Tampilkan postingan dengan label FIlm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIlm. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2026

Gala Premiere Tanah Runtuh Tuai Sambutan Hangat Setelah Kemarin Banyak Perdebatan, Penonton Nilai Film Ini Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

Jakarta, 18 Juni 2026 — Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Juni 2026, film Tanah Runtuh menggelar gala prenuere yang dihadin para pemain, media, tokoh publik, serta ratusan tamu undangan. 

Film mi berlatar konflik bernuansa agama yang pernah terjadi di Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah Melahu kisah dus kakak beradik, Kai (Yoan) dan Ringgo (Ridho Khalig), seorang anak dengan Down Syndrome, yang terpisah dan ibu mereka di tengah konflik. 

Dalam perjalanan mereka, keduanya bertemu Idham (Vmo G. Bastian), seorang anggota polisi yang membantu mereka. 

Gala premiere ini berlangsung di tengah perbincangan publik yang beberapa han terakhir rama membahas representasi penyandang Doww Syndrome dalam industri perfilman indonesia. Sebelumnya, muncul berbagai pendapat di media sosial yang mempertanyakan apakah kehadiran karakter anak dengan Down Syndrome dalam sejumiah film, termasuk Tanah Runtuh. 

Perdebatan tersebut memunculkan beragam respons bahkan sebelum film ini resmi tayang. 

Sebagian pihak menilai kehadiran karakter tersebut berpotensi dimanfaatkan sebaga! strategi pemasaran, sementara sebagian lumnya berpendapat bahwa penyandang Down Syndrome juga berhak memperoleh ruang representasi yang setara di dunia perfilman selama penggambarannya dilakukan secara bermartabat dan tidak bersifat eksplortatif. 

Lebih dari sekadar mengangkat kisah tentang konflik di Poso, Tanah Runtuh dinilai membawa pesan yang relevan dengan kondisi Indonesia strati ini bahwa film ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melewati berbagai perbedaan, dan bahwa persatuan, toleransi, serta kemanusiaan harus terus dyaga di tengah berbagai dinamika sosial yang terjadi. 

Film ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan Indonesia. 

Kita diingatkan bahwa kebencian tidak pernah menyelesaikan apa pun Tanah Runtuh akan tayang serentak di beoskop seluruh Indonesia mulsi 25 Juni 2026.

Denay Siregar Production 

Denny Siregar Production adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi film dengan visi menghasilkan karya-karya berkualitas yang berkontnbusi peda kemajuan mndustn perfilman Indonesia Melalui setiap produksinya, perusahaan berkomutmen menghadirkan film yang tdak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan tulai-rulai kemanusiaan dan pesan moral yang positif kepada masyarakat.

Rabu, 13 Mei 2026

Eksplorasi Sal Priadi, Pencipta Lagu-Lagu Hit Romantis Kini Bikin OST Film yang Relate Jadi Anthem Pekerja LemburKepala, Pundak, Kerja Lagi diciptakan Sal Priadi dan menjadi OST film Monster Pabrik Rambut

Jakarta, 12 Mei 2026 — Nama Sal Priadi menjadi salah satu yang sering menghiasi layar di media sosial berkat lagu-lagunya yang hit. Mulai dari “Gala
bunga matahari” hingga “Ada titik-titik di ujung doa”, lagu-lagu Sal yang terkenal romantis silih berganti ramai digunakan pendengar di media sosial. Lagu-lagu dan video musik Sal telah dinikmati oleh jutaan pendengar di Indonesia. 

Kini, Sal bereksplorasi lewat karya terbaru berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”.

Sebuah lagu yang menjadi OST film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), yang turut dibintanginya. 

Video liriknya kini telah disaksikan lebih dari 2,5 juta views di
YouTube sejak dirilis pertama kali pada momen Hari Buruh.Berbeda dengan nuansa-nuansa romantis pada lagu-lagunya terdahulu, lagu

“Kepala, Pundak, Kerja Lagi” tampil secara berbeda. Lagu ini dibuka dengan lirik
yang pernah kita dengar sejak masa kecil, tetapi dibawa ke suasana yang lebih
muram. Mengangkat keresahan soal kelelahan dalam bekerja.

“Dalam menulis lirik untuk lagu Kepala, Pundak, Kerja Lagi aku tetap dengan
gagasan yang sederhana. Sesuatu yang aku tangkap dari keseharian. Tema di film
Monster Pabrik Rambut itu kan juga membahas soal overwork, lembur, sesuatu yang sangat dekat sekali. Sehingga dengan mudah aku bisa menangkap gagasan filmnya lalu aku sampaikan dengan caraku di lagunya,” ujar Sal Priadi.

