Jakarta-Ormas Jaga Jakarta Bersama Polri Tegas Menolak Anarkisme Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) di wilayah DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat bersama jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Rabu(25/02/26).
Deklarasi tersebut menegaskan penolakan terhadap segala bentuk tindakan anarkisme yang dapat mengganggu stabilitas dan persatuan bangsa.
Dalam pernyataannya, para perwakilan Ormas menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara, namun harus disampaikan secara damai, tertib, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
Polri menyambut baik komitmen tersebut dan mengapresiasi langkah Ormas yang turut berperan aktif dalam menjaga kondusifitas wilayah.
Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan Jakarta yang aman, damai, dan sejuk.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini serta tercipta suasana yang harmonis di tengah masyarakat.
Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) mendeklarasikan sikap tegas menolak segala bentuk tindakan anarkisme yang dinilai dapat mengganggu stabilitas keamanan, ketertiban umum, serta persatuan dan kesatuan bangsa.
Deklarasi tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan dalam menciptakan ruang demokrasi yang sehat, damai, dan beradab.
Dalam pernyataannya, perwakilan ormas menegaskan bahwa penyampaian aspirasi di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun demikian, penyampaian pendapat harus dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku dan tidak disertai tindakan kekerasan, perusakan fasilitas umum, maupun provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.
Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk:
Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan golongan.
Mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan.Tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya.
Mendukung aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Deklarasi ini diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa stabilitas nasional merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa.
Dengan mengedepankan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan supremasi hukum, diharapkan situasi tetap aman, damai, dan kondusif demi keberlangsungan pembangunan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
