Depok - Many politik menjadi sebuah hal yang tak terbantahkan lagi di Indonesia, dan hal inilah yang menjadi Kemunduran kualitas Demokrasi Indonesia, Ucap Rafli di Kantor BPOM, Jakarta pada (11/12).
Rafli mengatakan, Dra. Wenny Haryanto, SH di duga kuat ada proses kampanye ada orang yang membantu keterlibatan dalam kemenangan Calon Legislatif (Caleg) tertentu. Keterlibatan ini terkait dengan instansi pemerintah yaitu BPOM yang dikepalai oleh L. Rizka Andalusia dan diduga kuat membantu proses pemenangan dari Dra. Wenny Haryanto, SH.
Lebih lanjut Rafli mengungkapkan, hal ini sangat menciderai Demokrasi Indonesia dan politik sebagai sebagai senjata kemenangan Caleg tersebut, tuturnya.
Rafli menegaskan, "Kepala BPOM RI dengan keterlibatannya membantu caleg tersebut. Usut punya usut dan di duga kuat memanfaatkan Fasilitas negara untuk memenangkan caleg di dapil Bekasi dan Depok", tegasnya.
Maka dari dari itu kami KMPPD membawa aspirasi dan menuntut :
Pertama : KMPPD mendesak Presiden mencopot kepala BPOM yang terlibat Politik Praktis.
Kedua : KMMPD Mendesak Bawaslu mendiskualifikasi Caleg Dra. Wenny Haryanto karena di duga terjadi Money Politik.
Dengan Informasi ini pemerintah segera mengambil tindakan tegas dan cepat agar persoalan politik praktis tidak menjadi masalah berulang dalam pesta demokrasi yang di adakan tiap 5 tahun sekali, tutup Rafli.

