Jakarta Pusat – Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan, Aipda H.M. Adhy. M.N, melaksanakan kegiatan monitoring ketinggian air di Pintu Air Manggarai yang berlokasi di Jalan Tambak No. 59, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif dan deteksi dini menyikapi meningkatnya debit air akibat curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Jakarta dan daerah hulu. Kamis (22/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Aipda H.M. Adhy. M.N melakukan monitoring bersama Ibu Lurah Pegangsaan, Ibu Fia, Kasie Ekonomi dan Pembangunan (Kasiekbang) Pegangsaan Rizky, petugas PPSU Ade, unsur FKDM Lukman, serta petugas Pintu Air Manggarai, Bapak Fajar. Sinergi lintas unsur ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah wilayah dan aparat keamanan dalam menghadapi potensi dampak banjir.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian air di Pintu Air Manggarai tercatat mencapai 755 sentimeter dengan status Siaga 3. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan debit air yang perlu mendapat perhatian serius, sehingga diperlukan pemantauan intensif dan koordinasi berkelanjutan dengan seluruh pihak terkait.
Aipda H.M. Adhy. M.N menyampaikan bahwa monitoring ini bertujuan untuk memastikan data ketinggian air terpantau secara akurat serta sebagai dasar pengambilan langkah cepat apabila terjadi kenaikan status siaga. Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama unsur kelurahan di lapangan juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekitar.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa jajaran Polres Metro Jakarta Pusat telah menginstruksikan seluruh personel untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. “Kami meminta seluruh jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus memonitor perkembangan situasi di wilayahnya masing-masing serta menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar dampak yang mungkin timbul dapat diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng, Kompol Bambang Santoso, menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah preventif di wilayah rawan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta segera melaporkan apabila terdapat kondisi darurat atau potensi gangguan keamanan dan keselamatan,” ungkapnya.
Dengan adanya sinergi antara Polri, pemerintah kelurahan, dan unsur masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas serta keselamatan warga di wilayah Pegangsaan dan sekitarnya dapat tetap terjaga meskipun ketinggian air di Pintu Air Manggarai berada pada status Siaga 3.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

