TNI AL, Dumai,
- Bertempat di Gedung Wijaya Kusuma, Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut Dumai, Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S., memimpin secara virtual kegiatan Penutupan Patroli Terkoordinasi Malaysia–Indonesia (Patkor Malindo) Ke-171/26 Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian operasi patroli bersama antara TNI Angkatan Laut dan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), Kamis (12/02/2026).
Patkor Malindo merupakan bentuk kerjasama bilateral yang secara konsisten dilaksanakan oleh kedua Angkatan Laut guna memperkuat pengamanan wilayah Selat Malaka, sebagai salah satu jalur pelayaran internasional terpadat dan paling strategis di dunia. Kawasan ini memiliki nilai ekonomi dan geopolitik tinggi, sehingga pengamanan terhadap potensi ancaman seperti perompakan, penyelundupan, serta berbagai kejahatan lintas negara menjadi prioritas bersama.
Dalam sambutannya, Komandan Lanal Dumai selaku _Commander Task Group_ Patkor Malindo Ke-171 Tahun 2026 dari Indonesia, menegaskan bahwa pelaksanaan patroli terkoordinasi ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan laut semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan kerjasama dan meningkatkan semangat _Navy Brotherhood_ antara TNI AL dan TLDM. Sinergi kedua Angkatan Laut dinilai penting dalam menciptakan stabilitas keamanan kawasan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas pelayaran internasional di Selat Malaka.
“Harapan kita melalui kerjasama bilateral, Patkor Malindo dapat memberikan manfaat serta pengalaman yang dilandasi semangat solidaritas, profesionalisme, dan humanisme, sehingga hubungan baik kedua Angkatan Laut dapat terus terpelihara dan semakin kuat,” ungkap Kolonel Laut (P) Abdul Haris.
Patkor Malindo 171/26 ini menjadi patroli perdana yang dilaksanakan TNI AL dan TLDM pada awal tahun 2026, sekaligus menegaskan kesinambungan komitmen kedua negara dalam menjaga keamanan laut regional. Dalam operasi kali ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan dua unsur kapal perang, yakni KRI Bubara-868 dan KRI Lepu-861, yang secara aktif melaksanakan patroli bersama, koordinasi komunikasi, serta pertukaran informasi operasional dengan unsur TLDM.
Melalui pelaksanaan Patkor Malindo 171/26 diharapkan semakin memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang keamanan maritim. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata peran aktif TNI Angkatan Laut dalam menjaga stabilitas kawasan, melindungi jalur pelayaran strategis dunia, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban laut yang kondusif di wilayah perbatasan kedua negara.