Jika biasanya draf lagu-lagunya berangkat dari tuts piano dan petikan gitar, kini juga
terdapat perbedaan dalam proses penciptaan lagu Sal. Ia berkolaborasi dengan produser musik elektronik, Attila Syah, untuk menciptakan soundscape dalam materi lagunya.

Dalam prosesnya, ini juga menjadi pertama kalinya Sal menulis lagu di sebuah set syuting. 

Sebelumnya, Sal juga pernah menggarap lagu tema untuk film. Namun, yang dikerjakan di set syuting, terjadi pertama kali di Monster Pabrik Rambut.
“Awal lagunya ditulis di lokasi syuting. 

Ini sebuah pengalaman yang baru dan menjadi pengalaman menulis lagu yang dahsyat. Saat menulis lirik, lagu ini juga
terasa nuansa seperti sebuah marching solidaritas untuk para pekerja yang menghadapi dinamika dalam bekerja, termasuk overwork, semoga ini bisa menjadi anthem lembur untuk para pekerja,” kata Sal.

Film Monster Pabrik Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia.
Disutradarai oleh Edwin dari rumah produksi Palari Films, film ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.

Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film Monster Pabrik Rambut
persembahan Palari Films melalui akun Instagram resmi @palarifilms.

Sinopsis

PUTRI (Rachel Amanda) kehilangan ibunya, yang mati setelah beberapa hari tak tidur karena bekerja siang dan malam. Menurut MARYATI (Didik Nini Thowok),
pemilik pabrik, ibunya mati bunuh diri. Awalnya ia percaya, tapi IDA (Lutesha),
adiknya, mengatakan bahwa ibu mereka mati karena kesurupan. Untuk membuktikan omongannya, Ida memutuskan untuk lembur, tak tidur berhari-hari,demi melihat sendiri sosok hitam yang merebut tubuh ibunya. BONA (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki kemampuan spesial. 

Ia mampu meregenerasi bagian tubuhnya. Sosok hitam berhasil menyandera Bona. Mampukah Putri dan Ida menyelamatkan Bona?

Tentang Palari Films
Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di
Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari
Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film

“Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”.Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik
Pesona” (2022), “Ali & Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018),
“Posesif” (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Kamis, 12 Februari 2026

Selamat Datang di Dunia Na Willa”Visinema Studios Luncurkan Official Trailer dan Poster,Hadirkan Perayaan Terbesar untuk Keluarga di Lebaran 2026Kisah ajaib terbaru dari kreator film JUMBO yang mengajak semua orang kembali melihat dunia dengan penuh keajaiban

Jakarta, 12 Februari 2026 — Menyambut Lebaran 2026, Visinema Studios resmi
merilis official trailer dan poster film Na Willa, sebuah film live action keluarga yang mengajak penonton kembali melihat dunia dari sudut pandang anak-anak
dengan rasa ingin tahu yang jujur, imajinasi yang hidup, dan keajaiban yang lahir dari hal-hal sederhana.
Lebaran menjadi momen pulang, berkumpul, dan merayakan keluarga. Tahun ini,Visinema Studios menghadirkan Na Willa sebagai sebuah perayaan terbesar
untuk keluarga saat Lebaran. Sebuah ajakan untuk #JadiAnakAnak kembali,
melepaskan sejenak peran orang dewasa, dan mengingat bagaimana dunia pernah terasa begitu besar, penuh warna, dan penuh keajaiban.
Lahir dari kreator film JUMBO yang sukses menyentuh hati jutaan penonton Indonesia, Na Willa menjadi debut film live action dari Ryan Adriandhy,sekaligus kolaborasi kreatif dengan penulis Reda Gaudiamo, yang novelnya menjadi dasar cerita film ini. 

Dengan pendekatan storytelling yang khas dan penuh empati, Na
Willa menghadirkan perspektif anak yang jarang diangkat dalam sinema keluarga Indonesia.
Official poster Na Willa memperlihatkan dunia imajinasi yang lahir dari mata seorang
anak perempuan yang hidup di Indonesia era 1960-an. 

Sementara itu, official trailer
mengajak penonton masuk ke pengalaman menjadi anak-anak kembali, saat ketidaktahuan bukan kelemahan, melainkan pintu menuju petualangan.

Diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, serta diproduseri eksekutif oleh Herry B. Salim, Na Willa menegaskan komitmen Visinema Studios
dalam menghadirkan produksi film keluarga bernilai tinggi, baik dari sisi cerita,visual, maupun pengalaman menonton lintas generasi.

“Na Willa merupakan bentuk komitmen Visinema Studios yang mengajak kita mengingat kembali bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Ajakan untuk masuk dan merasakan sebuah dunia yang dibangun dengan imajinasi, kejujuran, dan keberanian
anak-anak,” ujar Anggia Kharisma, Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios.

“Untuk penonton dewasa, film ini seperti perjalanan menelusuri memori masa kecil,tentang keluarga, tentang rumah, dan tentang hal-hal sederhana yang dulu terasa begitu berarti. Sementara untuk anak-anak, ini adalah ruang untuk bermain,
berimajinasi, bernyanyi, dan merayakan rasa ingin tahu mereka.”

Lebih lanjut, Anggia menegaskan bahwa Na Willa dirancang sebagai tontonan yang aman dan hangat untuk semua kalangan.

“Na Willa adalah film yang paling aman untuk semua orang, untuk anak-anak, untuk
keluarga, dan juga untuk siapa pun yang ingin kembali merasakan hangatnya keluarga dan masa kanak-kanak,” tambah Anggia.

Disutradarai sekaligus ditulis oleh Ryan Adriandhy, film ini menghadirkan dunia
anak tanpa menggurui.

“Sebagai orang dewasa, kita sering lupa bagaimana dulu kita memandang dunia,”ujar Ryan.

“Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton melihat dunia dari mata anak-anak,
mata yang jujur, penuh rasa penasaran, dan selalu menemukan keajaiban dari apa
pun yang dihadirkan dunia.”
Kolaborasi dengan penulis Reda Gaudiamo menjadi fondasi penting dalam membangun semesta cerita Na Willa yang hangat dan reflektif.

“Sejak awal, Na Willa selalu berbicara tentang keluarga dan proses saling belajar.
Bukan hanya anak yang belajar memahami dunia, tapi juga orang tua yang belajar memahami cara berpikir anak-anak. Film ini menghadirkan nilai tentang tanggung jawab, rasa hormat, dan menerima perbedaan dengan cara yang lembut dan
membumi,” ungkap Reda.

Official Trailer Na Willa menghadirkan potongan masa kecil yang begitu dekat dengan
keseharian: memanggil teman dari balik pagar, berlari di lapangan sambil menerbangkan layangan, hingga meneguk minuman orange cruz yang “nyekrusss” di
siang hari. 

Warna-warna yang ceria, tawa lepas, serta kebebasan berimajinasi menjadi
napas utama film ini, mengingatkan bahwa kebahagiaan lahir dari hal-hal yang sederhana.

Seperti karya Visinema Studios lainnya, musik kembali menjadi bagian penting darifilm.Original soundtrack berjudul “Sikilku Iso Muni” yang diciptakan
Laleilmanino hadir sebagai lagu yang tidak hanya nyaman didengar, tetapi juga dinyanyikan dan dirasakan bersama.

Film ini memperkenalkan Luisa Adreena sebagai Na Willa, bersama jajaran pemeran anak berbakat lainnya: Freya Mikhayla (Farida), Azamy Syauqi (Dul), dan
Arsenio Rafisqy (Bud). Deretan pemeran dewasa seperti Junior Liem, Irma Rihi,Melissa Karim, Ira Wibowo, Putri Ayudya, Nayla Purnama, Agla Artalidia, hingga
Ratna Riantiarno turut memperkaya cerita.

Bagi Luisa Adreena, Na Willa adalah pengalaman yang penuh kehangatan. “Di film ini
aku banyak bermain dan berimajinasi. 

Mak sama Pak selalu ngajarin dengan sabar.Rasanya kayak main, tapi juga belajar.” cerita Luisa Adreena.

Dalam kesempatan yang sama, Visinema Studios juga mengumumkan bahwa film Na
Willa akan menjadi pembuka dari Na Willa Universe, sebuah semesta cerita yang akan tumbuh dan menemani keluarga dan masyarakat Indonesia.
Na Willa akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada Lebaran 2026,sebagai sebuah perayaan hangat untuk semua orang, sebuah ajakan untuk pulang,
berkumpul, dan kembali #JadiAnakAnak.

