Tampilkan postingan dengan label mabesad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mabesad. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Maret 2025

Lepas Ribuan Pemudik, TNI AD Lestarikan Tradisi Mudik Bersama Mabesad


JAKARTA, tniad.mil.id – Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (Irjenad) Letjen TNI Erwin Djatniko, mewakili Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., melepas keberangkatan ribuan peserta Mudik Bersama di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Kamis (27/3/2025). Acara ini menjadi wujud dukungan TNI AD dalam melestarikan tradisi yang sangat bermanfaat bagi prajurit dan PNS Mabesad beserta keluarganya.

Program ini mengusung tema “Mudik Bersama Warga Mabesad Dalam Rangka Hari Raya Idul Fitri 1446 H” dan diikuti oleh 1.467 prajurit, PNS, beserta keluarganya. Untuk mendukung kelancaran perjalanan, Kasad telah menyiapkan 35 bus yang akan menempuh delapan rute utama, termasuk jalur Pantura, jalur selatan, jalur tengah, hingga rute menuju Lampung.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Irjenad, Kasad menegaskan bahwa tradisi mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan.

“Seperti yang disampaikan Bapak Kasad kemarin, ketika kita sering berbagi, _Insya Allah_ kebahagiaan itu juga yang akan selalu kita terima dalam hidup ini,” ujar Irjenad mengutip pesan Kasad.

Pelaksanaan Mudik Bersama ini berlangsung hingga 7 April 2025 dengan tujuan utama Semarang, Purworejo, Yogyakarta, Wonogiri, Malang, Surabaya, dan Lampung. Kasad berharap seluruh peserta mudik dapat tiba di tempatkan dalam perjalanan tujuan dengan aman dan selamat, serta mengingatkan agar selalu mengutamakan faktor keselamatan selama perjalanan. (Dispenad)

Selasa, 25 Maret 2025

Kasad : Kunci Jalani Kehidupan Adalah Banyak Bersyukur


JAKARTA, tniad.mil.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menekankan pentingnya bersyukur dalam menjalani kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Kasad kepada prajurit dan PNS Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Rabu (26/3/2025), dalam pesan-pesannya jelang pelaksanaan cuti bersama Idul Fitri 1446 H/2025.

Jenderal Maruli Simanjuntak menekankan kepada seluruh prajurit dan PNS agar pandai mengukur kemampuan diri, baik dari sisi finansial maupun kondisi fisik, sebelum menjalani cuti. Ia juga mengajak anggotanya untuk hidup sederhana, dan memanfaatkan peluang guna meningkatkan kesejahteraan melalui inovasi yang positif namun terukur.

“Hidup _dibikin simple_ saja _lah_. Syukuri apa yang kita punya, karena di luar sana masih banyak yang tidak seberuntung kita,” ujarnya seraya mengingatkan anggotanya untuk menabung demi masa depan keluarga.

Terkait pengamanan selama cuti Lebaran, Kasad mengingatkan agar masing-masing anggota melakukan langkah pengamanan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun di tempat tinggal dan kantor yang akan ditinggalkan selama mudik lebaran. Hal tersebut guna menghindari kemungkinan terjadinya hal yang tak diinginkan selama cuti bersama.

“Selamat melaksanakan cuti Lebaran. Hati-hati dalam perjalanan, dan sampaikan salam hormat saya kepada keluarga di kampung. Jaga kehormatan kita sebagai prajurit serta PNS TNI AD dengan senantiasa mengedepankan etika, sopan santun, dan disiplin dalam berinteraksi dengan masyarakat,” tandasnya. (Dispenad)

Minggu, 23 Maret 2025

Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III Berhasil Evakuasi Jenazah Guru Korban Pembunuhan OPM di Distrik Anggruk Kabupaten Yahukimo*


Yahukimo, tniad.mil.id – Tim Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III berhasil mengevakuasi jenazah guru yang menjadi korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu, 23/03/2025.

