkah pencegahan agar wilayah Menteng tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Petugas Induk PJR BSD Korlantas Polri Sigap Menindak Lanjuti Sepeda Motor Masuk Ruas Tol BSD

Kabarindorayanews.com-Tangerang Selatan-Induk PJR BSD Korlantas Polri kembali mengingatkan masyarakat bahwa sepeda motor pada dasarnya dilarang melintas di jalan tol. Senin (31/08/26).

Pengecualian hanya berlaku pada ruas tol yang menyediakan jalur khusus kendaraan roda dua yang dipisahkan secara fisik dari lajur kendaraan roda empat atau lebih.
Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 44 tahun 2009 tentang perubahan PP No 15 tahun 2005 Pasal 38 tentang jalan tol.

Ayat 1: Jalan tol diperuntukan bagi pengguna jalan yang menggunakan ranmor roda empat atau lebih.

Ayat 1a: pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalan tol yang diperuntukan bagi ranmor roda empat dan lebih.

Kemudian di dalam Undang-Undang No 38 tahun 2004 Pasal 54 tentang jalan juga disebutkan:
“Infrastruktur jalan tol atau jalan bebas hambatan dirancang untuk kendaraan dengan kecepatan tinggi dan memiliki bobot cukup besar.”

Berdasarkan ketentuan tersebut, jalan tol diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih. 

Meski demikian, pada ruas tol tertentu dapat disediakan jalur khusus bagi sepeda motor yang dipisahkan secara fisik dari lajur kendaraan lain sebagai upaya menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan.

Kainduk PJR BSD Kompol Darmawati,SE.MM.MH di konfirmasi mengatakan berdasarkan laporan petugas induk PJR BSD Ipda Dimas dan Bripka Subiyantoro melaporkan bahwa pengemudi kerja sebagai security dari KM 12 namun tidak mau berhenti bahkan melaju terus sampai gerbang tol Pondok Ranji KM.04 tol W2S wilayah BSD. 

Kemudian di berhentikan oleh petugas PJR yang sedang patroli dan di amankan di kantor Induk PJR BSD Korlantas Polri .

Larangan tersebut bukan tanpa alasan.Dari sisi keselamatan, terdapat sejumlah risiko tinggi apabila sepeda motor atau roda dua bercampur dengan kendaraan roda empat di jalan tol. 

Salah satunya adalah hempasan angin (crosswind) pada ruas tol yang terbuka, hembusan angin samping cenderung lebih kuat.
Kondisi ini semakin berbahaya ketika sepeda motor melintas berdekatan dengan bus atau truk besar karena dapat menimbulkan efek hisapan udara maupun dorongan angin yang membuat kendaraan roda dua kehilangan keseimbangan.

Selain itu, terdapat kesenjangan kecepatan (speed gap). Kendaraan di jalan tol umumnya melaju dengan kecepatan antara 60 hingga 100 kilometer perjam. 

Perbedaan kecepatan yang signifikan antara sepeda motor dan kendaraan lain meningkatkan risiko tabrakan, terutama ketika terjadi pengereman mendadak atau perpindahan lajur.

Risiko lainnya adalah minimnya perlindungan bagi pengendara motor. 

Berbeda dengan mobil atau roda empat yang memiliki kabin sebagai pelindung, pengendara sepeda motor menjadi titik benturan pertama apabila terjadi senggolan atau kecelakaan. 

Bahkan insiden kecil di jalan tol dapat berakibat fatal bagi pengendara roda dua.

Petugas PJR induk BSD Korlantas Polri mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku dan tidak memaksakan diri memasuki jalan tol menggunakan sepeda motor apabila tidak tersedia jalur khusus.
Kepatuhan terhadap aturan tersebut merupakan wujud kesadaran berlalu lintas sekaligus upaya melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.