Jakarta, 24 Juli 2025 – Tiga minggu menuju penayangan perdananya di bioskop, film Tinggal Meninggal (TingNing) merilis final trailer dengan elemen komedi yang lebih dalam, lebih liar,dan lebih getir. Lewat Final Trailer ini, Imajinari mengajak penonton menyelami dunia Gema
yang absurd dan penuh warna, sekaligus menyorot karakter-karakter pendukung yang nggak kalah epik.
Kalau di trailer pertama penonton hanya diberi potongan absurd kehidupan Gema, kali ini kita
diajak menyelam lebih jauh: ternyata Gema bisa “seaneh” itu. Apa yang terjadi di masa
kecilnya? Siapa saja orang-orang yang mempengaruhi hidupnya dan ada di sekitarnya, apakah
geng kantor yang vibes-nya antara kocak, dan sangat relatable itu, juga punya peran penting?
Komedi Getir yang "Too Real to Laugh At"Trailer teranyar ini menghadirkan komedi yang bukan sekadar lucu.
Tapi lucu yang bikin nyesek,
jokes-jokes getir yang membuat penonton ragu: “Ini harusnya gue ketawa nggak sih?” Dari
interaksi pasif-agresif rekan kerja, sampai keanehan personal Gema yang makin lama makin
masuk ke kepala, komedi dalam film ini terasa fresh dan langka dalam perfilman Indonesia.
Geng Kantor Gema yang Mulai Memeriahkan Suasana
Karakter-karakter mulai menunjukkan taringnya.
Mawar de Jongh sebagai Kerin dan Ardit Erwandha sebagai Ilham saling beradu argumen dengan vibes seperti teman kerja yang pasti bisa kalian temukan sehari-hari. Lalu ada Muhadkly Acho yang muncul sebagai Pak Cokro,tipikal bapak-bapak kantor yang sok Gen Z, tapi ketahuan angkatan old school. Interaksi mereka dengan Gema ngasih gambaran betapa lingkungan kerja bisa jadi pemicu sekaligus pelarian dari kekacauan dalam diri sendiri.
Dari Gema Kecil Sampai Breaking the 4th Wall Trailer ini juga memberi sedikit potongan Gema yang berbicara dengan sosok Gema kecil.
Tentunya ini menambah keunikan dari TingNing. Ditambah lagi saat Gema mulai bergumam
sendiri, menyusun dunia di kepalanya, dan menatap ke arah yang nggak dilihat orang lain.
Bahkan, Gema mulai “ngajak ngobrol” penonton, membaurkan batas antara film dan dunia
nyata. Unik, tapi nggak asal beda.
Tinggal Meninggal adalah film debut dari Kristo Immanuel, kreator konten dan aktor seribu
suara yang kini jadi sutradara. Imajinari membuktikan bahwa film debut bisa tampil penuh arah,
rasa, dan tetap catchy tanpa harus gimmicky.
Trailer terbaru TingNing ini adalah pengantar yang tepat menuju filmnya nanti, tentang satu dunia di mana keganjilan adalah norma baru, ketawa bisa datang dari kepedihan, dan realita terasa seperti drama yang sutradaranya, ya,Gema sendiri. Semakin penasaran?Catat tanggal tayangnya, mulai 14 Agustus 2025 di bioskop seluruh Indonesia Ikuti terus update seputar film Tinggal Meninggal, film unik dari Imajinari, di @tingning.official dan
@imajinari.id.
TENTANG IMAJINARI
Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berpijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film mega box office “AGAK LAEN”
(2024) yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton dan "Jatuh Cinta Seperti Di Film Film" (2023) yang
memenangkan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.
Didirikan oleh duo Ernest Prakasa dan Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film “Ngeri-Ngeri Sedap”(2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023.