Korban sebanyak 7 orang, yang diketahui salah satunya bernama ibu Rosalina usia 30 tahun, ditemukan tewas dengan luka mengenaskan akibat kekerasan. Sementara itu 3 orang lainnya mengalami luka berat yaitu Bapak Vidi, Bapak Cosmas dan Ibu Tari dan 3 orang luka ringan yaitu Ibu Vanti, Ibu Paskalia dan Ibu Irmawati. Setelah sekolah tempatnya mengajar dibakar oleh kelompok tersebut pada Hari Jumat tanggal 21 Maret 2025 pukul 17.00 WIT.

Insiden ini menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat setempat, terutama tenaga pendidik dan siswa.

"Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat kondisi di Distrik Anggruk masih sangat rawan. Tim kami harus menghadapi medan berat dan potensi gangguan dari kelompok bersenjata. Namun, berkat koordinasi yang baik, jenazah korban berhasil dibawa ke Bandara Dekai Kab. Yahukimo untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujar Letkol Inf Gustiawan, Dansatgas Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III.

Selain mengevakuasi korban, aparat juga mendokumentasikan kerusakan akibat aksi pembakaran sekolah yang dilakukan oleh OPM.

Sementara itu Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan komitmennya dalam mendukung proses evakuasi serta menjamin keamanan di wilayah tersebut.
"Satgas Habema hadir sebagai bagian dari upaya negara dalam memastikan setiap warga negara, termasuk tenaga pendidik, dapat hidup dan bekerja dengan aman.

"Kami telah mengerahkan personel untuk mengevakuasi jenazah korban, serta mengamankan lokasi agar situasi tetap terkendali," ujar Mayjen TNI Lucky Avianto.

Hingga saat ini, aparat masih melakukan pencarian terhadap pelaku dan meningkatkan patroli di wilayah rawan guna mencegah kejadian serupa terulang. Mayjen TNI Lucky Avianto juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan bersama.(Dispenad)

Tim Gabungan Kodam II/Swj Gagalkan Penyelundupan Kayu Hasil Ilegal Logging


JAMBI - Tim Intel  Gabungan Kodam II/Sriwijaya yang terdiri dari Denintel Kodam II/Swj, Tim Intel Korem 042/Gapu dan Satgas Bais TNI berhasil menggagalkan penyelundupan 500 meter kubik kayu yang diduga hasil lIegal logging, Jumat (21/3/2025).

Berdasarkan laporan dari masyarakat, sekira pukul 16.30, tim bergerak  melakukan operasi di Desa Medak, Kecamatan Bayung Lencir yang merupakan perbatasan Kabupaten Muaro Jambi dengan Kabupaten Musi Banyuasin. 

Setiba di lokasi ditemukan kayu olahan sebanyak 500 meter kubik yang diduga hasil penebangan ilegal dari Hutan Taman Nasional Berbak Jambi.

Dari informasi warga berinisial A yang melaporkan kepada tim gabungan, aktifitas  ilegal yang dilakukan di wilayah tersebut sangat meresahkan dan mengganggu  masyarakat dalam memanen kelapa sawit. Para pelaku menggunakan aliran sungai untuk melakukan aktifitas ilegal tersebut dalam pergerakan perpindahan kayu-kayu, untuk selanjutnya diangkut menggunakan truk.

Pelapor yang merupakan warga setempat juga mengungkapkan bahwa aktifitas tersebut telah merusak hutan dan jalan untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit.  

Di lokasi, selain menemukan 500 meter kubik kayu olahan, tim gabungan juga menemukan hasil pengamprahan bahan setengah jadi berupa bantalan kayu berbagai jenis, seperti kayu Meranti dan jenis lainnya.

Mengetahui kedatangan aparat gabungan Kodam II/Sriwijaya, para pelaku melarikan diri serta ditemukannya aktifitas pengangkutan kayu menggunakan truk dan jalur pengamprahan menggunakan jalur sungai yang ditarik menggunakan getek.

