View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Selasa, 17 Februari 2026

Jalur Hijau Cilincing Disalahgunakan Usaha Pemotongan Mobil, FWJ Indonesia DPD Jakarta Desak Satpol PP Bertindak

JAKARTA UTARA-Lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau jalur hijau milik Pemprov DKI Jakarta di bawah kolong Jembatan Lestari yang berlokasi di Jalan Sungai Landak Kelurahan Cilincing dijadikan tempat usaha pemotongan mobil bekas secara ilegal. 

Aktivitas tersebut tidak hanya menciptakan kesan kumuh, tetapi juga dianggap melanggar peraturan daerah, dengan tuduhan kurang tegasnya penegakan oleh Satpol PP Kecamatan Cilincing.
 
Kasatpol PP Kecamatan Cilincing, Roslely Tambunan, dan jajarannya dituding tidak becus dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Usaha pemotongan dan perbaikan mobil bekas tersebut sudah beroperasi lama dan terkesan dibiarkan, meskipun lahan yang digunakan jelas merupakan bagian dari RTH publik, menyoal adanya dugaan kuat komunikasi antara pemilik usaha dengan oknum Satpol PP terkait.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Rosid dalam keterangan pers nya di Jakarta, Selass (17/2/2026) mendesak Pemerintah Administrasi Kota Jakarta Utara untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Menurutnya, pemanfaatan jalur hijau harus sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 05/PRT/M/2008, yang menyatakan bahwa jalur hijau merupakan ruang untuk penempatan tanaman dan elemen pendukung lainnya di wilayah jalan.
 
"Tidak boleh beralih fungsi menjadi lahan pendirian bangunan maupun kegiatan usaha, seperti yang terjadi pada lahan jalur hijau Jalan Kali Drain di Cilincing. "Tandas Rosid.
 
Jika tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang, kata dia, maka kinerja Kasatpol PP Kecamatan Cilincing patut dipertanyakan. Lahan jalur hijau seharusnya difungsikan untuk tanaman hijau dan ruang terbuka publik, bukan untuk kepentingan pribadi.
 
Larangan alih fungsi RTH dan jalur hijau juga tertuang dalam Perda DKI Nomor 8 Tahun 2007, khususnya pada Pasal 12 yang melarang pergantian atau alih fungsi RTH serta Pasal 20 dan 36 yang melarang pembangunan bangunan apapun dengan sanksi tegas bagi pelanggar. Selain itu, Penjelasan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau juga menyatakan bahwa lahan tersebut harus digunakan untuk kepentingan umum.

"Dugaan pelaku pengusaha pemotongan mobil bekas kami katakan milik warga sipil dan disinyalir adanya backupan istri dari salah satu Kapolsek. "Pungkasnya.[]

_Sumber: DPD FWJI_

Pastikan Malam Imlek Aman, Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Sejumlah Klenteng di Palembang

Palembang – Dalam rangka memastikan perayaan Tahun Baru Imlek berjalan aman dan tertib, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho didampingi Wakapolda, Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel dan Kapolrestabes Palembang meninjau langsung pelaksanaan pengamanan di sejumlah klenteng di Kota Palembang, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polda Sumsel dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan malam Imlek.

Peninjauan pertama dilakukan di Klenteng Gie Hap Bio, Jalan Wahidin No. 7, Kelurahan Talang Semut, Palembang. Setibanya di lokasi, Kapolda dan rombongan disambut oleh pengurus klenteng, kemudian melakukan pengecekan menyeluruh di area sekitar tempat ibadah guna memastikan kesiapan personel, pola pengamanan, serta situasi kamtibmas dalam kondisi aman dan terkendali.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para petugas, Kapolda Sumsel menyerahkan bingkisan kepada lima perwakilan yang terdiri dari tiga personel pengamanan internal klenteng, satu Bhabinkamtibmas, dan satu Babinsa yang turut terlibat dalam pengamanan.

Selanjutnya, peninjauan dilaksanakan di Klenteng Tri Dharma, Jalan Perikanan, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Di lokasi ini, Kapolda kembali melakukan pengecekan kesiapan pengamanan serta berinteraksi dengan para petugas dan pengurus klenteng guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan lancar.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk pengawasan langsung pimpinan terhadap kesiapan pengamanan.

“Hari ini Bapak Kapolda Sumatera Selatan bersama para Pejabat Utama dan Kapolrestabes Palembang melaksanakan kunjungan ke sejumlah klenteng guna memastikan pengamanan perayaan Imlek berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengamanan melibatkan berbagai unsur guna menjamin stabilitas keamanan selama perayaan berlangsung.
“Pengamanan melibatkan personel Polda Sumatera Selatan, Polrestabes Palembang, unsur TNI, pengurus klenteng, serta elemen masyarakat yang turut membantu secara sukarela.”

