Tangerang Kota-Tria Patrianti, M.I.Kom., beserta seluruh jajaran dan para penguji: Yang saya hormati Dekan FISIP UMJ, Ibu Prof. Evi Satisvi, "saya hormati jajaran pengurus Media Yang Independen Online Indonesia.
Alhamdulillah, pada kesempatan ini hadir Dewan Pembina, Bapak Taufig Rahman, S.H., S.Sos., dan Bapak Dr. Anto Suroto, Ketua Divisi Antar Lembaga Bapak Ahmad Fhatul Ghoni, serta Dewan Komisi Etik Bapak Dr. Pitra Romadoni Nasution, S.H., M.H., yang juga turut mengikuti UKW sebagai peserta.
Dan tentu saja yang saya hormati dan saya banggakan, seluruh peserta Uji Kompetensi Wartawan Angkatan ke-20.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat hadir bersama dalam keadaan sehat untuk mengikuti rangkaian Uji Kompetensi Wartawan Angkatan ke-20.
Atas nama MIO Indonesia,"saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UKW UMJ, khususnya Ibu Dr. Tria Patrianti beserta seluruh jajaran, atas kerja sama dan kepercayaan yang diberikan kepada MIO Indonesia dalam penyelenggaraan UKNW ini. Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar agenda organisasi.
UKW merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas, profesionalitas, kompetensi, dan integritas wartawan Indonesia.
Hadirin yang saya hormati, Kepada seluruh peserta, "saya menyampaikan apresiasi atas kemauan dan keberanian Saudara untuk mengikuti proses uji kompetensi ini. Menjadi wartawan bukan hanya tentang kemampuan
menulis berita, mencari informasi, atau mengejar kecepatan publikasi. Menjadi wartawan adalah tentang tanggung jawab kepada publik, tanggung jawab terhadap kebenaran, dan tanggung jawab terhadap profesi.
Karena itu, UKW jangan hanya dipandang sebagai kewajiban administratif atau sekadar mengejar sertifikat kompetensi. Jadikan UKW sebagai momentum untuk mengukur kemampuan diri. Sejauh mana kita memahami kode etik?.
Sejauh mana kita mampu melakukan verifikasi? Sejauh mana kita mampu membedakan fakta, opini dan informasi yang belum teruji?.
Dan sejauh mana karya jurnalistik kita benar-benar memberikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat? Itulah sesungguhnya makna kompetensi seorang wartawan.
Hadirin yang saya banggakan, Kita sckarang berada dalam era perubahan teknologi yang sangat cepat. Informasi dapat menyebar hanya dalam hitungan detik. Media sosial, berbagai platform digital, mesin pencari, hingga kecerdasan buatan telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Dalam situasi seperti ini, kecepatan memang penting, tetapi akurasi jauh lebih penting.
Hari ini hampir setiap orang dapat membuat dan menyebarkan informasi. Namun, tidak semua orang secara mampu menjalankan kerja jurnalistik profesional.
Di sinilah posisi strategis wartawan mampu memeriksa, menguji,
Wartawan harus melakukan konfirmasi, mengolah, dan menyajikan informasi secara bertanggung jawab. Teknologi boleh berubah.
Platform boleh berganti Algoritma boleh berkembang. Tetapi integritas wartawan tidak boleh ikut berubah. Kita boleh memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi digital untuk membantu pekerjaan jurnalistik.
Namun, teknologi tidak boleh menggantikan tanggung jawab moral wartawan untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikam kepada publik.
Sebab pada akhirnya, kehormatan sebuah karya jurnalistik bukan ditentukan oleh seberapa cepat berita itu dipublikasikan, tetapi olch seberapa dapat dipercaya berita tersebut.
Saudara-saudara peserta UKW Angkatan ke-20 yang saya banggakan saya ingin menitipkan beberapa pesan. Jadilah wartawan yang kompeten, bukan sekadar memiliki sertifikat kompetensi.
Jadilah wartawan yang kritis, tetapi tetap beretika. Jadilah wartawan yang berani mengungkap kebenaran, tetapi - tetap menjunjung prinsip keberimbangan dan keadilan.
Dan jadilah wartawan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan integritas.
Ingat, ketika kita menjalankan tugas jurnalistik, yang kita pertaruhkan bukan hanya nama pribadi dan nama perusahaan media. Kita juga membawa nama besar profesi wartawan.
Karena itu, jagalah profesi ini dengan karya, dengan etika, dan dengan integritas.
Saya berharap UKW Angkatan ke-20 ini menjadi ruang untuk belajar, mengevaluasi diri, sekaligus memperkuat kapasitas para wartawan MIO Indonesia dalam menjalankan tugas di lapangan.
Kepada UKW UMJ dan seluruh penguji, sekali lagi kami menyampaikan terima kasih atas sinergi dan komitmen yang telah diberikan.
Semoga kerja sama antara UKW UMJ dan MIO Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pers dan profesionalitas wartawan Indonesia.
Akhirnya, kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan Angkatan ke-20.
Ikuti prosesnya dengan sungguh-sungguh jadikan kompetensi sebagai fondasi.
Jadikan etika sebagai pedoman
dan jadikan integritas sebagai marwah profesi.
Karena teknologi dapat membantu kita menjadi wartawan yang lebih cepat, tetapi hanya integritas yang membuat kita tetap dipercaya.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Uji
kompetensi wartawan angkatan ke-20 melalui kerja sama UKW UMJ dan MIO Indonesia, marilah kita dukung bersama sebagai bagian dari upaya membangun wartawan Indonesia yang semakin kompeten, profesional, dan berintegritas.
