Jakarta - Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menegaskan komitmen dalam agenda nasional pemberantasan narkoba setelah bertemu langsung dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, di Kantor BNN, Senin (12/01/2026).
Ketua Umum PP KMHDI Wayan Darmawan mengatakan KMHDI siap berdiri sebagai mitra strategis negara dalam memutus rantai peredaran narkotika di Indonesia. Ia menegaskan mahasiswa memiliki peran penting dalam menjangkau generasi muda dan masyarakat secara langsung.
Menurut Darmawan, KMHDI sebagai organisasi, memiliki jaringan kader dan mahasiswa yang tersebar di pelbagai daerah dan aktif dalam pendidikan, pengabdian masyarakat, serta gerakan sosial. Jaringan tersebut siap digerakkan untuk memperkuat P4GN dan ANANDA di tingkat kampus dan komunitas.
“KMHDI siap berkolaborasi dan mengambil peran nyata. Gerakan melawan narkoba harus dibangun bersama, melibatkan mahasiswa, keluarga, dan masyarakat luas. Ini adalah tanggung jawab kebangsaan yang harus kita jalani bersama,” ujar I Wayan Darmawan.
Darmawan pun menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat terealisasi dalam kerja nyata yang berkelanjutan.
“Pemberantasan narkoba membutuhkan konsistensi dan keterlibatan semua pihak. Ketika mahasiswa dan negara berjalan bersama, upaya melindungi generasi muda akan semakin kuat,” tandas Darmawan.
Dalam pertemuan tersebut, Komjen Pol. Suyudi menyebutkan sekitar 4,1 juta orang telah teridentifikasi sebagai pengguna narkotika di Indonesia. Menurutnya, angka tersebut menjadi dasar kuat untuk mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kerja sama dalam memerangi peredaran narkotika di Indonesia.
“Data ini menunjukkan bahwa persoalan narkotika tidak bisa dihadapi secara parsial. Kita perlu saling merangkul dan bahu-membahu guna mewujudkan efektivitas pemberantasan narkotika,” ujar Suyudi.
Ia menegaskan bahwa narkotika adalah masalah yang menyentuh langsung masa depan generasi muda, sehingga sangat dibutuhkan keterlibatan aktif keluarga, komunitas, dan organisasi kepemudaan maupun keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut Suyudi juga memaparkan langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan oleh badan yang dipimpinnya sejak Agustus 2025 lalu. Ia menyebutkan selain pencegahan yang terus digaungkan, penindakan lewat operasi dan penangkapan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika juga tetap menjadi bagian penting dari strategi nasional.
“Penindakan tetap kami lakukan secara konsisten. Namun, kekuatan terbesar justru ada pada keterlibatan masyarakat melalui P4GN, Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika,” jelasnya.
