BEKASI – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Polres Metro Bekasi Kota melakukan langkah proaktif melalui pendekatan humanis. Salah satunya dengan menggelar Bakti Kesehatan (Baktikes) berupa pelayanan kesehatan gratis bagi para peserta Rapat Koordinasi May Day dari DPD LEM KSPSI Jawa Barat di Islamic Center Kota Bekasi, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB ini menjadi bagian dari strategi cooling system Polri guna menjalin komunikasi yang harmonis dengan elemen buruh. Dalam layanan tersebut, tim medis Polres Metro Bekasi Kota memberikan berbagai pengecekan kesehatan rutin, mulai dari cek tensi, gula darah, hingga kolesterol secara cuma-cuma.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro S.H S.I.K M.H melalui Kasat Intelkam Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Rusit Malaka, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang sejuk dan persuasif menjelang aksi buruh pada 1 Mei mendatang. Selain pemeriksaan fisik, para buruh juga diberikan vitamin, obat-obatan, serta edukasi kesehatan ringan untuk menjaga kebugaran mereka selama menjalankan aktivitas organisasi.
“Ini adalah langkah strategis kami untuk menyapa rekan-rekan buruh dengan cara yang berbeda. Kami ingin memastikan bahwa kepolisian hadir sebagai mitra yang peduli terhadap kesejahteraan dan kesehatan para pekerja di Kota Bekasi,” ujar Kompol Rusit Malaka dalam laporannya.
Sinergi antara Polri dan elemen buruh di lokasi terlihat sangat positif. Para peserta Rakor menyambut baik layanan kesehatan ini karena dinilai sangat membantu memantau kondisi fisik di tengah kesibukan koordinasi menjelang May Day. Dengan adanya pendekatan yang humanis dan persuasif ini, diharapkan peringatan Hari Buruh di wilayah Kota Bekasi dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian.
Hingga kegiatan berakhir, seluruh rangkaian pelayanan medis berjalan lancar dengan situasi yang terpantau aman dan terkendali. Langkah ini kembali membuktikan komitmen Polres Metro Bekasi Kota dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui dialog dan layanan nyata di tengah masyarakat.
