Selasa, 25 Agustus 2026

Restoran Aroma Makassar, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar di Jagakarsa


JAKARTA SELATAN — Bagi pencinta kuliner Nusantara, khususnya masakan Sulawesi Selatan, Restoran Aroma Makassar di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan.Selasa(25/08/26).
Makanan yang merupakan ciri khas bagi Bugis Makassar yang berada di wilayah jakarta selatan khususnya tidak usah ke jakarta Utara dan sekitarnya tetapi ke wilayah jakarta selatan khususnya di Jagakarsa.


Restoran Aroma Makassar ini bagi pencipta kuliner makanan Bugis Makassar menjadi salah satu pilihan untuk menikmati cita rasa khas Bugis Makassar.

Hidangan khas Bugis Makassar dikenal memiliki karakter bumbu yang kuat, gurih, kaya rempah, serta beragam olahan ikan dan daging. Sejumlah kuliner Makassar yang populer di Jakarta antara lain coto Makassar, Pisang epek,Es Pisang Ijo,Panada, Jalan Kote dan menu terbaru mie kering ciri khas Makassar atau di kenal mie Titi atau mie Anto .

Dan menu ikan bakar hingga berbagai makanan tradisional lainnya.

Keberadaan kuliner khas Sulawesi Selatan di kawasan Jagakarsa turut memperkaya pilihan makanan bagi masyarakat Jakarta Selatan.

Selain menghadirkan cita rasa daerah asal, kuliner Bugis Makassar juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi kuliner Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas.

Restoran Aroma Makassar dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan dengan nuansa khas Bugis Makassar tanpa harus bepergian jauh ke Sulawesi Selatan.

Catatan: informasi daring yang tersedia saat ini belum cukup untuk memastikan alamat dan daftar menu lengkap Restoran Aroma Makassar di Jagakarsa, sehingga detail tersebut sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pihak restoran  0811-9129-961Andi Faridah Tarlang(Bugis Soppeng).

Peringatan Satu Tahun Meninggalnya Affan : Mari kita jadikan momentum untuk saling mengingatkan dampak anarkisme.

Jakarta -Dalam rangka memperingati satu tahun meninggalnya Affan, masyarakat diimbau untuk menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mengenang, mendoakan, serta menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai, tertib, dan bermartabat.

Peringatan satu tahun kepergian Affan hendaknya tidak diwarnai tindakan anarkis, kekerasan, perusakan fasilitas umum, maupun tindakan lain yang dapat merugikan masyarakat.

Setiap bentuk penyampaian pendapat merupakan hak yang harus dihormati, namun pelaksanaannya perlu tetap memperhatikan ketertiban umum, keselamatan bersama, serta ketentuan hukum yang berlaku, hal tersebut disampaikan oleh Sdr. Fadli kepada media di Jakarta. Rabu, 26 Agustus 2026.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya peserta kegiatan peringatan, untuk menjaga suasana tetap kondusif" ucap Fadli.

"Hindari provokasi, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta tindakan yang dapat memicu konflik. Perbedaan pandangan hendaknya disikapi dengan kedewasaan, dialog, dan saling menghormati" lanjut Fadli.

Kepada para tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pihak yang terlibat, kami berharap dapat berperan aktif mengedepankan pesan perdamaian dan mencegah terjadinya tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Peringatan satu tahun meninggalnya Affan sepatutnya menjadi momentum refleksi bersama. Mari kita mengenang Affan dengan cara yang bermartabat, menjaga persaudaraan, serta memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan, menghormati sesama, dan tidak mudah terprovokasi. 

Mari sampaikan kepedulian dan aspirasi dengan damai, tanpa kekerasan dan tanpa tindakan anarkis" tutup fadli.
Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan semangat persatuan, peringatan ini diharapkan dapat berlangsung secara khidmat, aman, dan damai.


Mengenal Aipda Jonni Rahmad, Polisi di Aceh yang Bangun Empat Rumah untuk Fakir Miskin

Banda Aceh — Menjadi polisi bagi Aipda Jonni Rahmad bukan sekadar mengenakan seragam dan menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, pengabdian berarti hadir ketika masyarakat membutuhkan, berbagi ketika memiliki, serta membantu tanpa harus diminta.

Prinsip sederhana itulah yang secara konsisten Aipda Jonni wujudkan melalui berbagai aksi sosial. Di tengah masyarakat, ia dikenal sebagai sosok polisi yang peduli, dekat dengan warga, dan selalu berupaya hadir untuk meringankan beban mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Saat ini, polisi kelahiran 15 Maret 1986 itu bertugas sebagai Ps. Kasium Polsek Panteraja, Polres Pidie Jaya, Polda Aceh. Sejak lulus Diktukba Polri pada 2005, ia telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada masyarakat dan Korps Bhayangkara.

Jonni diketahui juga telah mengikuti pendidikan dan pelatihan pengembangan di bidang penyegaran bendahara pengeluaran pada 2015. Atas dedikasi dan pengabdiannya di institusi Polri, ia juga memperoleh penghargaan berupa Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2013 serta Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2021.