Jumat, 06 Februari 2026

Film Tunggu Aku Sukses Nanti Rilis Official Trailer dan PosterFilm Lebaran yang Paling Lebaran, Berdasar Kisah NyataSetiap Kumpul Keluarga, dari Kreator Sukses Film Lebaran Naya Anindita dan Evelyn Afnilia Tunggu Aku Sukses Nanti

Tayang Lebaran 2026 di Bioskop
Jakarta, 3 Februari 2026 — RAPI Films merilis official trailer & poster film paling Lebaran tahun ini karya sutradara blockbuster Lebaran Naya Anindita,Tunggu Aku Sukses Nanti. Trailer film Tunggu Aku Sukses Nanti menampilkan
perjuangan Arga (Ardit Erwandha) sebagai anak laki-laki pertama di sebuah keluarga yang sedang berjuang menuju tangga kesuksesan. 

Setiap Lebaran, Arga
selalu ditanya: kapan kerja, kapan nikah, dan kapan sukses oleh para sepupu dan keluarga besarnya.
Melalui trailer Tunggu Aku Sukses Nanti, penonton diajak masuk ke dalam situasi yang sangat akrab namun seringkali dihindari: ruang makan keluarga saat Lebaran.
Film ini mengungkap di balik hangatnya silaturahmi, terdapat “medan perang”mental bagi mereka yang belum memenuhi ekspektasi sosial.

Kisah yang dialami Arga seketika membawa perasaan yang dekat dengan banyak
penonton tentang perjuangan menuju kesuksesan dan pertanyaan yang membuat
tertekan saat momen kumpul keluarga Lebaran. OST. Gemilang dari grup band Perunggu menambah lapisan emosional yang ada dalam trailer. Sementara official poster Tunggu Aku Sukses Nanti menampilkan suasana hangat kumpul keluarga
khas momen Lebaran.

Tak hanya menyentuh dan hangat karena sangat dekat dengan banyak penonton,film Tunggu Aku Sukses Nanti juga menjanjikan sebuah tawa yang menghibur lewat kehadiran banyak komika Stand Up Comedy seperti Yono Bakrie hingga Arie Kriting.

Mulai dari celetukan hingga komedi situasi mereka yang akan membuat tertawa kecil hingga besar.
Tunggu Aku Sukses Nanti disutradarai oleh Naya Anindita, dengan naskah yang
ditulis oleh Evelyn Afnilia, yang pada Lebaran tahun lalu keduanya berkolaborasi dan sukses meraih film blockbuster Lebaran. Lebaran tahun ini, keduanya kembali
berkolaborasi menciptakan film yang terasa dekat dengan banyak orang tentang pertanyaan kapan sukses?
 
Dibintangi oleh Ardit Erwandha, film ini juga menampilkan jajaran ansambel bertabur bintang. Mulai dari aktor senior, VJ idola kaum milenial, deretan komika
Stand Up Comedy hingga idol yang digemari oleh banyak kalangan termasuk Gen Z.

Selain Ardit, jajaran pemain Tunggu Aku Sukses Nanti di antaranya adalah Adzana Ashel, Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika,
Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan,
Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, dan Yono Bakrie. Film ini juga akan menampilkan jajaran cameo dari bintang A-List yang akan membuat penonton terkejut dan
menemukan momen tak terduga!

“Lebaran tahun ini RAPI Films menyatukan dua kreator yang sukses besar dengan
film mereka pada Lebaran tahun lalu, Naya Anindita dan Evelyn Afnilia. 

Keduanya telah membuktikan menciptakan karya yang mampu menyentuh hati jutaan hati
penonton Indonesia, dan Lebaran tahun ini, lewat film Tunggu Aku Sukses Nanti, RAPI Films ingin mempersembahkan cerita yang dekat, sensible, dan dialami oleh
banyak orang di setiap keluarga,” ujar produser Sunil Samtani.

“Cerita yang dialami Arga di film Tunggu Aku Sukses Nanti akan terasa relate karena cerita ini terjadi di setiap semua kumpul keluarga. Bahkan, contohnya di keluarga
saya sendiri. Semoga kisah Arga menjadi perjalanan yang reflektif, dan mohon bantu saya sukses di Lebaran nanti ya,” ujar sutradara Naya Anindita.

Sementara itu, pemeran utama Ardit Erwandha mengungkapkan karakter Arga yang
diperankannya juga memiliki kedekatan dengannya. Perjalanan dan perjuangan
menuju sukses yang ditempuh Arga, juga dirasakan Ardit.
“Buat saya, Arga adalah kita semua, siapapun yang akan menuju suksesnya. 