Melalui peninjauan ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama perayaan hari besar keagamaan, sehingga seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhidmatan.

Satgas Kuala TNI-Jhonlin Bergerak Cepat, Atasi Sedimentasi Muara Kuala Penaga

(Puspen TNI) Satgas Kuala TNI–Jhonlin terus menunjukkan kinerja nyata dalam penanganan sedimentasi di Muara Kuala Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang. Progres pengerukan yang dilaksanakan secara bertahap memperlihatkan hasil signifikan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana sekaligus langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah potensi banjir berulang di wilayah tersebut.

Pengerukan sedimentasi di kawasan muara dinilai strategis karena berperan langsung dalam meningkatkan kapasitas tampung air di bagian hilir. Dengan berkurangnya endapan lumpur, aliran air dari hulu menuju laut menjadi lebih lancar, sehingga risiko luapan akibat pendangkalan muara yang selama ini kerap memicu genangan di kawasan permukiman dapat ditekan secara signifikan.

Komandan Satgas (Dansatgas) Kuala TNI-Jhonlin Kolonel (Mar) Firman Gunawan menjelaskan bahwa pengerukan sedimentasi difokuskan pada upaya pemulihan fungsi utama sungai agar mampu mengalirkan air secara optimal. “Target kita adalah memulihkan fungsi sungai agar lebih dalam dan lebar. Dengan begitu, aliran air akan kembali lancar dan daya tampung sungai meningkat signifikan saat curah hujan tinggi,” ujarnya di Aceh Tamiang, Selasa 17 Februari 2026.

Dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Satgas mengerahkan berbagai alat berat di lokasi Muara Kuala Penaga Lama, di antaranya excavator long arm dan standar berbagai tipe, tugboat, kapal tongkang, hingga dredger. Sementara itu, sejumlah alat berat tambahan disiagakan di garasi Tanjung Binjai sebagai cadangan operasional, guna memastikan pengerjaan berjalan efektif dan berkesinambungan.

Selain memperkuat perlindungan wilayah dari ancaman banjir, normalisasi muara juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Alur pelayaran yang lebih dalam dan terjaga memudahkan kapal keluar masuk tanpa harus menunggu pasang tinggi atau khawatir kandas. Akses yang semakin lancar tersebut berdampak pada efisiensi waktu dan biaya operasional, sehingga produktivitas nelayan meningkat dan kesejahteraan masyarakat pesisir pun semakin terangkat.

#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045

Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Jakarta Light Festival Edisi Imlek 2026, Polisi Jaga Keamanan Kawasan Bundaran HI Thamrin

Jakarta Pusat - Polsek Metro Menteng melaksanakan pengamanan kegiatan instalasi cahaya dan musik Jakarta Light Festival Edisi Imlek 2026 yang digelar di kawasan Bundaran HI dan sepanjang Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 13 hingga 17 Februari 2026, sebagai bagian dari rangkaian perayaan menyambut Tahun Baru Imlek 2026. Selasa (17/2/2026).

Festival cahaya ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta dengan menampilkan berbagai instalasi cahaya tematik bernuansa Imlek yang dipadukan dengan pertunjukan musik. Kehadiran festival ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata ibu kota sekaligus memberikan ruang hiburan yang aman dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke pusat Jakarta.

Dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Thamrin IPTU Aang Suryana. Pengamanan juga melibatkan IPDA Faisal Ali Akbar, AIPTU Jaka Widada, AIPTU M. Sudargo, serta Kasi Humas Menteng AIPTU Himawan. Personel Polsek Metro Menteng disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk area instalasi, jalur pedestrian, serta simpul-simpul lalu lintas di sekitar Bundaran HI dan Jalan MH Thamrin.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung menyampaikan bahwa pengamanan Jakarta Light Festival Imlek 2026 dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan langkah preventif, humanis, dan profesional. Seluruh personel diinstruksikan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas agar kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan bahwa jajarannya terus memperkuat koordinasi dengan panitia penyelenggara dan instansi terkait. Ia juga mengimbau masyarakat yang hadir agar mematuhi aturan, menjaga ketertiban, dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi terciptanya suasana perayaan Imlek yang kondusif.

