Tampilkan postingan dengan label bakamla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bakamla. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juli 2026

Bakamla RI Gelar Latihan Menembak di Laut

Batam, 15 Juli 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) – Bakamla RI menggelar latihan menembak dalam rangka pemanasan (warming-up) alat teknis dan sistem persenjataan guna menjaga kesiapan operasional personel maupun alutsista. Latihan yang berlangsung di perairan sebelah timur Pulau Galang, Rabu (15/7/2026)

 Kegiatan dipimpin oleh Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda Bakamla Eko Wahjono, S.E., M.M. serta dihadiri Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma Bakamla Lukman Kharish, S.T., M.Han. Kepala Zona Bakamla Barat Laksamana Pertama Bakamla Bambang Trijanto turut berpartisipasi melalui Kabidops Zona Bakamla Barat sebagai perwakilan.

Latihan melibatkan unsur KN. Bintang Laut-401 dan KN. Belut Laut-406 dengan materi penembakan menggunakan Meriam 30 mm, Senapan Mesin Berat (SMB) 12,7 mm, senjata ringan, serta senjata sniper. Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan secara bertahap mulai dari proses pemuatan amunisi, prosedur komunikasi, penyiapan sasaran berupa drum terapung, hingga pelaksanaan penembakan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel dan material.

Dalam pelaksanaannya, sistem persenjataan 30 mm SMB 12,7 mm, senjata ringan dan sniper berfungsi dengan baik sesuai rencana. Setelah kegiatan dilaksanakan evaluasi  untuk meningkatkan keandalan sistem persenjataan dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi di laut.

Secara keseluruhan, latihan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kecelakaan maupun insiden terhadap personel. Hasil evaluasi dari latihan ini akan menjadi bahan penyempurnaan pemeliharaan alat teknis dan penyusunan program latihan berkelanjutan guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia. (Humas Bakamla RI)

Autentifikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.
Foto-foto: Humas Bakamla RI

Kamis, 08 Januari 2026

Bakamla RI Lepas KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Manado - Bakamla RI dipimpin Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma Bakamla Lukman Kharish melepas keberangkatan KN. Singa Laut-402 untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Siau, Sulawesi Utara, Kamis (8/1/2026).

Dalam keterangannya, Laksma Bakamla Lukman Kharish menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah banjir yang menimpa masyarakat Siau. Atas arahan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla, Bakamla RI mengerahkan unsur laut untuk membantu meringankan beban warga melalui pengiriman bantuan kemanusiaan secara cepat dan terkoordinasi.

KN. Singa Laut-402 yang dikomandani oleh Letkol Bakamla Hadi Wahyono membawa berbagai kebutuhan logistik, antara lain bahan pangan, air minum, perlengkapan bayi dan perempuan, alat kebersihan, obat-obatan ringan, serta perlengkapan tidur. Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi dari Zona Bakamla Tengah, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Manado, BPBD, Badan Kesbangpol Sulawesi Utara, serta partisipasi aktif masyarakat.

Menambah kekuatan misi kemanusiaan ini, turut serta onboard KN. Singa Laut-402 tenaga kesehatan dari Provinsi Sulawesi Utara yang akan membantu pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat terdampak setibanya di lokasi tujuan.

Pelepasan KN. Singa Laut-402 menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui Bakamla RI, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut, tetapi juga dalam operasi kemanusiaan lintas wilayah. Bakamla RI berharap bantuan ini dapat segera diterima dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Siau di masa tanggap darurat.

Bakamla RI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, sejalan dengan semangat solidaritas dan kemanusiaan untuk Indonesia.

Turut mendampingi Direktur Operasi Laut yakni Kepala Zona Bakamla Tengah Laksma Bakamla Teguh Prasetya dan hadir pula Kesbangpol Provinsi Sulut, Kesbangpol Kabupaten Minahasa Utara, Cawat Likupang Barat, Wakapolsek Likupang Barat, Pemerintah Desa Serei, Babinsa Likupang Barat, dan Babinpotmat. (Humas Bakamla RI)

Autentifikasi : Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.

Foto-foto : Humas Bakamla RI

Sabtu, 05 April 2025

Bakamla RI Evakuasi 12 Kru Kapal Terbakar di Perairan Banten


Banten  -  Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-301 milik Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil mengevakuasi 12 anak buah kapal (ABK) KMP Mutiara Ferindo 2 yang mengalami kebakaran di Perairan Banten pada Kamis dini hari, Banten (3/4/2025). 