Film yang mewakili kita semua, dari banyak orang yang pernah mengalami, termasuk saya. 

Semoga film ini bisa membawa kehangatan saat Lebaran dan menjadi momen
untuk menghargai setiap perjuangan kecil yang kita lalui,” ujar Ardit Erwandha.

“Film ini menjadi pengingat, kamu tidak perlu lagi meminta maaf karena belum sampai di tempat yang orang lain inginkan. 

Sukses bukan cuma soal pengakuan dari
meja makan keluarga, tetapi tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan
bangga pada setiap peluh yang sudah kamu keluarkan, meski dunia belum melihat
hasilnya,” tutup Ardit Erwandha.
Tonton film Tunggu Aku Sukses Nanti bersama keluarga saat Lebaran 2026 di bioskop Indonesia. 

Ikuti perkembangan film Tunggu Aku Sukses Nanti melalui
media sosial resmi.

Jumat, 30 Januari 2026

Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER)Jadi Obat Pusing Nasional! Suguhkan Cerita yang Relevan Sekaligus MenyegarkanFilm Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER)

Tayang Mulai 5 Februari 2026 di Bioskop

Jakarta, 29 Januari 2026 — Amanda Manopo dan Fajar Sadboy kembali
mencuri perhatian dalam peran mereka sebagai kakak-adik Tina dan Umski di film
drama komedi persembahan Scovi Films & Rapi Films, Check Out Sekarang, Pay
Later (CAPER). 

Film yang mengangkat cerita tentang dinamika orang-orang yang
terjerat pinjol dan mereka yang berada di balik gurita pinjol ilegal ini memberikan
kesegaran komedi, dengan cerita yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat.
Awalnya, hidup Tina tampak baik-baik saja. 

Dia adalah pemenang kontes kecantikan
di sebuah mall. Tapi, karena Tina boros dan gila belanja, ia pun sampai melakukan
pinjaman online (pinjol).

Karena utangnya yang menumpuk, ditambah ia harus membiayai adiknya, Umksi,
Tina akhirnya kalap! Ia pun menjadi ‘buronan’ para penagih utang. Karena tak
sanggup bayar, Tina akhirnya membuat kesepakatan untuk bisa bekerja di kantor
pinjol yang ia utangi.
Di tengah perjalanan, Tina justru bertemu dengan Mail (Devano), seorang DJ yang
adiknya juga terlilit pinjol. 

Bersama Mail, Tina justru mengarungi perjalanan yang
tak terduga. Mereka mengungkap bisnis pinjol ilegal yang telah memakan banyak
korban.

Cerita di film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) dibangun dengan lensa yang
dekat dengan penonton. Sutradara Surya Ardy Octaviand menampilkan realitas
masyarakat kelas bawah secara real dengan permasalahan yang dihadapi. 

Film ini
semakin menghibur dengan penampilan para karakternya yang tak terduga, dan
seperti cerminan yang juga mengajak kita untuk menertawakan nasib.

“Karakter-karakter yang ada di film CAPER ini menjadi perwakilan dari masyarakat
kelas bawah urban. Kami ingin film CAPER menjadi Obat Pusing Nasional,”
ungkap produser, penulis, dan sutradara film CAPER Surya Ardy
Octaviand.

Film CAPER diproduseri oleh Surya Ardy Octaviand bersama Sunar S Samtani.
Selain memproduseri dan menyutradarai, Ardy juga turut menulis naskahnya
bersama penulis naskah pemenang Piala Citra FFI 2025 Widya Arifianti.

Selain Amanda Manopo, Fajar Sadboy, dan Devano, film ini juga dibintangi oleh
Wavi Zihan, Kaneishia Yusuf, Shanice Margaretha, Merry Sanger, Martin Carter,
Sastra Silalahi, Jovial Da Lopez, Richard Derrick, dan Arnold Kobogau.

Produser Sunar S Samtani mengungkapkan film CAPER ingin menghadirkan
hiburan dengan nilai yang bisa menjadi pelajaran bagi penonton dan masyarakat
Indonesia.

“Mungkin banyak dari kita yang pernah berada di titik nol, sama seperti
karakter-karakter yang ada di film CAPER. 

Film ini ingin mengajak kita semua
memiliki resiliensi terhadap masalah yang sedang dihadapi dalam hidup, lewat
komedi,” ujar produser Sunar S Samtani.

