Minggu, 27 September 2026

GPA RIAU SIAP BERSAMA 1000 PERWIRA UNTUK EDUKASI KARHUTLA: PEMUDA HARUS JADI GARDA DEPAN JAGA LANGIT RIAU

PEKANBARU - Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Provinsi Riau menyatakan siap bersinergi dan mengawal penuh program Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan 1.000 perwira TNI untuk edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah khususnya di Provinsi Riau.

Program tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menggelar diskusi pengelolaan lahan gambut di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9) lalu. Presiden menegaskan akan menurunkan 1.000 perwira dengan pangkat Mayor, Letkol hingga Kolonel ke kabupaten-kabupaten rawan karhutla untuk memberi edukasi langsung kepada masyarakat.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah Riau Riduan Dalimunthe, SHI,. MH menyambut baik langkah Presiden tersebut dan menilai ini adalah langkah tepat, humanis dan solutif.

"Kami dari GPA Riau sangat mendukung dan siap bersama-sama 1.000 perwira bentukan Presiden. Ini bukan lagi pendekatan represif, tapi edukatif. Sesuai dengan semangat Al Washliyah: Dakwah bil hal, mengajak dengan kasih sayang," ujar Ketua PW GPA Riau di Pekanbaru, Minggu 27/09/2026.

GPA Riau menilai, karhutla di Riau tidak bisa diselesaikan hanya dengan pemadaman. Akar masalahnya adalah edukasi dan kesejahteraan.

Sebagai bentuk kesiapan, PW GPA Riau menyiapkan tiga langkah konkret:

*1. Gerakan 1 Masjid 1 Relawan Karhutla:* Mengaktifkan kader GPA di kabupaten/kota khusus daerah gambut dan yg berpotensi untuk sosialisasi bahaya karhutla di setiap pengajian dan khutbah Jumat.

*2. Pendampingan Petani:* Bersama perwira TNI yang ditugaskan di Riau, GPA akan turun ke lahan-lahan gambut seperti di Pelalawan, Siak, Inhil dan Bengkalis untuk edukasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB).

*3. GPA Riau mengajak seluruh organisasi kepemudaan (OKP) lintas iman dan ormas Islam lainnya di Riau untuk bergotong-royong menjaga Bumi Lancang Kuning dari ancaman asap.

Riau Bebas Asap, Riau Sehat, Riau Bermartabat.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.