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ini belum diketahui penyebab pastinya dan masih dalam proses penyelidikan. Dugaan awal menyebutkan titik api berasal dari Car Deck D, tepatnya pada tumpukan kayu pallet yang berada di kapal.

Kebakaran bermula saat kapal tengah lego jangkar di perairan Banten. Crew mesin, Yandi yang bertugas sebagai juru minyak kapal, yang saat itu sedang mematikan generator darurat, melihat asap mengepul dari blower. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, api diketahui berasal dari Car Deck D.

Menyadari bahaya yang semakin besar, Yandi segera memanggil Masinis 3 dan beberapa crew lainnya untuk berupaya memadamkan api. Namun, api terus membesar hingga Chief Officer kapal meminta pertolongan melalui komunikasi VHF kepada KN Tanjung Datu-301.

Merespons permintaan bantuan tersebut, Komandan KN Tanjung Datu-301, Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko, S.E., M.M., M.Tr.Opsla, segera mengerahkan tim VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure) untuk melakukan evakuasi ABK.

Tim VBSS tiba di lokasi pada pukul 04.20 WIB dan langsung mengevakuasi 12 ABK dari total 17 ABK yang berada di kapal. Setelah dievakuasi, seluruh ABK menjalani pengecekan kesehatan dan pendataan di atas KN Tanjung Datu-301.

Sementara itu, 5 ABK lainnya tetap berada di kapal untuk membantu tim gabungan Bakamla RI dan Basarnas dalam proses pemadaman sisa api. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.20 WIB.


Senin, 24 Maret 2025

Bakamla RI Perkuat Pembinaan Relawan Penjaga Laut Kota Batam di Bulan Ramadan


Batam - Bakamla RI menggelar kegiatan pembinaan bagi puluhan Relawan Penjaga Laut (RAPALA) di Pangkalan Bakamla Batam, Jl. Jembatan 3, Kota Batam, Selasa (25/3/2025). 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anggota RAPALA terhadap potensi kerawanan di perairan Kota Batam serta memperkuat peran serta mereka dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut.

Kepala Pangkalan Bakamla Batam, Kolonel Bakamla Agus Sriyanto, S.E., M.Tr. Hanla., dalam pembinaan tersebut menjelaskan tentang wilayah perairan yang rawan terhadap aktivitas ilegal dan kecelakaan laut. "Batam merupakan salah satu kota dengan perairan strategis yang juga memiliki potensi kerawanan tinggi. Oleh karena itu, peran serta RAPALA Bakamla Kota Batam sangat penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut," ujarnya.

Selain sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah perairan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antara Bakamla RI dan anggota RAPALA, sejalan dengan semangat kebersamaan di bulan Ramadan.

Kolonel Bakamla Agus Sriyanto berharap, melalui pembinaan ini, anggota RAPALA semakin aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan perairan dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan maritim yang lebih aman dan kondusif di Kota Batam. (Humas Bakamla RI) 


Sabtu, 22 Maret 2025

Rapala Bakamla RI Bengkulu Bagikan 1.000 Nasi Kotak di Bulan Ramadhan


Bengkulu - Sebanyak 50 personel Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) Bakamla RI Bengkulu melaksanakan kegiatan berbagi 1.000 paket nasi kotak menjelang buka puasa kepada warga kota Bengkulu yang tergolong kurang mampu. Kegiatan dilaksanakan di jalan protokol Kota Bengkulu, kemarin.

Pembagian 1.000 paket nasi kotak ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah, terkhusus bagi mereka yang terpaksa harus berbuka puasa di tengah perjalanan atau di tempat yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan makanan.

Ketua Rapala Bengkulu mengtakan dengan adanya kegiatan ini, kehadiran Bakamla RI dapat dirasakan oleh masyarakat disekitar Bengkulu melalui Rapala.

Dikatalannya pula, kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Rapala Bakamla RI Bengkulu dengan beberapa pihak, yaitu PT. Pelindo II Bengkulu dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Bengkulu. 