Bagi Amanda Manopo, karakter Tina bisa menjadi ruang untuk berefleksi
terutama untuk para perempuan dalam memilih jalan hidup saat ini, terlebih di era
serba flexing di media sosial. Menurut Amanda, Tina jadi contoh yang sangat relevan
jika kita tak mampu mengontrol hasrat kesenangan duniawi.
“Jangan jadi Tina yang kalap dan boros. 

Kalau kita enggak pandai-pandai mengatur
finansial kita, bisa-bisa jadi seperti Tina yang cari jalan instan dengan pakai pinjol
demi kesenangan sesaat. 

Film CAPER itu bisa mengingatkan kita pada hal yang
penting banget untuk dilakukan saat ini, dan ngasih tahunya dengan cara yang fun
lewat komedi yang bikin kita ngakak saat nonton,” kata Amanda Manopo.

Fajar Sadboy, yang mendapat kesempatan memiliki peran besar untuk pertama
kalinya di layar lebar mengungkapkan dirinya merasa beruntung bisa belajar akting
dari sesama rekan pemain, termasuk dari mereka yang telah memulai lebih dulu di
dunia seni peran.

“Dari film ini, aku bisa belajar lebih banyak lagi tentang akting. Senang bisa ketemu
sama teman-teman pemain lainnya, jadi aku bisa nambah ilmu. 

Belum lagi film ini
juga ngajarin kita buat bisa lebih bijak mengatur keuangan,” kata Fajar Sadboy.

Penampilan berbeda sekaligus tantangan dihadapi oleh Devano. Ia yang sebelumnya
memerankan karakter yang serius, kini harus berubah 180 derajat. Devano
menjelma menjadi seorang jamet tulen, dengan musik DJ funkot-nya.

Tak hanya memerankan sebagai seorang DJ bernama DJ Smile atau Mail, Devano
juga ditugaskan untuk mengisi OST film yang terdengar syahdu dan mengajak kita
untuk bergoyang.

“Pak Ardy memberikanku karakter yang berbeda dari pengalaman aktingku
sebelum-sebelumnya. Sebagai yang baru memulai akting, aku merasa penting sekali
untuk bisa mencapai berbagai peran dan karakter. 

Dan karakter DJ Smile di film ini
membantu aku untuk semakin mematangkan aktingku ke depan,” ungkap Devano.

Jadilah saksi dari aksi kocak yang bikin rahang capek tertawa bersama Amanda
Manopo dan Fajar Sadboy, serta penampilan paling berbeda dari Devano di film
Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER). 

Tonton mulai 5 Februari 2026 di bioskop
Indonesia. Ikuti perkembangan terbaru film Check Out Sekarang, Pay Later
(CAPER) melalui akun media sosial resmi.

Sinopsis
Demi melunasi utang pinjaman online, Tina (Amanda Manopo) perempuan
pemenang kontes kecantikan murahan yang boros dan gila belanja, terpaksa bekerja
di kantor pinjaman online tersebut, demi membiayai adik semata wayangnya Umski
(Fajar Sadboy) dan untuk melunasi utang-utangnya.

Selama perjalanan mengungkap bisnis pinjol illegal, ia juga bertemu dengan korban
pinjol ilegal yang lain, Mail (Devano). 

Tanpa sadar, mereka mengungkap sosok di
balik gurita bisnis pinjol ilegal yang melibatkan orang-orang penting di dalamnya.

Rabu, 28 Januari 2026

Film Na Willa Karya Kreator JUMBO Resmi Merilis Teaser Poster,Hadirkan Kekaguman Terhadap Banyak Hal dari Sudut Pandang Anak Film Na Willa Tayang Lebaran Tahun ini di Bioskop

Jakarta, 28 Januari 2026 — Visinema Studios resmi merilis teaser poster terbaru film Na Willa, yang akan tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026. 

Poster ini mengajak penonton melangkah lebih dekat ke dunia Na Willa dunia yang dilihat dari sudut pandang seorang anak berusia enam tahun, di mana
hal-hal sederhana terasa besar, ajaib, dan penuh imajinasi.
Berbeda dari poster sebelumnya, teaser poster terbaru Na Willa menangkap bagaimana seorang anak memandang dunia di sekitarnya. 

Tubuh Na Willa terasa kecil, sementara benda-benda yang akrab dalam keseharian — seperti kaleng kerupuk, radio, hingga buah pisang hadir dalam skala yang terasa raksasa, magis,dan sinematik. Inilah petunjuk awal tentang perasaan yang akan dibawa film ini saat ditonton di bioskop: keajaiban-keajaiban kecil yang lahir dari cara anak memaknai dunia.