Dedikasi yang ditunjukkan Jonni turut mendapat apresiasi dari sejumlah pimpinannya. Ia pernah menerima penghargaan dari Kapolres Pidie pada 2017, Kapolres Pidie Jaya pada 2020, serta Asisten SDM Polri dan Kapolda Aceh pada 2021. Penghargaan juga diterimanya dari Kepala SPN Polda Aceh pada 2022.

Namun, deretan penghargaan tersebut bukanlah alasan utama Jonni untuk terus berbuat. Baginya, ada penghargaan yang jauh lebih sederhana, tetapi memiliki makna mendalam, yakni melihat orang lain terbantu, anak-anak kembali tersenyum, serta keluarga yang kesulitan memiliki kehidupan yang lebih layak.

Salah satu bentuk kepeduliannya terlihat ketika banjir melanda sejumlah wilayah dan membuat banyak keluarga harus bertahan dalam keterbatasan pada akhir 2025 lalu. Jonni saat itu mendatangi anak-anak terdampak banjir dengan membawa Iqra dan Al-Qur'an. Ia ingin memastikan musibah tidak memutus semangat anak-anak untuk tetap belajar dan mengaji.

Kepeduliannya juga hadir setiap menjelang Idulfitri. Jonni menyisihkan sebagian rezekinya untuk membelikan pakaian lebaran bagi anak-anak yatim piatu. Ia juga pernah membantu seorang anak yang menderita kebocoran jantung hingga menjalani pengobatan ke Jakarta. Baginya, berbagi kebahagiaan tidak harus menunggu memiliki lebih. Sedikit yang diberikan dengan ketulusan, menurutnya, dapat berarti besar bagi mereka yang membutuhkan.

Namun, ada satu bentuk pengabdian Jonni yang mungkin tidak banyak dilakukan orang, yakni menyisihkan sebagian gajinya untuk membangun dan merehap rumah fakir miskin. Hingga kini, ia telah membangun empat rumah dan merehabilitasi tiga rumah milik keluarga yang membutuhkan.

Jonni tidak sedang mengejar pujian ataupun mencari sorotan. Ia hanya ingin membantu menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Rumah-rumah itu mungkin sederhana, tetapi bagi para penghuninya, bangunan tersebut menjadi tempat berlindung, menghadirkan rasa aman, sekaligus harapan.

Bagi Jonni, berbagai aksi sosial yang dilakukannya bukanlah untuk mencari popularitas atau pengakuan. Semua itu lahir dari keinginan tulus untuk membantu sesama, terutama mereka yang sedang membutuhkan. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari pengabdian yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata sebagai anggota Polri, yaitu dengan hadir, berbagi, dan memberikan manfaat tanpa mengharapkan imbalan.

“Semua yang saya lakukan bukan untuk mencari popularitas atau dikenal banyak orang. Ini murni karena keinginan untuk membantu sesama. Sebagai anggota Polri, saya merasa wajib untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika ada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Jonni, yang juga alumni SMK Negeri 2 Sigli itu, saat diwawancarai media ini, Selasa, 25 Agustus 2026.

Apa yang dilakukan Aipda Jonni Rahmad membuktikan bahwa pengabdian seorang polisi tidak berhenti ketika tugas kedinasan selesai. Selain menjaga keamanan, selalu ada ruang yang lebih luas untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan seragam cokelatnya, Jonni memilih hadir melalui tindakan-tindakan sederhana yang memberi dampak nyata untuk masyarakat. Sebab, baginya, menjadi polisi bukan hanya tentang menjaga masyarakat agar tetap aman, tetapi juga memastikan mereka yang sedang berada dalam kesulitan tidak merasa sendirian, apalagi dikesampingkan.

Tengah Malam, Tiga Pilar Menteng Bergerak Jaga Wilayah dari Gangguan Kamtibmas

Jakarta Pusat – Memasuki jam rawan malam hari, jajaran Polsek Metro Menteng bersama unsur Tiga Pilar kembali turun ke lapangan untuk memastikan keamanan wilayah tetap terjaga. Kegiatan diawali dengan Apel Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) “Jaga Jakarta Agar Aman dan Kondusif” di halaman Polsek Metro Menteng, Selasa (25/8/2026) malam.

Apel dipimpin Ipda Faisal Ali Akbar, didampingi Aiptu Dimas Heny Trinugroho selaku WaPadal Sebanyak 12 personel disiapkan, terdiri dari 10 personel Polsek Metro Menteng dan 2 personel Satpol PP Kecamatan.

Dalam arahannya, pimpinan apel menekankan agar seluruh personel tidak hanya berpatroli secara mobile, tetapi juga aktif mengamati situasi di lapangan dan mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan patroli malam merupakan bentuk kehadiran polisi untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah gangguan sebelum terjadi.

Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan aman. Patroli Cipkon dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini dan mengambil langkah pencegahan sebelum berkembang menjadi persoalan,” ujar Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan personelnya akan terus meningkatkan intensitas patroli, khususnya pada jam-jam yang dinilai rawan.

