Rabu, 12 Agustus 2026

Sahroni Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin

Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah cepat dan tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut yang berhasil menggagalkan penyelundupan 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau. Ia mengatakan zat tersebut mengerikan bagi generasi muda.

"Apresiasi setinggi-tingginya bagi Kepala BNN, Polri, TNI dan bea cukai yang sudah bekerjasama dengan sangat baik dalam melakukan operasi penangkapan narkoba dengan jumlah yang luar biasa ini. Ini adalah bentuk kerjasama yang sangat baik dan kita harap akan terus dijalankan ke depannya demi mengurangi peredaran narkoba di masyarakat dan demi menyelamatkan masa depan generasi muda kita," kata Sahroni saat dihubungi, Selasa (11/8/2026).

Ia kemudian bicara zat ketamin yang ada di dalam vape. Dia menyebut zat tersebut berbahaya lantaran sulit dideteksi.
"Terkait vape yang mengandung narkoba, ini memang mengerikan karena sekarang obat-obatan terlarang sudah beragam jenis dan bentuknya. Karena itulah, dari awal saya mendorong agar vape ini dilarang total saja, demi anak-anak kita," ucap dia.

Bendum DPP NasDem ini pun mendorong BNN beserta penegak hukum untuk terus melakukan operasi seperti itu. Menurutnya, operasi semacam itu bisa mempersulit langkah para pihak mengedarkan ketamin.

"Terus lakukan operasi-operasi agar mereka-mereka sulit lagi untuk bertransaksi dan bisa mencegah lebih awal atas operasi-operasi yang dilakukan oleh aparat-aparat penegakan hukum," tutur dia.

"Pada umumnya narkotika pasti sulit dihilangkan, tapi minimal dengan upaya-upaya operasi bisa menurunkan peredaran terutama narkotika melalui vape ini, kalau vape bisa dilarang makin berkurang juga para mafia membuat narkotika itu beredar," lanjutnya.

Gerindra Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin: Bukan Perkara Kecil

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, mengapresiasi langkah cepat dan tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut yang berhasil menggagalkan penyelundupan 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau. Ia menilai pengungkapan tersebut merupakan prestasi penting dalam upaya negara melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkoba.

"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh langkah cepat BNN dalam pengungkapan penyelundupan hampir 1,3 ton ketamin. Ini bukan perkara kecil. Barang sebanyak itu menunjukkan adanya ancaman serius dari jaringan peredaran gelap yang harus kita lawan bersama," kata Bimantoro dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Kader dari Partai Gerindra ini menilai pengungkapan tersebut tidak boleh berhenti pada penangkapan para awak kapal atau pihak yang berada di lapangan. Ia mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas hingga ke akar jaringan, termasuk mengungkap siapa pengendali, pemodal, pemasok, penerima, hingga jaringan yang mengatur jalur distribusi barang tersebut.

"Jangan berhenti di pelaku lapangan. Bongkar sampai ke akar-akarnya. Siapa yang membiayai, siapa yang mengendalikan, dari mana barang ini berasal, siapa penerimanya, dan ke mana jaringan ini akan mendistribusikannya harus diungkap secara tuntas," tegasnya.

Menurut dia, jaringan narkoba dan penyelundupan zat psikotropika memiliki pola kerja yang terorganisasi dan memanfaatkan berbagai celah, termasuk jalur laut. Karena itu, penindakan harus diikuti dengan pemetaan dan pembongkaran jaringan secara menyeluruh.

"Kita harus memperketat pengawasan terhadap jaringan dan seluruh jalur yang berpotensi dimanfaatkan untuk penyelundupan. Jangan sampai keberhasilan hari ini hanya memutus satu pengiriman, sementara jaringan besarnya masih bebas bergerak dan mencari jalur baru," katanya.

Lebih lanjut, Bimantoro menyoroti modus penyalahgunaan ketamin yang makin beragam, termasuk kemungkinan dimodifikasi dan dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape. Menurut dia, perkembangan modus tersebut harus menjadi perhatian serius karena dapat menyasar generasi muda dengan cara yang lebih sulit terdeteksi.

"Modusnya terus berkembang. Karena itu, pengawasan juga harus berkembang. Negara tidak boleh kalah cepat dari para sindikat narkoba. Teknologi, intelijen, pengawasan perbatasan, dan koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat," ujar Bimantoro.

Bimantoro mengajak masyarakat, khususnya masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku industri kemaritiman, untuk ikut meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyelundupan narkoba dan zat psikotropika.

