Rabu, 21 Januari 2026

Penutupan Kongres Partai Buruh Tetapkan Presiden Partai dan Sikap Strategis Nasional



Said Iqbal Kembali Pimpin Partai Buruh Periode 2026–2031

Jakarta Pusat -Kongres Partai Buruh resmi ditutup dengan agenda utama penetapan Presiden Partai Buruh serta penegasan sikap partai terhadap sejumlah isu strategis nasional.Acara berlangsung di Hotel Golden Boutique Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Dalam kongres tersebut, Partai Buruh menyatakan komitmennya memperjuangkan kenaikan upah minimum yang layak, mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketenaga kerjaan yang berpihak kepada buruh, serta menolak pelaksanaan pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

Selain itu, Partai Buruh juga menegaskan dukungannya terhadap Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai upaya pemberantasan korupsi dan pemulihan kerugian negara.

Kongres Partai Buruh secara resmi kembali menetapkan Ir. H. Said Iqbal, M.E. sebagai Presiden Partai Buruh dan H. Ferri Nuzarli, S.E., S.H. sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh untuk masa jabatan periode 2026–2031.

Penetapan tersebut berlangsung dalam sidang kongres yang digelar di Ballroom Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat, dan disambut antusias oleh seluruh peserta kongres dari berbagai daerah di Indonesia.

Proses pemilihan dan penetapan dilakukan secara demokratis sesuai mekanisme organisasi. Setelah pimpinan sidang membacakan hasil keputusan kongres, seluruh peserta secara aklamasi menyatakan persetujuan, menandai kepercayaan penuh kader kepada kepemimpinan Said Iqbal dan Ferri Nuzarli untuk melanjutkan arah perjuangan Partai Buruh lima tahun ke depan.

Said Iqbal akan komitmen untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan militansi kader, serta menjadikan Partai Buruh sebagai kekuatan politik rakyat pekerja yang diperhitungkan di tingkat nasional.

Sementara itu, Ferri Nuzarli sebagai Sekjen Partai Buruh akan menegaskan pentingnya penguatan administrasi partai, disiplin struktur, dan kerja kolektif seluruh jajaran dalam menghadapi agenda politik nasional, khususnya persiapan menuju Pemilu 2029.

Kongres Partai Buruh sendiri menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menetapkan garis perjuangan, serta menyusun langkah-langkah pemenangan politik ke depan.

Terpilihnya kembali Said Iqbal dan Ferri Nuzarli diharapkan mampu menjaga soliditas partai dan memperkuat peran Partai Buruh sebagai wadah perjuangan kaum buruh dan rakyat kecil.

Penutupan kongres ini menandai konsolidasi internal partai sekaligus penguatan arah perjuangan politik Partai Buruh ke depan.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.