Karakter utama Na Willa yang diperankan Luisa Adreena, sangat menyukai pisangdan mendengarkan radio. Kedua benda itu pun dimunculkan dalam teaser poster yang menggemaskan dan terasa magical dalam dunia realis. Sementara itu, tangan Na Willa menggapai tutup kaleng kerupuk yang dilihatnya begitu besar.

“Lewat sudut pandang Na Willa, kami ingin mengajak penonton kembali merasakan
bagaimana melihat dunia dengan rasa kagum seperti anak-anak di dalam diri kita
yang penuh imajinasi, rasa ingin tahu, dan kehangatan yang kerap terlupakan seiring bertambahnya usia,” ujar Anggia Kharisma, produser Na Willa, Jumbo yang juga Chief Content Officer Visinema Studios. 

“Hal Ini sejalan dengan misi Visinema Studios untuk menghadirkan film keluarga yang bukan hanya ditonton, tetapi juga
dirasakan bersama.”

Na Willa digarap oleh tim kreator Jumbo, film mega blockbuster Indonesia yang
meraih lebih dari 10 juta penonton. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Ryan Adriandhy, dengan Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari sebagai produser.
Film ini dibintangi oleh pendatang baru Luisa Adreena sebagai Na Willa, bersama
Irma Rihi (nominasi Aktris Pendukung Terbaik Film Pilihan Tempo 2024) sebagai
Mak, serta Junior Liem sebagai Pak. Selain itu, turut bermain Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, dan Putri Ayudya.
Na Willa merupakan film live-action pertama yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy, yang juga merupakan penulis naskah. “Lewat Na Willa, saya ingin
mengajak penonton menyusuri Indonesia di era 1960-an dari sudut pandang seorang berusia enam tahun ketika dunia kecil terasa luas dan penuh kemungkinan,”
ujar Ryan. 

“Dari kacamata anak, hal-hal sederhana seperti rumah, gang, radio, atau kaleng kerupuk bisa terasa hidup dan magis. Perspektif inilah yang ingin kami
hadirkan: cara melihat dunia dengan rasa ingin tahu, imajinasi, dan kepekaan yang
jujur.

”Penulis buku Na Willa, Reda Gaudiamo, menyambut dengan antusias perilisan
teaser poster film ini. “Ada perasaan yang sangat hangat saat melihat cerita Na Willa
hadir di layar lebar. Ryan Adriandhy dan Visinema Studios mampu menghidupkan
imajinasi Willa kecil menjadi sebuah karya baru yang terasa begitu hangat dan
memeluk baik untuk anak-anak maupun orang dewasa,” ujar Reda.

Diceritakan dari sudut pandang anak kecil, Na Willa adalah film keluarga Lebaran
yang hangat dan magis, menghadirkan pengalaman menonton yang mengajak
anak-anak dan orang dewasa melihat kembali dunia dengan rasa kagum dan imajinasi.

Tonton petualangan yang penuh keajaiban dan kehangatan bersama film Na Willa
pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia!

Sinopsis
Na Willa mengisahkan Willa, gadis kecil enam tahun yang percaya dunia kecilnya di sebuah gang di Surabaya adalah tempat paling sempurna dan magis. 

Tempat dimana lagu dari radio terasa hidup, kios langganan yang selalu penuh kejutan, dan setiap hari adalah hari untuk bertualang bersama teman-temannya.

Namun ketika sahabatnya mengalami kecelakaan dan satu per satu teman
bermainnya mulai masuk sekolah, dunia Willa perlahan berubah dan terasa semakin sepi, membuat Willa bertekad mengikuti teman-temannya ke bangku TK, dengan harapan semua bisa kembali seperti semula.

Masuk sekolah justru membuka dunia baru yang terasa asing: penuh aturan,batasan, dan rasa tidak dimengerti. Di sanalah Willa perlahan belajar bahwa tumbuh berarti berdamai dengan perubahan. 

Bahwa keajaiban tidak selalu hilang hanya berpindah tempat.Diceritakan dari sudut pandang anak kecil, Na Willa adalah film keluarga Lebaran yang hangat dan magis, menghadirkan pengalaman menonton yang mengajak anak-anak dan orang dewasa melihat kembali dunia dengan rasa kagum dan imajinasi.