"Perang melawan narkoba bukan hanya tugas satu lembaga. Ini tugas bersama. Sinergitas aparat dan partisipasi masyarakat harus diperkuat agar Indonesia benar-benar terbebas dari ancaman narkoba," pungkas Bimantoro.

Sebelumnya, pengungkapan oleh tim gabungan ini berlangsung pada Jumat (7/8). Dalam operasi ini, petugas mengamankan delapan orang anak buah kapal (ABK) yang terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar, yaitu KH (29), MML (36), ML (55), PL (27), TA (51), ZO (38), serta MML (44).

Para pelaku menyembunyikan barang haram di dalam kompartemen tersembunyi dekat anjungan kapal. Petugas mengamankan 65 karung berisi 1.300 bungkus teh cina dengan berat total sekitar 1,3 ton. Hasil uji menggunakan alat Rigaku mengonfirmasi seluruh sampel positif mengandung ketamin.

BNN, Kemensos, Kemenkes, dan Kemenaker Teken MoU Penanganan Korban Napza

Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalin kerja sama dengan tiga Kementerian, yakni Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). 

Kerja sama interdepetensial ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai penanganan komprehensif bagi korban penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif Lainnya (Napza).

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bersama jajaran menteri dan perwakilan dari Kemensos, Kemenkes, serta Kemenaker di Kantor BNN RI, Jakarta.

Melalui sinergi ini, BNN dan ketiga kementerian bersepakat untuk mengintegrasikan layanan rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, hingga pelatihan vokasional serta pemberdayaan tenaga kerja bagi para mantan pecandu dan korban Napza.

Kepala BNN menegaskan bahwa penanganan korban penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya diselesaikan dari sisi penegakan hukum semata, tetapi memerlukan pendekatan kemanusiaan dari hulu ke hilir.

"Korban penyalahgunaan narkotika adalah orang sakit yang harus disembuhkan dan dipulihkan. Melalui kerja sama lintas kementerian ini, kita tidak hanya memulihkan kesehatan fisik dan mental mereka melalui Kemenkes dan Kemensos, tetapi juga memberikan kepastian masa depan dan keterampilan kerja melalui Kemenaker agar mereka tidak kembali terjerosok," ujarnya.

Dalam skema kerja sama tersebut, Kemenkes bertugas mengoptimalkan fasilitasi rehabilitasi medis di rumah sakit dan puskesmas, Kemensos berfokus pada pendampingan rehabilitasi sosial serta reintegrasi ke masyarakat, sedangkan Kemenaker memfasilitasi program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan bekal kemandirian ekonomi.

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kekambuhan (relapse) penyalahguna narkotika sekaligus mempercepat proses pengembalian mantan korban Napza menjadi sumber daya manusia yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Cegah Gangguan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Perkuat Pengawasan Nasdem Tower

Jakarta Pusat – Upaya pencegahan gangguan keamanan terus diperkuat jajaran Polsek Metro Menteng melalui kegiatan sambang kewilayahan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Gondangdia, Aiptu Kamidi, menyambangi Kantor Nasdem Tower, Jakarta Pusat, sekaligus melakukan koordinasi dengan petugas keamanan (security). Rabu (12/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Kamidi mengingatkan security agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak hanya mengandalkan pengamanan di satu titik. Patroli secara berkala di area gedung, lingkungan sekitar, serta area parkir perlu dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.

Petugas juga diminta memberikan perhatian terhadap aktivitas keluar-masuk gedung dengan melakukan pengawasan terhadap tamu maupun kendaraan. Langkah tersebut menjadi bagian dari deteksi dini untuk mencegah potensi tindak kriminalitas, termasuk pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menekankan pentingnya penguatan kegiatan preventif melalui sambang dan koordinasi dengan seluruh unsur pengamanan. Kehadiran polisi bersama petugas keamanan di lingkungan perkantoran diharapkan mampu mempersempit peluang terjadinya gangguan kamtibmas.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan bahwa kewaspadaan harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari. Security diharapkan aktif melakukan patroli, mengenali situasi di lingkungan sekitar, serta segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan aktivitas atau kondisi yang mencurigakan.

Kegiatan sambang ini sekaligus menjadi bentuk sinergi Polsek Metro Menteng dengan pihak keamanan gedung dalam menciptakan lingkungan perkantoran yang aman, tertib, dan kondusif bagi karyawan maupun masyarakat yang beraktivitas di Nasdem Tower.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Bhabinkamtibmas-FKDM Bergerak, Keamanan Lingkungan Gondangdia Diperkuat

Jakarta Pusat – Upaya menjaga keamanan lingkungan terus dilakukan jajaran Polsek Metro Menteng melalui patroli dialogis bersama unsur masyarakat. Bhabinkamtibmas Kelurahan Gondangdia, Aiptu Kamidi, bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) menyambangi kawasan Jalan R.P. Soeroso RT 02 RW 01, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Rabu (12/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas berdialog dengan security lingkungan sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas agar pengawasan wilayah semakin ditingkatkan. Security diminta rutin melakukan patroli, khususnya pada titik-titik yang dinilai rawan, serta memperhatikan aktivitas orang maupun kendaraan yang berada di lingkungan permukiman.

