Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab meninggal dunia terbesar di Indonesia
bahkan di dunia, dimana berdasarkan data setiap tahunnya, puluhan ribu nyawa melayang sia-sia
dijalan. Keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama kepada
korban kecelakaan lalu lintas sangat berdampak kepada tingkat fatalitas dari korban itu sendiri.
Sehingga tingkat fatalitas korban kecelakaan tidak hanya karena kasusnya saja tapi juga disebabkan
kesalahan pada saat penanganan awal kepada korban. Kondisi ini tentunya sudah saatnya mendapat
perhatian semua unsur baik Pemerintah melalui Instansi terkait maupun seluruh lapisan masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bertugas
memberikan jaminan dasar kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan tergugah dan memiliki
tanggung jawab moral untuk mengantisipasi dengan menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) kepada para Mahasiswa/i Kampus Universitas Padjajaran.
Pelatihan kali ini bertempat di Bale Sawala, Gedung Rektorat Kampus Universitas Padjajaran, Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Senin (19/06).
Kegiatan dihadiri dan dibuka oleh Direktur Operasional PT Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana dan Dirlantas Polda Jawa Barat, yang diwakili oleh
AKBP Halim Rasyid.
“PPGD merupakan kegiatan edukasi dengan tujuan utama memberikan
keterampilan pemberian pertolongan pertama dalam kondisi gawat darurat, khususnya kecelakaan lalu
lintas, dimana dengan pelatihan ini diharapkan dapat menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu
lintas tutur Dewi dalam keterangan persnya di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini melibatkan 50 Peserta
Mahasiswa / Mahasiswi Universitas Padjajaran.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Rektor Universitas Padjajaran yang diwakili oleh Prof
Arief Kartasasmita, Dirlantas Polda Jabar yang diwakili oleh AKPB Lalu Wira Sutriana dan AKBP Halim
Rasyid, Kepala Divisi Pelayanan PT Jasa Raharja, Hervanka Tri Dianto, serta Kepala Jasa Raharja
Cabang Utama Jawa Barat, Dodi Apriansyah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, semakin banyak Mahasiswa / Mahasiswi yang memiliki
keterampilan yang cukup untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan data kami, tingkat keberhasilan perawatan pada korban kecelakaan, sangat bergantung
pada penanganan pertama. Untuk itu, kami berharap, pelatihan bisa menambah jumlah Mahasiswa
yang memiliki keterampilan dalam pemberian pertolongan pertama, sehingga tingkat fatalitas pada
korban kecelakaan lalu lintas dapat ditekan”, jelas Dewi.
Pemateri PPGD ini melibatkan Tim Dokter dari RS Immanuel Kota Bandung sebagai instruktur.
“Dalam acara ini kami juga memberikan perlengkapan
P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) dan juga sertifikat bagi peserta pelatihan untuk dapat
dimanfaatkan oleh masing masing peserta. Dan semoga dengan keterampilan dan perlengkapan
pendukung yang didapatkan dalam pelatihan ini dapat bermanfaat, sehingga nantinya mereka dapat
memberikan pertolongan pertama dengan benar saat menemui korban kecelakaan”, tutup Dewi.