Dengan ditemukannya barang bukti berupa kayu olahan sebanyak 500 meter kubik tersebut, tim  gabungan selanjutnya menjaga lokasi dan mengamankan barang bukti serta akan mendalami pemilik dan dugaan  keterlibatan oknum aparat dalam kasus tersebut.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW Gagalkan Upaya Penyelundupan 23 Paket Narkoba di Perbatasan


Kapuas Hulu - Satuan Tugas  Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu sejumlah 23 paket yang dikemas dalam bungkus teh dengan perkiraan seberat kurang lebih 23 kilogram di wilayah Sektor Timur,  Dusun Perumbang, Desa Kekurak, Kec. Badau. Kab. Kapuas Hulu, Sabtu (22/3/2025)

Dansatgas Pamtas RI - Malaysia Yonzipur 5/ABW, Letkol Czi Shobirin Setio Utomo dalam keterangannya  mengatakan, penggagalan penyelundupan narkoba jenis sabu ini berdasarkan laporan dari masyarakat setempat kepada pos Satgas, bahwa terjadi aktifitas mencurigakan di sekitar wilayah tersebut. Paket narkoba tersebut diduga disembunyikan di antara semak-semak oleh pelaku karena ketatnya penjagaan dan patroli yang dilakukan personel Satgas Pamtas.

Dengan berkoordinasi bersama Co Tentara Diraja Malaysia (Co TDM), disepakati Satgas Pamtas Yonzipur 5/ABW melakukan patroli bersama menindaklanjuti laporan dari masyarakat tersebut. 

Tim gabungan (TNI dan TDM) dengan sigap bergerak melaksanakan patroli dengan membawa satuan anjing K-9 guna menyusuri lokasi dan mengidentifikasi  barang yang dicurigai narkoba jenis sabu.

Setelah melaksanakan patroli, anjing K-9 mengidentifikasi dua buah karung goni yg mencurigakan. Hasil dari pemeriksaan, ditemukan paket sabu yang disembunyikan di dalam tas punggung yang berasal dari dalam karung goni tersebut. Hasil temuan tersebut selanjutnya dibawa ke Pos Satgas untuk diperiksa lebih lanjut. 

Dari pengembangan pemeriksaan, memang benar bahwa paket tersebut adalah narkoba jenis sabu yang diduga akan diselundupkan ke wilayah Indonesia. Hasil temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada komando atas. 

Lebih lanjut diungkapkan, pihak Yonzipur bersama dengan Co Tentara Diraja Malaysia menggelar pasukan di wilayah perbatasan secara terintegrasi yang bertujuan untuk saling bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara. Kerjasama patroli terintegrasi ini rutin dilaksanakan di Jalur Tidak Resmi (JTR) antara TNI dan TDM.

 “Dengan adanya Diplomasi Militer antara Indonesia dan Malaysia, diharapkan dapat saling membantu dalam melaksanakan pengamanan di perbatasan,  tentunya dalam memberantas peredaran narkoba, maupun kegiatan ilegal lainnya, "  ujar Letkol Shobirin.

Harapan dari masyarakat, TNI dapat membantu masyarakat dalam memberantas narkoba, maupun kegiatan ilegal lainnya yang meresahkan dan merugikan masyarakat serta merugikan negara  di wilayah perbatasan sesuai dengan tugas pokok sebagai pengamanan  perbatasan

“Kami tidak akan memberi ruang bagi jaringan narkoba untuk beroperasi di wilayah perbatasan antara Indonesia - Malaysia, maupun kegiatan ilegal lainnya, ini wujud komitmen kami menjaga perbatasan negara dan melindungi masyarakat di perbatasan, ” pungkas Dansatgas.

Sabtu, 22 Maret 2025

Rebut Hati Rakyat, Secara Sukarela Warga Serahkan Senjata Sisa Konflik Kepada Kodim 0111/Bireuen*


BIREUEN, tniad.mil.id - Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menerima dua pucuk senjata api beserta amunisi dan granat sisa konflik dari Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123, Letkol Inf Ade Munandar, S.I.Pem., yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen. Penyerahan ini dilakukan di Lapangan Bola Kaki Desa Meunasah Pulo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, usai secara resmi menutup kegiatan TMMD ke-123 Tahun Anggaran 2025, Kamis (19/3/2025).

Senjata yang diserahkan terdiri dari satu pucuk senjata api jenis SS1 V1 dan satu pucuk pistol rakitan, serta tiga buah magasin SS1 berisi 30 butir munisi kaliber 5,56 mm, satu magasin pistol dengan satu butir munisi kaliber 9 mm, serta dua granat tangan jenis nanas. Senjata dan amunisi ini ditemukan oleh seorang warga saat membuka lahan perkebunan dan kemudian secara sukarela menyerahkannya kepada Satgas TMMD ke 123 Kodim 0111/Bireuen sebagai bentuk apresiasi terhadap program TMMD ke-123 serta wujud kepercayaan masyarakat terhadap TNI.