Aiptu Kamidi menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk pencurian dan berbagai tindak kejahatan lainnya. Petugas keamanan juga diimbau segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun kepolisian apabila menemukan situasi mencurigakan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa menjaga kamtibmas membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara kepolisian, FKDM, security, dan warga menjadi bagian penting dalam memperkuat pencegahan gangguan keamanan di tingkat lingkungan.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan jajaran Polsek Metro Menteng akan terus mengintensifkan patroli dan sambang dialogis. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat komunikasi, mempercepat penyampaian informasi, serta menciptakan wilayah Gondangdia yang aman, nyaman, dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Bhabinkamtibmas dan Warga Kebon Sirih Perkuat Kamtibmas Lewat Jaga Jakarta On The Spot

Jakarta Pusat - Polsek Metro Menteng kembali melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot untuk Indonesia bersama warga RW 06 Kebon Sirih di Jalan Wahid Hasyim, RW 06, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi langkah nyata kepolisian dalam memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif. Rabu (12/8/2026).

Kegiatan dihadiri Bhabinkamtibmas Kebon Sirih Aiptu Ujang Rusman bersama warga RW 06 Kebon Sirih. Dalam kesempatan tersebut, jajaran kepolisian berdialog langsung dengan warga, menyerap informasi terkait kondisi lingkungan, serta menyampaikan pesan kamtibmas agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keamanan di wilayahnya.

Warga juga diimbau memperkuat komunikasi antarlingkungan dan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan maupun potensi gangguan keamanan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai penting untuk mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, program Jaga Jakarta On The Spot merupakan sarana memperkuat kemitraan sekaligus memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Keamanan lingkungan membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat. Kami terus mendorong komunikasi serta sinergi dengan warga agar setiap potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini," ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

"Jaga Jakarta On The Spot menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan Polri dengan masyarakat. Dengan komunikasi, kepedulian, dan kebersamaan, keamanan lingkungan dapat terus dipelihara secara bersama-sama," ungkap Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Polsek Metro Menteng terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis dan responsif melalui Jaga Jakarta On The Spot untuk Indonesia.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Polres Bekasi Kota Menetapkan 26 Tersangka Pengedar Gelap di Sita

BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota mengungkap 99 kasus narkotika dan obat-obatan berbahaya sepanjang periode Juli hingga 12 Agustus 2026. Rabu(12/08/26).

Dari jumlah tersebut, 20 kasus di antaranya merupakan perkara peredaran obat keras berbahaya.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana menyampaikan pengungkapan tersebut saat konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Putu, peredaran obat keras berbahaya menjadi perhatian serius karena dinilai semakin masif dan meresahkan masyarakat. Jenis obat yang banyak disalahgunakan dan diedarkan secara ilegal antara lain tramadol, trihexyphenidyl, dan neximer.

Ini yang dari hasil kami dengan masyarakat menjadi perhatian khusus karena peredarannya masif dan meresahkan warga Kota Bekasi,” ujar Putu.

Dalam pengungkapan kasus peredaran obat-obatan tersebut, polisi menetapkan 26 tersangka. Sebanyak 35.117 butir obat disita, termasuk sejumlah kendaraan dan alat komunikasi yang digunakan dalam aktivitas peredaran gelap.

Polres Metro Bekasi Kota juga membuka peluang rehabilitasi bagi masyarakat yang mengalami ketergantungan, khususnya terhadap tramadol.

“Kami akan fasilitasi, kami akan berikan akses ke tempat-tempat rehabilitasi maupun pendampingan dari tim kesehatan,” kata Putu.

Tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Metro Bekasi Kota akan diberdayakan untuk memberikan pendampingan hingga penyalahguna mendapatkan layanan rehabilitasi.

Selain penindakan, polisi menggandeng komunitas masyarakat dan pemuda Bekasi untuk memperkuat kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui diskusi, forum group discussion (FGD), dan kegiatan komunitas.

Masyarakat yang memiliki informasi terkait peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya juga dapat memanfaatkan layanan kepolisian 110 untuk mendapatkan respons penanganan.