Dengan pengamanan yang optimal serta sinergi seluruh pihak, Jakarta Light Festival Edisi Imlek 2026 diharapkan dapat berlangsung sukses, aman, dan menjadi salah satu ikon perayaan Imlek yang membanggakan di ibu kota.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Pastikan Malam Imlek Aman, Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Sejumlah Klenteng di Palembang

Palembang – Dalam rangka memastikan perayaan Tahun Baru Imlek berjalan aman dan tertib, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho didampingi Wakapolda, Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel dan Kapolrestabes Palembang meninjau langsung pelaksanaan pengamanan di sejumlah klenteng di Kota Palembang, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polda Sumsel dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan malam Imlek.

Peninjauan pertama dilakukan di Klenteng Gie Hap Bio, Jalan Wahidin No. 7, Kelurahan Talang Semut, Palembang. Setibanya di lokasi, Kapolda dan rombongan disambut oleh pengurus klenteng, kemudian melakukan pengecekan menyeluruh di area sekitar tempat ibadah guna memastikan kesiapan personel, pola pengamanan, serta situasi kamtibmas dalam kondisi aman dan terkendali.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para petugas, Kapolda Sumsel menyerahkan bingkisan kepada lima perwakilan yang terdiri dari tiga personel pengamanan internal klenteng, satu Bhabinkamtibmas, dan satu Babinsa yang turut terlibat dalam pengamanan.

Selanjutnya, peninjauan dilaksanakan di Klenteng Tri Dharma, Jalan Perikanan, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Di lokasi ini, Kapolda kembali melakukan pengecekan kesiapan pengamanan serta berinteraksi dengan para petugas dan pengurus klenteng guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan lancar.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk pengawasan langsung pimpinan terhadap kesiapan pengamanan.

“Hari ini Bapak Kapolda Sumatera Selatan bersama para Pejabat Utama dan Kapolrestabes Palembang melaksanakan kunjungan ke sejumlah klenteng guna memastikan pengamanan perayaan Imlek berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengamanan melibatkan berbagai unsur guna menjamin stabilitas keamanan selama perayaan berlangsung.
“Pengamanan melibatkan personel Polda Sumatera Selatan, Polrestabes Palembang, unsur TNI, pengurus klenteng, serta elemen masyarakat yang turut membantu secara sukarela.”

Melalui peninjauan ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama perayaan hari besar keagamaan, sehingga seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhidmatan.

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Laksanakan Kegiatan Trauma Healing bagi Warga Terdampak Banjir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas), Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 melaksanakan kegiatan trauma healing bagi warga terdampak banjir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (17/02/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia, yang mengalami dampak emosional akibat bencana banjir. 

Melalui pendekatan humanis dan persuasif, Mahasiswa STIK menghadirkan berbagai aktivitas seperti permainan edukatif, motivasi, cerita inspiratif, serta sesi interaksi dan pendampingan psikososial.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan mengikuti kegiatan kelompok yang bertujuan untuk mengurangi rasa takut serta kecemasan pasca bencana. 

Sementara itu, bagi orang dewasa dan lansia, dilakukan dialog ringan untuk memberikan dukungan moral serta penguatan mental agar tetap optimis dalam menghadapi masa pemulihan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan berkoordinasi bersama perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat, sehingga kegiatan berjalan tertib dan menyentuh langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Melalui kegiatan trauma healing ini, diharapkan masyarakat Desa Buket Linteung dapat kembali bangkit, memiliki semangat baru, serta merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kepedulian kemanusiaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata nilai-nilai Polri Presisi yang responsif, humanis, dan berorientasi pada pemulihan sosial masyarakat pasca bencana.

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Salurkan Bantuan Sosial di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara

Sebagai lanjutan rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas), Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial (Baksos) kepada warga terdampak banjir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (17/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Mahasiswa STIK terhadap masyarakat yang masih merasakan dampak bencana banjir di wilayah Kecamatan Langkahan. 

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, kebutuhan pokok harian, air bersih, serta perlengkapan dasar yang dibutuhkan warga dalam masa pemulihan pasca banjir.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat terdampak dengan tetap mengedepankan prinsip tertib, transparan, dan tepat sasaran. 

Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa STIK berkoordinasi dengan aparatur Desa Buket Linteung serta relawan setempat guna memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan, terutama lansia, anak-anak, serta keluarga yang terdampak paling parah.

Selain penyerahan bantuan, Mahasiswa STIK juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan secara langsung kondisi dan kebutuhan yang masih diperlukan di lapangan. 

Pendekatan ini menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai Polri yang humanis dan responsif, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Desa Buket Linteung serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana. 

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Mahasiswa STIK Angkatan 83 dalam mengimplementasikan semangat Polri Presisi yang berorientasi pada pelayanan dan kemanusiaan.