Rabu, 19 Maret 2025

Bakamla RI Jemput Dua Nelayan Indonesia di Perbatasan Terluar Indonesia Malaysia


Batam, 19 Maret 2025 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) - Sebanyak 2 nelayan asal Indonesia telah di serah terimakan oleh  Pemerintah Malaysia lewat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) kepada Bakamla RI lewat unsur KN Pulau Nipah-321 di perairan perbatasan laut terluar antara Malaysia dan Indonesia, Rabu (19/3/2025) 

Kedua nelayan tersebut, Muhammad Al Salam (26) dan Suhardi Saparteri (24), merupakan awak kapal Purnama Samudera Maritim yang ditangkap APMM Zon Maritim Tanjung Sedili pada 24 Februari 2025 di perairan Tanjung Bulat, Kota Tinggi, Johor, akibat pelanggaran batas wilayah perairan. Setelah melalui proses koordinasi, APMM memutuskan untuk tidak melanjutkan dakwaan terhadap kedua nelayan tersebut.

KJRI Johor Bahru menerima informasi terkait pembebasan nelayan pada 6 Maret 2025 dan menempatkan mereka di Tempat Tinggal Sementara (TTS) sebelum proses pemulangan. Selanjutnya, disepakati serah terima nelayan beserta kapalnya kepada Bakamla RI di titik pertemuan (rendezvous point) yang telah ditentukan.

Menindaklanjuti arahan Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Bambang Trijanto, memimpin operasi penjemputan menggunakan KN Pulau Nipah-321. Kapal bertolak dari Dermaga Batu Ampar pada pukul 09.00 WIB dan tiba di titik RV pada pukul 10.30 WIB. Serah terima berlangsung di longeroom KN Pulau Nipah-321 pukul 10.50 WIB, dengan perwakilan KJRI Johor Bahru, Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widianto, menyerahkan kedua nelayan kepada Laksma Bakamla Bambang Trijanto.

Proses ini turut disaksikan oleh pihak APMM, Imigrasi Malaysia, perwakilan Pemda Kepri, BNPB, serta Komandan KN Pulau Nipah-321.

Penjemputan berjalan lancar, mencerminkan sinergi yang erat antara Bakamla RI dan APMM dalam menangani permasalahan perbatasan secara kolaboratif tanpa harus melalui tindakan penegakan hukum.

 

Selasa, 18 Maret 2025

PRAJURIT TNI AL BERHASIL EVAKUASI AWAK KAPAL KM. LYYRA YANG KANDAS DAN TERBAKAR


Jalesveva Jayamahe,
Jakarta, 19 Maret 2025– Prajurit TNI AL dalam hal ini Pos TNI AL (Posal) Subi, yang berada dibawah jajaran Lanal Ranai, berhasil membantu proses pencarian dan evakuasi Awak Kapal KM. Lyyra yang mengalami kecelakaan di Perairan Subi, kab. Natuna.  Selasa (18/03).

Kapal pompong berbobot 46 GT yang mengangkut 80 ton solar tersebut mengalami kecelakaan ketika kandas di karang saat memasuki alur perairan menuju Pelabuhan Rakyat Pulau Subi. Selanjutnya nakhoda kapal berusaha melakukan melakukan pergerakan maju dan mundur kapal untuk keluar dari karang, namun hal tersebut membuat kapal mengalami mati mesin. 

Pada saat mencoba menghidupkan mesin kembali, stater mengalami trouble yang menyebabkan percikan api dari ruang mesin dan menyambar bahan yang mudah terbakar di kapal. Selanjutnya api membesar dan menyebar dengan cepat hingga membakar seluruh badan kapal. 

Hal ini membuat lima ABK kapal melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Pejabat sementara (Pjs) Danposal Subi Letda laut (P) Edi Sandra segera mengerahkan 4 anggota Posal Subi beserta tim gabungan yang terdiri dari, 6 anggota Polairud, dan warga setempat segera melakukan pencarian dan berhasil menemukan seluruh awak kapal. 

Dari total lima orang ABK yang berada di kapal tersebut, empat orang diantaranya ditemukan selamat dengan dua orang mengalami luka bakar yang selanjutnya dibawa ke Puskesmas Subi. Sementara satu ABK lainnya ditemukan meninggal dunia.

Aksi evakuasi ini menunjukkan komitmen dan profesionalisme TNI AL dalam melaksanakan tugasnya sebagai penjaga keselamatan dan keamanan di perairan Indonesia yang selaras dengan arahan dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. 

Posal Subi terus berkoordinasi, melakukan evaluasi dan mendalami penyebab kecelakaan ini agar dapat mengambil langkah-langkah yang lebih preventif di masa depan, serta memastikan bantuan yang maksimal bagi korban yang selamat.