Minggu, 12 April 2026

UJI KESIAPSIAGAAN SATUAN TEMPUR, KEPALA STAF TNI AL SIDAK MARKAS MARINIR


Jalesveva Jayamahe-​Jakarta, 12 April 2026 — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama sejumlah pejabat tinggi TNI AL melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) guna meninjau langsung kesiapsiagaan operasional prajurit Korps Marinir di Markas Komando (Mako) Pasmar 1, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (12/04).

​Kedatangan orang nomor satu TNI Angkatan Laut tersebut dilakukan secara senyap, tanpa pengawalan protokoler maupun atribut dinas lengkap. Hal ini dilakukan untuk melihat realitas kesiapan satuan tempur di lapangan, terutama pada hari libur, guna memastikan seluruh personel tetap dalam kondisi siaga menghadapi ancaman yang bisa datang kapan saja.

​Dalam simulasi yang tidak diskenariokan sebelumnya bagi pihak Pasmar 1, situasi tenang di hari Minggu pagi berubah seketika saat sirine meraung-raung. Kondisi tersebut dipicu oleh melintasnya pesawat udara yang diasumsikan sebagai unsur infiltrasi pasukan tidak dikenal di atas wilayah Mako Pasmar 1.

​Sidak ini juga melibatkan unsur elite TNI AL lainnya sebagai kekuatan penyerang (bulsi). Tim Kopaska melaksanakan surveillance senyap, di mana Tim Sabotir 1 Kopaska melakukan infiltrasi dan mengendap sejak dini hari hingga waktu yang ditentukan (Time on Target/TOT) untuk melaksanakan skenario penculikan salah satu pejabat Korps Marinir.

​Aksi berlanjut dengan simulasi udara menggunakan pesawat King Air sebagai unsur bulsi pada pukul 08.15 WIB, disusul pergerakan helikopter yang melaksanakan approach serta hover di atas Gedung Cakra untuk upaya ekstraksi. Namun, dalam skenario ini, tim udara terpaksa meninggalkan lokasi karena respons pertahanan udara (Hanud) Korps Marinir yang sigap melakukan penindakan.

​Kasal menyaksikan langsung bagaimana koordinasi antar lini di Pasmar 1 bekerja, termasuk saat tim sabotase yang membawa sandera berupaya meloloskan diri menggunakan Kendaraan Taktis (Rantis). Sesuai prosedur tempur, tim ekstrak dan sandera berhasil tertahan di pos penjagaan berkat penggelaran posisi tempur (steling) yang tepat oleh prajurit Marinir.

​"Kesiapsiagaan adalah kunci utama kekuatan Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh. Sidak ini merupakan bentuk evaluasi nyata agar setiap satuan selalu dalam kondisi siap tempur, baik personel maupun material, tanpa mengenal waktu," tegas Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. ​Seluruh rangkaian kegiatan ini secara keseluruhan, berjalan dengan aman dan lancar, menunjukkan profesionalisme tinggi dari kedua belah pihak yang terlibat.

​Demikian Siaran Pers Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.