Pangdam IM menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesadaran masyarakat dalam menyerahkan senjata sisa konflik kepada pihak berwenang. Menurutnya, langkah ini merupakan bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap TNI semakin meningkat dan bahwa pendekatan persuasif serta komunikasi yang baik telah membuahkan hasil positif.

"Kami sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat yang secara sukarela menyerahkan senjata sisa konflik. Ini menunjukkan keberhasilan pembinaan teritorial yang berkelanjutan serta semakin kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat. Kami berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain yang masih menyimpan senjata api agar segera menyerahkannya demi menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian," ujar Pangdam IM.

Lebih lanjut, Pangdam IM menginstruksikan kepada seluruh jajaran TNI di wilayah Kodam Iskandar Muda untuk terus meningkatkan komunikasi serta pembinaan teritorial guna memperkuat hubungan dengan masyarakat. Dengan adanya pendekatan yang humanis dan edukatif, warga yang masih memiliki senjata sisa konflik diharapkan tidak merasa takut atau khawatir dalam menyerahkannya kepada pihak berwenang.

Pangdam IM juga mengajak seluruh masyarakat Aceh, khususnya mereka yang masih menyimpan senjata api, untuk mengikuti langkah serupa dan menyerahkannya secara sukarela.

"Penyerahan senjata bukan hanya menunjukkan niat baik dalam mendukung perdamaian, tetapi juga mencegah potensi ancaman hukum serta bahaya penyalahgunaan senjata di tengah masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan senjata api yang tidak terkontrol dapat menjadi ancaman serius jika jatuh ke tangan yang salah. Oleh karena itu, jajaran Kodam Iskandar Muda terus mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.

Dengan adanya penyerahan dua pucuk senjata ini, jumlah senjata yang telah diserahkan oleh masyarakat kepada Kodam Iskandar Muda selama kepemimpinan Mayjen TNI Niko Fahrizal mencapai 22 pucuk dari berbagai jenis. Peningkatan ini menunjukkan bahwa program pembinaan teritorial yang dilakukan Pangdam IM berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan ketertiban.

Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunikasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan lebih efektif dalam menjaga stabilitas keamanan dibandingkan dengan metode represif. Program TMMD ke-123 yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat, telah memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian di Aceh. (Dispenad)

Jumat, 21 Maret 2025

Kasad: Pembersihan Danau Tondano Jadi Contoh bagi Daerah Lain


MINAHASA, tniad.mil.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau langsung kegiatan pembersihan Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (20/3/2025). Menggunakan perahu ponton inovatif hasil rancangan prajurit TNI AD, pembersihan danau ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi permasalahan serupa.

Kegiatan bertajuk “TNI Manunggal Memelihara Sungai” ini merupakan upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengembalikan fungsi ekologis danau yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad menyaksikan langsung proses pembersihan enceng gondok, yang selama ini menjadi permasalahan utama di Danau Tondano. Dengan adanya perahu ponton inovatif, proses pengangkutan gulma air ini menjadi lebih efektif dan efisien.

“Perahu ponton ini merupakan hasil inovasi prajurit TNI AD yang bertujuan untuk membantu mempercepat pembersihan Danau Tondano maupun daerah lainnya. Kami berharap alat ini bisa menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kasad.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Kasad dan jajaran TNI Angkatan Darat atas kepeduliannya terhadap kondisi Danau Tondano yang sebagian besar tertutup enceng gondok dan sampah, serta atas komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain meninjau pembersihan danau, Kasad juga berdialog dengan masyarakat serta meninjau hasil kerajinan dan pakan ternak berbahan campuran enceng gondok, yang diolah menjadi produk bernilai ekonomis.

Pembersihan ini melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat, yang bersama-sama berkomitmen menjaga kelestarian Danau Tondano. Keberadaan perahu ponton inovatif ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk membantu menyelesaikan masalah serupa di daerah lain. (Dispenad)