Kami tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif turun dan menyentuh langsung wilayah. Setiap potensi gangguan akan kami antisipasi. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungannya dan segera menghubungi Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan,” tegas AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Sinergi Polsek Metro Menteng dan Satpol PP tersebut menjadi bagian dari komitmen “Jaga Jakarta”, dengan mengedepankan pencegahan, kehadiran personel, serta kolaborasi bersama masyarakat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Tiga Pilar Menteng Bergerak hingga Tengah Malam, Titik Rawan dan Jalur Strategis Disisir

Jakarta Pusat – Menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan menunggu laporan. Jajaran Polsek Metro Menteng bersama unsur Tiga Pilar turun langsung menyisir sejumlah kawasan pada malam hingga dini hari melalui Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) “Jaga Jakarta Agar Aman dan Kondusif”, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kompol Iwan Gunawan,  didampingi Aiptu M. Sonny Azwar Paturussi, tersebut melibatkan 12 personel gabungan, terdiri dari 10 personel Polsek Metro Menteng dan 2 personel Satpol PP.

Bukan sekadar patroli melintas, personel melakukan kontrol langsung pada titik-titik yang memiliki potensi kerawanan, terutama kawasan perbatasan Menteng Tenggulun, Kehadiran petugas sekaligus dimanfaatkan untuk memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama mencegah tawuran, gesekan antarwarga, maupun kejahatan jalanan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan patroli malam merupakan bentuk kesiapsiagaan kepolisian dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan sebelum berkembang.

Kami terus menguatkan patroli preventif dengan menyentuh langsung titik-titik yang memiliki potensi kerawanan. Kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman sekaligus memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan patroli akan terus dilakukan secara dinamis dengan menyesuaikan situasi dan perkembangan Kamtibmas di lapangan.

Kami tidak hanya fokus pada satu titik. Patroli dilakukan secara mobile dan menyentuh kawasan permukiman, perbatasan wilayah serta lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan. Kami ingin memastikan wilayah Menteng tetap aman hingga dini hari,” tegas AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Ia juga mengajak masyarakat menjadi bagian dari sistem keamanan lingkungan dengan meningkatkan kepedulian dan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan Kamtibmas.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Tiga Pilar Menteng Sisir Perbatasan Kwitang–Kali Pasir, Cegah Tawuran dan Gangguan Kamtibmas

Jakarta Pusat – Jajaran Polsek Metro Menteng bersama unsur Tiga Pilar memperkuat patroli malam untuk mengantisipasi tawuran dan berbagai gangguan Kamtibmas di wilayah perbatasan Kwitang–Kali Pasir, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2026).

Patroli Cipta Kondisi dalam rangka “Jaga Jakarta Agar Aman dan Kondusif” tersebut dipimpin Kompol Iwan Gunawan, didampingi Aiptu M. Sonny Azwar Paturussi.

Personel melakukan penyisiran dan pemantauan situasi di sekitar perbatasan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya tawuran, gesekan antarwarga, kejahatan jalanan, maupun gangguan Kamtibmas lainnya. Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang ditemui agar turut menjaga keamanan lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu gangguan keamanan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa patroli Tiga Pilar merupakan bagian dari strategi pencegahan untuk menjaga wilayah tetap aman, khususnya pada jam rawan.

Kami memperkuat patroli bersama Tiga Pilar dengan menyentuh langsung titik-titik perbatasan dan lokasi yang memiliki potensi kerawanan. Tujuannya untuk mencegah tawuran dan gangguan Kamtibmas sejak dini serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan kawasan perbatasan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan patroli malam karena membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan.

Perbatasan Kwitang–Kali Pasir menjadi salah satu titik yang kami pantau secara rutin. Personel kami arahkan untuk aktif melakukan penyisiran dan memastikan tidak ada kelompok yang berpotensi melakukan tawuran atau tindakan yang mengganggu keamanan. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan,” tegas AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Maulid Nabi di Musholla Al Hidayah Menteng, Polisi Ajak Warga Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas

Jakarta Pusat – Suasana penuh kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar di Musholla Al Hidayah, Kantor Kelurahan Menteng, Jalan Anyer No. 9A, RT 01/RW 02, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2026) malam.

Kegiatan dihadiri sekitar 100 jamaah dan diselenggarakan oleh Ustadz Sabith selaku Ketua Musholla Al Hidayah Kelurahan Menteng. Peringatan Maulid menghadirkan Habib Salim Alatas sebagai penceramah dengan tema “Marilah Kita Meneladani Perangai Suri Tauladan Nabi Muhammad SAW.”

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Aiptu Roby turut hadir sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh agama serta warga.

Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat merupakan momentum positif untuk memperkuat persatuan sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi menjadi momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan. Kami mengajak masyarakat untuk terus meneladani nilai-nilai kebaikan, saling menghormati, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” ujar Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Kami terus mendorong Bhabinkamtibmas untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam kegiatan keagamaan. Selain mempererat silaturahmi, kehadiran polisi diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing,” tegas AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)