Senin, 12 Januari 2026

Film Penerbangan Terakhir Ajak Perempuan Kenali Taktik “Ganteng-Ganteng Manipulatif di Balik Kokpit

Dibintangi Jerome Kurnia, Nadya Arina dan Aghni Hague tayang mulat 185 Januari 2026 di bioskop 

Jakarta, 12 Januari 2026 — Film drama Penerbangan Terakhir persembahan” VMS Studio akan tayang mulai 15 Januari 2026. Film yang dibintangi oleh Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghni Hague ini membawa kisah tentang skandal dunia penerbangan, namun juga mengajak penonton untuk mengenali taktik laki-laki manipulatif. 

Melalui karakter Tiara (Nadya Arina), pramugari baru dan juga kurang memiliki pengalaman dalam percintaan, penonton akan disuguhkan bagaimana perjuangan 
perempuan untuk bangkit saat ia menjadi korban manipulasi. Pilot muda Kapten Deva (Jerome Kurnia), menjadi sosok yang menjerat banyak perempuan, termasuk Tiara, dengan kharisma kegantengannya. 

Diproduseri oleh Tony Ramesh dengan produser eksekutif Shalu T.M. dan disutradarai Benni Setiawan, Penerbangan Terakhir akan membawa kisah yang menggemparkan dunia penerbangan, namun sekaligus menjadi refleksi bagi banyak 
perempuan untuk mengenali taktik-taktik manipulatif laki-laki. 

Karakter Tiara mewakili banyak perempuan yang menjadi korban manipulasi laki-laki, dan caranya untuk bangkit di film ini menjadi kemenangan milik semua 
perempuan. 

“Meski latar belakang dunia di film ini adalah dunia penerbangan, tetapi menurutku secara cerita dan dinamika karakter akan banyak relate ke penonton. Karena cerita yang dialami Tiara itu bisa terjadi di mana saja dan oleh siapa saja. Ini sering terjadi di sekitar kita,” ujar Nadya Arina. 

“Kalau ada laki-laki yang sudah kasih pujian berlebihan, nah itu sudah waktunya untuk mundur perlahan. Jangan sampai nantinya terjebak di hubungan yang 
manipulatif,” tambah Nadya Arina. Sementara itu, Jerome Kurnia yang memerankan karakter Kapten Deva 
mengungkapkan ada banyak roller coaster emosi dalam adegan-adegan yang ia mainkan. Salah satu yang paling sulit, bagi Jerome, adalah saat Kapten Deva 
memohon-mohon' agar cintanya kembali diterima Tiara. 

Kapten Deva ini memang sangat kompleks orangnya. Tapi satu yang paling sulit adalah ada satu adegan pertengkaran antara Deva dan Tiara, di mana Deva itu ingin mengambil kembali cintanya si Tiara dan di situ ada pertengkaran hebat yang terjadi dan naik turunnya secara emosi susah sekali. Karena emosinya susah, kamera angle-nya susah,” ungkap Jerome Kurnia. 

Sambutan untuk film Penerbangan Terakhir juga sangat meriah. Setelah terpilih sebagai salah satu Hot Picks oleh media film internasional Variety, saat special 
screening di 10 kota banyak tiket juga terjual habis. 10 kota yang menjadi lokasi special screening pada 10-11 Januari 2026 adalah Jakarta, Tangerang, Palembang, 
Bekasi, Malang, Bogor, Depok, Cirebon, Surabaya, dan Makassar. 

“Bagi kami di VMS Studio, cerita ini penting untuk diceritakan, sebagai bagian dari edukasi. Belajar dari pengalaman, apapun kesalahan kita, kita bisa bangkit dari kesalahan itu, dan karakter Tiara menunjukkannya,” ujar produser Tony Ramesh. 

Tonton film Penerbangan Terakhir mulai 15 Januari 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru tentang film Penerbangan Terakhir persembahan VMS Studio melalui akun media sosial resmi. 

TENTANG VMS STUDIO 

Visual Media Studio (VMS) adalah rumah produksi film yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. VMS hadir dengan visi untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung dengan penonton, baik di tingkat lokal maupun global. Di VMS, kami berkomitmen untuk terus mendorong batasan kreativitas dan menciptakan 
kisah-kisah yang menggugah dan relevan lintas budaya. Proyek perdana kami, Pemandi Jenazah, menjadi tonggak awal yang mengukuhkan posisi VMS di industri film regional. 

Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh penulis skenario box office Lele Laila, film ini mencatat kesuksesan luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton di seluruh dunia. 

Film ini juga menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa, serta menempati posisi kedua box office nasional di kuartal pertama 2024. 

Dengan semangat untuk terus menghadirkan cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak hati 
penonton di masa depan.